Huni Nusakambangan, Wiranto: Lengkap 155 Teroris Akhirnya Menyerah

0
185

Jakarta, namalonews.com- Pemberontakan yang terjadi di cabang Brimob membuat geger Indonesia dan bahkan dunia, khususnya masyarakat yang tinggal di area sekitarnya. Masyarakat resah dengan aksi pemberontakan yang melibatkan banyak pihak, terutama kepolisian.
Kabar yang simpang siur dan belum diketahui akan kebenarannya pun membuat masyarakat semakin panik. Rutan Mako Brimob dikuasai napi terorisme dalam waktu yang sangat lama. Sebanyak 155 napi terorisme tak hanya melakukan pemberontakan, melainkan juga menyandera anggota kepolisian yang sedang bertugas.
Dalam penyanderaan selama 40 jam, tahanan terorisme berhasil merakit bom. Penyanderaan dan pembunuhan yang dilakukan oleh napi terorisme dinilai di luar batas kemanusiaan dan tidak bisa didiamkan. Namun polisi tidak tinggal diam.
Menko Polhukam (Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan) Wiranto, telah memastikan bahwa seluruh nara pidana teroris yang terlibat pemberontakan di Mako Brimob, Depok, sudah menyerah.
“Lengkap, 155 teroris menyerah kepada aparat kepolisian Republik Indonesia,” jelas Wiranto dalam jumpa pers di Mako Brimob, Depok, Kamis (10/5/2018). Wiranto didampingi oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto beserta Kepala BIN Budi Gunawan.
Wiranto juga mengatakan bahwa aparat sudah sejak fajar tadi mengultimatum para nara pidana untuk menyerahkan diri. Jika tidak, maka polisilah yang akan melakukan serbuan. Hingga pada akhirnya, mayoritas napi pun mau menyerahkan diri.
Napi terorisme menyerahkan diri tanpa ada negosiasi. Penyerahan diri tanpa syarat dilakukan dengan keluar dari tempat mereka satu per satu. Dalam proses penyerahan diri ini, senjata pun ditinggalkan. Penyerahan diri dalam proses ini dilakukan oleh 145 dari 155 napi terorisme.
“Maka sebelum fajar mereka menyerah tanpa syarat. Tidak ada nego. Satu per satu kita minta mereka keluar dari lokasi mereka. 145 dari 155 keluar satu per satu. Senjata ditinggalkan,” jelas Wiranto.
Hanya saja, dalam penyerahan diri tersebut, Wiranto mengakui ada 10 nara pidana lain yang menolak untuk menyerah. Pada akhirnya pihak polisi pun memutuskan untuk melakukan serbuan. Dalam aksi serbuan ini, sempat terdengar beberapa kali bunyi ledakan dan tembakan. “Tadi kita saksikan bunyi tembakan, bom, granat air mata dan penyisiran dengan cara-cara yang dilakukan,” kata Wiranto.
Dalam aksi serbuan polisi kepada napi terorisme yang belum menyerah, masyarakat kembali dibuat gelisah. Wakapolri juga menjelaskan bahwa ledakan yang terjadi di Mako Brimob bertujuan untuk sterilisasi. Tak hanya bunyi ledakan dan tembakan saja, polisi juga melakukan penyisiran. Hingga pada akhirnya, 10 sisa napi terorisme mau menyerahkan diri.
“Dalam serbuan tersebut, 10 sisa teroris menyerah. Lengkap 155 teroris menyerah,” ungkap Wiranto. Sementara 1 teroris sudah meninggal karena tertembak. Sebelumnya, Wakapolri Komjen Syafruddin sudah menegaskan pada 07.15 WIB pihak Kepolisian RI telah berhasil mengambil alih Mako Brimob Kelapa Dua di Depok.
Penegasan Komjen Syafruddin disampaikan dalam keterangan pers-nya yang menyebutkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam proses pengambil alihan tersebut. Meski teman-teman sesama anggota kepolisian menjadi korban, Komjen Syafruddin selalu berupaya sepersuasif mungkin dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.
“Polri dalam menangani selalu berupaya sepersuasif mungkin dan berkepala dingin. Saya selalu menekankan dari semua unsur untuk berkepala dingin walaupun teman-temannya menjadi korban,” jelas Komjem Syafruddin di Jakarta, Kamis (10/5/2018).
Komjen Syafruddin juga menegaskan, pengambil alihan Mako Brimob di Kelapa Dua dengan menerapkan soft. Hal ini tentunya berbeda dengan berita yang menyebutkan bahwa pengambil alihan dilakukan dengan negosiasi atau ada unsur kesepakatan. Komjen Syafruddin menyampaikan koreksi bahwa tak ada negosiasi dan tak ada urusan kesepakatan. Semua ini dilakukan dengan soft approach.
Pernyataan Wakapolri Komjen Syafruddin tersebut sekaligus mengoreksi adanya berita yang menyebutkan bahwa ada 16 korban meninggal karena ditembak mati dalam proses penanggulangan tersebut. Selain itu, Wakapolri juga mengatakan akan memberikan update perkembangan berita tentang kerusuhan tersebut selama 1 jam mendatang.
“Karena ini perlu operasi penanggulangan. untuk kemudian disampaikan sudah clear, seluruh tahanan yang serahkan diri, sudah dilakukan langkah” untuk dilakukan pemindahan,” kata Syafruddin. Syafruddin tak lupa juga menjelaskan bahwa pemberontakan bukan terjadi Rutan Mako Brimob seperti yang diberitakan, melainkan di Rutan Salemba cabang Brimob.
Dalam semua pernyataannya, Wakapolri Komjen Syafruddin memang aktif mengoreksi berita yang simpang siur beredar di masyarakat luas. Komjen Syafruddin meluruskan supaya berita yang salah tidak semakin parah. Wakapolri pun memberikan pernyataan yang benar terkait berita yang salah tersebut.
Sebanyak 155 napi terorisme yang telah menyerahkan diri pun langsung dipindahkan ke Lapas Pasir Putih di Nusakambangan. Komjen Syafruddin menjelaskan bahwa pemindahan itu telah dilakukan pada Kamis (10/5/2018) pagi ini, setelah napi terorisme menyerahkan diri.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) telah menyatakan siap menampung napi terorisme yang saat ini mendekam di Rutan Mako Brimob. Hal ini tak lain karena telah menjadi tugasnya dalam melindungi bangsa Indonesia, khusunya dalam aksi terorisme.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dirjen PAS Sri Puguh Utami ketika selesai menggelar rapat bersama yang diadakan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (9/5/2018). Sri Puguh Utami terlihat sangat antusias karena hal ini.
Lapas Pasir Putih di Nusakambangan ini pun disebut sebagai penjara khusus warga binaan kasus terorisme yang menerapkan tingkat pengawasan super ketat (high risk security) yang dimiliki oleh Kemenkumham. Adapun salah satu hal yang menjadikan lapas ini terbukti high risk security ialah adanya CCTV. Seluruh gerak-gerik akan dipantau setiap hari oleh kamera pengawas. Selain itu, satu sel hanya diisi oleh satu nara pidana.
Dibalik high risk security, lapas Nusakambangan khusus untuk nara pidana terorisme ini juga menyediakan usaha deradikalisasi. Hal ini sangat penting untuk memberikan pembinaan serta pemahaman yang tepat kepada nara pidana terorisme.
Dengan pengawasan yang super ketat, nara pidana dipastikan tidak bisa meloloskan diri. Lapas Nusakambangan benar-benar dikhusukan untuk tahanan yang terkait aksi terorisme. Seperti yang diketahui, aksi terorisme sangatlah meresahkan dan menjadi momok di dunia ini.
Pemindahan nara pidana terorisme ke lapas Nusakambangan seharusnya bisa menenangkan masyarakat. Selain itu, pagi ini pun, tepatnya pukul 08.51 WIB, kawat berduri yang ada di pintu masuk Mako Brimob juga telah dibersihkan. Masyarakat tidak perlu lagi khawatir akan pemberontakan yang terjadi.
Kini lokasi Mako Brimob dan sekitarnya sudah kembali aman, baik dari aksi kurusuhan maupun hal lainnya. Kekhawatiran masyarakat telah berhasil dihilangkan oleh anggota kepolisian dan pihak terkait yang melakukan kinerjanya dengan cekatan, cepat, dan sigap.
Baku tembak maupun ledakan pun tak lagi didengar, seperti yang terjadi dua hari sebelumnya. Suasana kembali seperti sediakala. Damai dan tentram. Kerjasama yang baik dengan koordinasi yang tepat dilakukan dalam menyelesaikan masalah yang meresahkan.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here