Gunung Merapi Meletus, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang

0
99

Jakarta, namalonews.com- Gunung Merapai di perbatasan Klaten-Magelang, Boyolali dan Sleman melontarkan abu vulkanik, pasir, dan material piroklatik pada Jumat (11/5/2018) pagi. Masyarakat pun diimbau tetap tenang.

Saat ini, status gunung merapi masi tetap normal aktif. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebut letusan abu vulkani, pasir dan material piroklatik dari gunung merapi disebut letusan Freatik. Letusan ini terjadi akibat dorongan tekanan uap air, yang disebabkan kontak massa air dengan panas di bawah kawah gunung Merapi.

Letusan ini disertai dengan suara gemuruh, tekanan sedang-kuat, dan tinggi kolom mencapai 5.500 meter dari puncak kawah. Letusan tersebut berlangsung tiba-tiba.

Nugroho menyebut jenis letusan ini tidak berbahaya dan bisa terjadi kapan saja terutama saat gunung api aktif. Biasanya, letusan hanya berlangsung sesaat.

“Status Gunung Merapi hingga kini masih tetap normal dengan radius berbahaya adalah 3 kilometer dari puncak kawah. PVBMG tidak menaikkan status gunung tersebut dan masih terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik,” katanya.

BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang. Saat ini, belum ada laporan jiwa akibat peristiwa tersebut. BNPD dan aparat masih melakukan pemantauan.

“BNPN Sleman telah menginstruksikan masyarakat yang tinggal dalam radius 5 kilometer seperti daerah Kinahrejo sudah diperintahkan untuk evakuasi ke bawah di barak pengungsi. Masyarakat merespons dengan evakuasi mandiri ke tempat yang aman,” katanya.

BPBD telah menyalurkan masker. Hujan abu diperkirakan turun di sekitar gunung Merapi, khususnya di bagian selatang dan tergantung dari arah angin.

“Dilaporkan hujan abu vulkanik terjadi di Tugu Kaliurang Sleman Yogyakarta. Posko BNPB  terus berkoordinasi dengan BNPD,” katanya.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here