Rusuh Mako Brimob, Sandiaga Minta Koordinasi Polda Soal Keamanan Jakarta

0
424

Jakarta, namalonews.com- Kerusuhan di Mako Brimob memang telah menjadi peristiwa yang menyedihkan. insiden kerusuhan ini hingga hari ini tercatat sudah menewaskan sebanyak enam orang, lima orang diantaranya adalah anggota polisi dan satu orang tahanan teroris.

Hingga pagi ini tahanan teroris masih sempat menyandera satu anggota polisi walaupun kini sudah dibebaskan. Pihak kepolisisan sendiri masih terus berupaya untuk melakukan negosiasi dengan tahanan teroris yang menguasai sejumlah blok yang ada di dalam Mako Brimob.
Sementara itu, Wagil Gubernur DKI Jakarta Sansiaga Uno telah menanggapi kerusuhan yang terjadi di Mako Barimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat yang menewaskan 6 orang itu.

Menurut Sandy Pemerintah Provinsi DKI akan segera bertindak dengan berkoordinasi dengan pihak kepolisisan. Khususnya bersama dengan Polda Metro Jaya. Sebab lokasi kejaian tersebut dekat dengan ibu kota Jakarta.
Sandiaga juga turut menyampaikan ucapan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla padanya. Bahwasannya situasi dan kondisi terakhir di dalam Mako Brimob sendiri masih dalam keadaan genting. Walaupun dari luar terlihat keadaan sudah terkendali. Oleh sebab itu, aparat berada dalam kondisi siaga yang sangat tinggi.
Sebagai orang nomor dua di DKI, Sandiaga juga berharap bahwa masyarakat Jakarta agar dapat berpartisipasi aktid fan selalu melaporkan kepada aparat bila merasa ada hal- hal yang dinilai mencurigakan.

Jangan sampai kita beranggapan bahwa ini merupakan informasi yang tak perlu dishare. tetapi ini harus dishare dan disampaikan pada aparat. Karena sangat penting peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan juga ketertiban.
Selain masyarakat yang ikut berperan aktif, Pemprov juga akan menggunakan Jakarta smart city untuk mulai memprediksikan daerah mana saja yang menjadi ancaman. Terutama di bulan suci Ramadan dan menjelang Asian Games ini.
Hingga pagi ini Kamis 10 Mei 2018 Narapidana kasus terorisme di Mako brimob, Kelapa Dua, Depok masih diduga mengusadi rutan dan juga sejumlah senjata api. Narapidana tersebut berhasil merampas senjata milik anggota saat keributan terjadi pada selasa 8 mei malam lalu.
Oleh sebab itu, setelah kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob Selasa malam kemarin Pemprov DKI Jakarta segera melakukan koordinasi dengan Plda Metro Jaya.

Dalam koordinasi tersebut lebih menitik beratkan kepada pengamanan dari objek- objek vital yang terdapat di ibu kota. Hal ini mengingat dekatnya lokasi kejadian.

Rabu kemarin Sandiaga Uno sebagai wakil gubernur DKI Jakarta ditemui di Balai Kota Jakarta Pusat menyatakan bahwa ini praktis bersebrangan yang berhimpitan dengan Jakarta jadi nanti kita akan koordinasi dengan pihak kepolisisan dan tentunya dengan Pak Kapolda.
Sandi yang sudah sempat bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu juga sempat membahas mengenai situasi terakhir dari Mako Mrimob. Mereka sependapat bahwa situasi keamanan masih tergolong genting sehingga semua aparat dalam siaga tinggi.
Sandiaga Uno memastikan agar kondisi Jakarta tetap kondusif. Sebab lokasi Depok tak jauh dari Jakarta, maka untuk menanggapi soal kerusuhan di Mako Brimob ini harus tetap tenag. Jangan sampai masalah ini melebar ke Ibukota dan mengganggu kondisi kondusivitas keamanan di Ibukota.
Sementara, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan belum mendapat informasi detail terkait kerusuhan itu. Karenanya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini enggan berspekulasi soal itu.

Ditemui di Gedung DPRD DKI kemarin Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta ini masih enggan berkomentar karena belum mendapat detailnya.

Sebelumnya, diketahui nahwa kericuhan yang melibatkan tahanan serta petugas telah terjadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada Selasa malam. Sampai saat ini polisi belum secara detail menjelaskan apa yang menjadi pemicu kericuhan tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal cuma menyebutkan bahwa kondisi saat ini sudah bisa terkendali. Akibat dari kejadian ini, ada petugas mengalami luka-luka serta lima anggota polisi dan satu tahanan dikabarkan telah tewas dalam kejadian tersebut.
Akibat peristiwa kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob, 5 anggota Polri yang tewas menjadi korban serangan napi teroris mendapat kenaikan pangkat istimewa dari Mabes Polri.

Kelima anggota Polri yang masih sempat menjadi sandera napi teroris di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat yang rusuh merupakan anggota Densus 88 Antiteror.

Mereka adalah . Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi, Brigpol Luar Biasa Anumerta Fandy Setyo Nugroho, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli, dan Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas.

Pemberian kenaikan pangkat tersebut telah diputuskan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian melalui Surat Telegram pada tanggal 9 Mei 2018.
Sandi telah membentuk tiam koordinasi terkait rusuhnya Mako Brimob kemarin. Menurut keterangan dari Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa insiden kerusuhan yang terjadi di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok ini disebabkan hanya, karena persoalan makanan untuk narapidana teroris. Ada keluarga dari narapidana terorisme berkunjung dan menolak dilakukan pemeriksaan soal makanan yang telah dibawanya.
Sebab, sesuai standar prosedur operasional (SOP), seluruh makanan yang berasal dari luar dan diberikan kepada tahanan harus melalui pemeriksaan.

Saat itu, salah satu narapidana teroris da yang menanyakan soal titipan makanan dari pihak keluarganya. Menurut Argo, narapidana yang menanyakan makanan tersebut, dia memprovokasi narapidana teroris lain yang berada di tahanan blok B dan C karena tidak ada tanggapan dari petugas.

Argo telah menjelaskan bahwa para narapidana lalu langsung membobol pintu dan dinding sel tahanan, Kemudian dengan cepat insiden itu sudah tidak terkontrol lagi, karena banyak narapidana yang menyebar ke sejumlah titik di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.
Merespons masalah kericuhan yang telah terjadi di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, kemarin, maka Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat telah menerapkan pengamanan ketat, khususnya di lembaga pemasyarakatan (lapas) terpidana kasus terorisme yang berlokasi di Jabar.

Jadi bukan cuma Pemprov DKI saja yang melakukan koordinasi dengan Polda tetapi di Jabar juga. Kepala Sub Bagian Humas Kanwil Kemenkumham Jabar Ahmad Sufyani telah memastikan bahwa saat ini sejumlah lapas dalan kondisi yang aman terkendali.
Tak cuma di Jakarta dan Jabar, bahkan di Jawa Timur juga dilakukan serupa. Polda Jatim juga telah memastikan melakukan pengamanan ekstra ketat dari hari-hari sebelumnya di rutan pasca-kerusuhan di Mako Brimob. Hal ini adalah instruksi langusng dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Pemprov DKI Jakarta tentu tak akan tinggal diam menanggapi kasus kerusuhan Mako Brimob ini. Sandiaga uno yang telah berkoordinasi dengan Polda Jakarta segera mendapatkan tindakan jelas.

Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis meluncur ke Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok. Idham ke Mako Brimob untuk membantu penanganan kerusuhan di Rutan Mako Brimob.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here