Gerindra: Bakal Ada 5 Parpol Gabung Di Koalisi Pendukung Prabowo

0
10923

Jakarta, namalonews.com- Geliat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah dirasakan panas sedari sekarang. Masih saja yang beredar bakal menyaingi Jokowi pada pilpres 2019 adalah Prabowo Subianto yang diusung dari Partai Gerindra itu.

Ahmad Riza Patria sebagai Ketua DPP partai Gerindra meyakini bahwa nantinya bakal ada lima partai politik yang bekoalisi untuk mendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 mendatang.

Ketua DPP Partai Gerindra itu menyatakan bahwa kelima partai politik tersebut diantaranya adalah PAN, PKS, PKB, Demokrat dan PBB.

Ditemui di Cafe Mandailing, Lebak Bulus, Jakarta Kamis 10 Mei 2018 kemarin, dirinya menyatakan bahwa Gerindra merasa yakin bahwa PKS, PAN bukan menjadi sekutu lagi namun segajah bersaudara dalam suka dan duka untuk menjalin kebersamaan bersama Gerindra.

Dirinya juga yakin bahwa PBB, PKS, PAN bersama dengan Gerindra. Dan Insyaallah partai lain seperti Demokrat dan PBB juga demikian.

Riza menyatakan, berdasarkan pada survei ternyata memang hanya sosok Prabowo Subianto yang memiliki peluang untuk maju melawan petahanan Jokowi. Dan pihaknya merasa sangat yakin akan dapat memenangkan Pilpres pada 2019 mendatang. Dia meyakini bahwa Prabowo bisa menggantikan dan mengalahkan Pak Jokowi.

Sedangkan soal Cawapres yang pantas bersanding dengan Prabowo untuk maju Pilpres 2019 nanti tak perlu buru- buru. Karena Gerindra akan dengan cermat menentukan kandidatnya. Terkait Cawapres hingga saat ini masih dilakukan penelitian dengan cermat dan hati-hati. Karena masih ingin lebih dulu memastikan koalisi. Gerindra pasti dapat teman koalisi.

Seperti yang kita ketahui bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan resmi telah menyatakan kesiapannya untuk kembali maju sebagai calon presiden dalam pemilihan presiden 2019 mendatang.

Pernyataan ini disampaikan oleh Prabowo dalam forum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Gerindra yang telah berlangsung di kediamannya yang berlokasi di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam Rakornas tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus partai, termasuk juga pengurus Partai Gerindra di daerah, yang sejak pagi berduyun-duyun telah mendatangi lokasi Rakornas.

Selain itu, turut hadir pula dalam acara tersebut, sejumlah kader Partai Gerindra yang telah duduk di lembaga legislatif dan juga eksekutif. Selain itu, dari luar partai juga hadir Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yaitu Sohibul Imam.

Prabowo Subianto di hadapatn semua kadernya telah menyatakan diri bahwa dirinya sudah siap untuk maju kembali sebagai calon presiden dalam pemilihan Presiden 2019.

Setelah Prabowo menyatakan diri siap maju sebagai capres, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantoro menyatakan bahwa sekarang tinggal Prabowo membicarakan sosok calon wakil presiden yang akan mendampinginya dengan partai koalisi.

Salah satu cara Prabowo untuk mendapatkan dukungan adalah dengan berkoalisi. Salah satunya yaitu koalisi Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tinggal tunggu ketuk palu. Sejumlah langkah sudah dilakukan guna menjajal kemungkinan untuk koalisi kedua partai tersebut dalam pemilu 2019.

Bahkan kedua partai tersebut telah membentuk sekretariat atau posko bersama yang berlokasi di Rumah The Kemuning, Jalan Amir Hamzah Nomor 4, Menteng, Jakarta. Peresmian Sekber dihadiri Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Selain itu turut hadir pula Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik, Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais, dan Sekretaris Jenderal PKS Mustafa Kamal. Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno, yang didapuk sebagai Ketua Tim Pemenangan Pemilihan Presiden (Pilpres) juga turut hadir.

Fadli Zon selaku Wakil Ketua Umum Partai Gerindra menyatakan pembentukan Sekretariat Bersama (Sekber) ini merupakan inisiatif dari kader Gerindra yang sering berkomunikasi dengan PKS. Ini adalah lanjutan pertemuan di restoran Meradelima antara  Gerindra dan PKS.

Ketua DPP partai Gerindra Ahmad Riza Patria menyampaikan bahwa saat ini sudah beredar nama- nama calon pendamping Prabowo Subianto untuk mendampinginya maju pilpres 2019.

Nama yang beredar bagus adalah Anies, Aher (Ahmad Heryawan), Gatot. Nama lain yang beredar siapa yang mungkin ada pendekatannya, persyaratan KPU, hasil survei, chemistry bisa kerja sama, termasuk orang yang kita yakini jika menjadi cawapres Prabowo meningkatkan elektabilitas bisa kalahkan Jokowi.

Riza juga menambahkan bahwa nama- nama cawapres Prabowo juga potensial sekali. Ia menjelaskan semua daftar nama pendamping Prabowo yang beredar tadi pasti dipertimbangkan khususnya elektabilitas dan dapat menumbangkan petahanan dari Joko Widodo.

Berkaca pada pimpinan koalisi oposisi Malaysia, Pakatan Harapan yang dipimpin oleh Mahathir Mohamad yang menjadi pemenang dalam pemilu di Malaysia. Oleh sebab itu Partai Gerindra yang juga menjadi partai oposisi kian bersemangat untuk mengantongi kemenangan dalam pilpres 2019.

Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade merasa bahwa itu adalah pertanda yang insyaallah merupakan pertanda angin perubahan akan terjadi.

Gerindra sendiri juga menyamakan Ketua Umumnya Prabowo Subianto dengan Mahathir. Andre merasa yakin dalam pilpres 2019 Prabowo bisa mengalahkan Presiden Joko widodo sama dengan Mahathir Mohamad yang mengalahkan Perdana Menteri Najib Razak.

Bukan tanpa alasan Andre lantas memprediksi pihaknya akan mendapatkan kemenangan pada pemilu 2019. Hal tersebut karena tren yang terjadi di Malaysia diklaim sama seperti di yang terjadi di Indonesia.

Oposisi Malaysia menang karena kemerosotan ekonomi dan isu investasi Tiongkok, persis seperti di Indonesia. Kalau rezim penguasa tidak mampu melaksanakan janji kampanye, tentu rakyat akan menghukum di pemilu berikutnya.

Andre lalu membeberkan janji-janji kampanye Jokowi yang dinilai masih belum terealisasi. Dia juga mengklaim sejumlah hal yang dianggapnya sebagai kegagalan dari pemerintahan Jokowi.

Kita tahu bahwa Pak Jokowi telah berjanji akan membuat ekonomi meroket, membuka 10 juta lapangan pekerjaan, serta membuat rakyat sejahtera. Tapi kenyataannya kan berbanding terbalik, ekonomi terpuruk, kehidupan semakin susah, harga bahan kebutuhan bahan pokok tinggi, daya beli masyarakat melemah, pengangguran meningkat.

Bukan itu saja, bahkan ia juga mengungkit mengenai isu tenaga kerja asing (TKA) yang sedang ditudingkan ke pemerintah Jokowi. Andre menyebutkan bahwa Jokowi akan mempunyai nasib yang sama dengan PM Najib.

Jadi wajar jika nanti dalam Pemilu 2019 rakyat akan menghukum pemerintah dengan tak memilih Pak Jokowi lagi sebab telah dinilai gagal melaksanakan janjinya.

Saat ini partai Gerindra sedang menggodok daftar nama bakal calon wakil presiden yang bertujuan untuk mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2019. 13 nama bakal cawapres disebut telah masuk daftar mendampingi Prabowo Subianto.

Sejumlah nama itu saat ini tengah dijaring dalam survei internal dan nantinya akan diajukan ke Prabowo dan rekan koalisi.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik menyatakan kepada wartawan telah ada 13 nama untuk saat ini dan untuk survei internal itu dibuat jelang persiapan masa pendaftaran tiga bulan mendatang.

Ia memastikan, koalisi yang telah dibangun bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga bakal dijalin bersama Partai Amanat Nasional (PAN). Survei internal rencananya bakal diumumkan dalam 1 sampai 2 hari ke depan.

Dari seluruh nama yang dijaring, 9 diantaranya merupakan kader PKS. Ia enggan menyebut, empat nama lain baik itu dari kalangan sipil atau pun militer.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here