Dilarang Main Sinetron, Deddy Mizwar akan Somasi KPI

0
671

Jakarta, namalonews.com- Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Deddy Mizwar berencana melakukan somasi terhadap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Hal tersebut terkait dengan surat edaran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang melarangan setiap calon kepala daerah melakukan kampanye melalui drama, sinetron, dan juga seni peran lain di layar televisi.

“Besok kita akan layangkan somasi untuk KPI, kalau tidak juga dicabut edaran tersebut maka kita akan tindak lanjut pada gugatan ke PTUN,” kata Deddy dalam siaran persnya, Jumat (11/5/2018).

Pemeran Nagabonar ini mencium aroma politik di balik aturan KPI tersebut. Apalagi pihaknya juga mendapat kabar kalau larangan yang dikeluarkan KPI itu sengaja diarahkan kepadanya.

“Sangat tendensius dan informasi yang saya dapat larangan itu ditujukan untuk menghantam saya. Tidak menutup kemungkinan itu dipesan pihak-pihak tertentu. Tapi untuk kepastiannya sedang kita telusuri,” katanya.

Deddy mengaku pihaknya telah melakukan pertemuan dengan KPU Pusat tentang masalah ini. Dari  pertemuan itu diketahui bahwa larangan itu merupakan kesepakatan bersama antara KPI, Bawaslu, KPU dan Dewan Pers. Namun dalam kesepakatan tersebut tidak disinggung masalah penayangan sinetron.

Di bulan Ramadhan ini Deddy bermain dalam sinetron Cuma Disini yang ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta Indonesia. Sinetron tersebut merupakan tayangan pengganti dari sinetron Para Pencari Tuhan.

“Sinetron religi ini rutin ditayangkan pada setiap bulan Ramadhan dan profesi saya memang aktor, bukan orang yang sengaja mencari popularitas melalui tayangan film. Di sinetron itu pun tidak ada hal- hal yang menyangkut kampanye politik, tetapi justru di sana ada syiar Islam, dan ada edukasi bagi masyarakat,” katanya.

Seperti diketahui belum lama ini KPI mengeluarkan surat edaran tentang larangan bagi calon kepala daerah yang maju di Pilkada 2018. Larangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 68 tahun 2018. Deddy Mizwar adalah salah satu cagub yang secara langsung terkena larangan surat edaran tersebut.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here