Gerindra: Pilpres 2019 Inkumben Bakal Kalah

0
870

Jakarta, namalonews.com- Ahmad Riza Patria, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra menerangkan kemenangan Mahathir Muhammad di Malaysia dalam pemilihan umum semakin mempertebal semangat Partai Gerindra dalam pencalonan Prabowo Subianto menjadi calon presiden tahun pilpres mendatang.

Sangat menarik untuk disimak dan dipahami. Pemilihan Umum di negara Malaysia bisa menunjukkan bahwa inkumben ternyata bisa dikalahkan dengan partai lainnya.

”Sepuluh tahun inkumben saja ini bisa dikalahkan. Jelas menambah keyakinan saya bahwa di Indonesia inkumben nanti, tahun 2019 juga bisa kalah,” kata Riza Patria di Jakarta, Kamis, 10/05/2018 pada media.

Lebih lanjut, informasi yang memperkuat alibi tersebut tidak hanya terinspirasi dari kemenangan pemilu di Malaysia, akan tetapi juga Riza menerangkan bahwa kemenangan pemimpin Koalisi Pakatan Harapan tersebut  membuktikan bahwa usia tidak menjadi persalan serius dalam pemilu. Hal ini juga lagi seru dalam pemberitaan di Indonesia terkait balon (bakal calon) capres maupun cawapres dari segi usia.

“Di dunia itu ternyata umur tidak harus menjadi masalah,” terangnya. Mahathir kini berusia 92 tahun. Bahkan banyak pemimpin dunia yang berusia lanjut, dan hal itu tidak menjadikan masalah. Vladimir Putin juga Donald Trump, beliau berusia lanjut dan senior tetap menjadi pemimpin yang disegani dan bijaksana dalam menjalankan pemerintahan.

Namun demikian, sangat penting sekali dengan kehadiran para politikus muda. Para penerus yang brilian ini harus didorong semaksimal mungkin untuk regenerasi. Politikus yang berusia lanjut tentunya lebih dewasa dan matang dalam asam garam pemerintahan sehingga dapat memberikan kepastian dalam menentukan pendapatnya.

Dalam pemilihan umum di Malaysia, sebelumnya Koalisi Pakatan Harapan pimpinan Perdana Menteri Mahathir Muhammad memenangkan kontestasi tersebut. Dalam pemilu di Malysia, Partai Mahathir memenangkan dengan mayoritas suara mutlak.

Lebih lanjut, Riza, hal terkait membuat Mahathir Muhammad yang notabene telah menguasai waktu dalam menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia selama 22 tahun, bakal lagi memimpin tampuk pemerintahan  yang sebelumnya dipimpin Najib Razak.

Sebagaimana sebelumnya Najib Razak adalah Perdana Menteri selama sembilan tahun dan merupakan didikan Mahathir Muhammad namun terjadi perpecahan.

Dengan kemenangan Pakatan Harapan ini menjadi batas akhir dominasi koalisi Barisan Nasional. Partai ini telah berkuasa di Malaysia selama 61 tahun. Termasuk di dalamya, sejak menjadi Perdana Menteri dari tahun 1981 sampai dengan 2003.

Dengan anggota koalisinya Pakatan Harapan, Democratic Action Party, maupun Partai Keadilan Rakyat berhasil meraih suara mayoritas dan berhasil menguasai kursi di Dewan Rakyat Malaysia.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here