Detik-Detik Bripka Iwan Berhasil Dibebaskan dari Sandera Napi Teroris di Mako Brimob

0
203

Jakarta, namalonews.com- Proses negosiasi pembebasan sandera pada akhirnya membuahkan hasil. Sebab Bripka Iwan Sarjana pada akhirnya bisa dibebaskan dari sandera setelah selama waktu 29 jam lebih disandera oleh para napi teroris yang berada di Rutan Mako Brimob. Dan tidak lama setelah itu, sebuah barracuda memasuki kawasan Mako Brimob.

Dan barracuda tersebut masuk kurang lebih sekitar pukul 01.15 WIB dari arah Jalan Raya Bogor. Ketika memasuki Mako Brimob, barracuda tersebut menyalakan sirene. Saat itu, tidak ada kendaraan lain yang datang bersama dengan barracuda ketika memasuki ke Mako Brimob. Sedangkan di lokasi Mako Brimob, terlihat ada 9 personel Polri, yang mana personil tersebut masih bersiaga dengan menggunakan atribut serta membawa persenjataan yang lengkap.

Bripka Iwan Sarjana telah berhasil dibebaskan dalam kondisi selamat. Bripka Iwan Sarjana bebas sejak pukul 00.00 WIB. Ketika itu napi teroris meminta makanan pada pihak kepolisian.

Akan tetapi, polisi akan menuruti permintaan para teroris napi tersebut jika sandera dibebaskan. Yang mana Bripka Iwan Sarjana yang disandera narapidana teroris di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, berhasil dibebaskan. Akan tetapi Bripka Iwan dibebaskan dalam kondisi mengalami luka dan juga tampak lebam di bagian wajahnya.

Sampai saat ini polisi belum menjelaskan secara menyeluruh mengenai kondisi Bripka Iwan. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal hanya mengungkapkan Iwan langsung dibawa ke RS Polri sesudah Iwan berhasil dibebaskan dari sandera tersebut.

Kamis, 10 Mei 2018, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengungkapkan jika Informasi terakhir terkait dengan tim negosiator untuk sandera anggota Polri atas nama Brigadir Iwan sarjana, telah berhasil dibebaskan dalam keadaan hidup.

Meski Iwan sudah dibebaskan, tapi napi teroris masih memegang senjata yang sebelumnya telah dirampas dari petugas penjaga blok. Polri juga masih mengendalikan, negosiasi lain masih terus dilakukan karena senjata masih berada di dalam.

Polisi juga menyebutkan bahwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih berada di Rutan Mako Brimob. Posisi Ahok pun juga diperhitungkan polisi sehubung dengan penyanderaan ini.

Ketika ditanya di mana tepatnya posisi Ahok, Setyo juga mengatakan bahwa Ahok tidak berada di Blok A, B, maupun di Blok C. Setyopun juga tidak menjelaskan seperti apa kondisi Ahok sekarang ini. Polisi juga menyatakan narapidana teroris yang rusuh di Mako Brimob telah berhasil dilokalisir. Dan situasi juga telah terkendali.

Iqbal juga menjelaskan jika para teroris masih menguasai senjata-senjata. Langkah negosiasi juga terus menerus diupayakan. Akan tetapi, poin rinci negosiasi masih menjadi rahasia. Dilakukannya berbagai langkah melokalisir para narapidana teroris itu tujuannya agar mereka tak menguasai wilayah lain pada kawasan Mako Brimob. Maka dari itu, tak ada penambahan wilayah kekuasaan mereka sejak awal hingga sampai sekarang ini.

Bripka Iwan Sarjana telah disandera bersamadengan sejumlah polisi lainnya sejak hari Selasa pada tanggal 8 Mei sore hari. Para napi teroris yang menyandera tersebut juga merampas dan menguasai senjata api polisi di dalam dalam penyanderaan tersebut.

Kerusuhan tersebut terjadi setelah muncul gesekan antara narapidana teroris dan juga para penjaga atau sipir blok yang diisi teroris hanya disebabkan oleh masalah makanan.

Tahanan kasus terorisme Wawan, tersangka kasus Bom Pandawa, juga disebut oleh Setyo menjadi penyebab dari keributan tersebut. Yang pada akhirnya mempengaruhi tahanan/napi yang lainnya. Pada sore ke malam hari, napi atau para tahanan terorisme mulai menjebol terali sel. Bahkan mereka juga menyerang polisi penjaga yang saat itu sedang berpatroli di kawasan blok tahanan.

Setelah itu pada hari Rabu (9/5) kurang lebih sekitar pukul 15.00 WIB, Polri merilis lima polisi yang telah tewas dan satu polisi yang masih disandera.

Polri saat itu mengonfirmasi anggota yang disandera itu bernama Bripka Iwan Sarjana. Polisi juga sudah menunjuk empat anggota tim negosiator.

Negosiasinya pun berlangsung rumit. Di sisi lain, para napi tersebut juga membawa beberapa senjata yang direbut dari polisi yang telah dibunuh. Kemudian para napi itu pun juga menguasai tiga blok rutan. Di dalam berkomunikasi dengan para napi, tim negosiator mengirim ponsel pada para napi.

Bripka Iwan ini disebut-sebut sebagai satu korban terakhir yang disandera oleh para napi. Lima anggota Polri yang lain telah tewas dalam kejadia n itu. Kelima jenazah tersebut, bersama jenazah seorang napi yang juga ikut tewas dalam kejadian tersebut, sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polri

Selain lima orang tewas, masih ada tiga anggota Polri lainnya yang telah dikabarkan terluka. Salah satunya yaitu Polwan. Akan tetapi belum diketahui juga keadaan terakhir dari ketiga korban luka itu.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto juga memberikan keterangannya yang berhubungan dengan insiden keributan narapidana teroris di Mako Brimob Depok.

Pada konferensi pers yang telah diadakan di Markas Polisi Satwa Depok, Setyo mengungkapkan turut berbela sungkawa mengenai gugurnya lima anggota Polri yang disebabakan oleh insiden tersebut.

Di Ruang Lobby Markas Polisi Satwa, Cimanggis, Setyo juga mengungkapkan bahwa mereka adalah Bhayangkara terbaik yang telah mengabdikan hidupnya untuk bangsa dan negara.

Setyo juga mengungkapkan jika lima anggota yang gugur sudah memperoleh kenaikan pangkat yang luar biasa, berdasarkan dengan surat keputusan Polri.

Situasi sekarang ini, akan terus diupate dengan berkala, Setyo juga menjelaskan bahwa tim negosiator terus melakukan negosiasi di lokasi dengan harapan dapat memberikan hasil yang terbaik.

Ia pun juga menceritakan mengenai tuntutan yang diminta para napi masih belum jelas, sebab awal permasalahannyaadalah hal yang sangat sepele, yaitu karena masalah makanan saja.

Selanjtnya Setyo juga melanjutkan, ada oknum yang telah memprovokasi dan membobol ruang tahanan, kenudian mereka memprovokasi yang lainnya.

Ada sekitar tiga hingga empat dari tim negosiasi, yang mana masih terus berusaha untuk menemukan jalan keluar yang paling baik.

Untuk senjata dan peluru yang dipakai para narapidana, tersebut didapat dari lima personil yang telah gugur di tangan mereka.

Lima personil yang telah gugur dalam kerusuhan yang terjadi di marka Brimop ini diantaranya yaitu Ipda Rospuji Siswanto, Bripka Deni Setiadi, Briptu Fandi Setyo Nugroho, Bripda Syukron Fadhli, dan juga Bripda Wahyu Catur Pamungkas.

Dalam penjelasan yang telah dirinci oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen M Iqbal, luka yang dialami oleh korban tewas tersebut diantaranya yaitu berupa luka tembak dan juga luka tusuk yang cukup dalam. Ada juga satu orang yang luka di bagian kepala akibat luka tembakan. Selain itu juga ada luka di bagian dada kanan. Memang berbagai cara sadis telah dilakukan oleh para narapidana di dalam menghabisi nyawa petugas kepolisian yang telah mereka sandera.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here