Oposisi Malaysia Menang, Fahri Hamzah Yakin Jokowi Tumbang

0
234

Jakarta, namalonews.com- Kamis, 9 Mei 2018  lalu Malaysia menyelenggarakan pemilu. Sebanyak 14.940.624 warga Malaysia terdaftar sebagai pemilih. Dalam pemilu tersebut rakyat Malaysia datang ke TPS untuk memilih calon pemimpin dari dua orang yang bertarung yakni, Najib Rajak (calon petahana) dan rivalnya, mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad.

Najib Razak  dari kubu Barisan Nasional dan diusung 13 koalisi partai politik dengan Partai UMNO sebagai motor. Mahathir Mohamad berasal dari koalisi oposisi Pakatan Harapan.

Hasil resmi dari Komisi Pemilihan Malaysia memperlihatkan bahwa koalisi oposisi Pakatan Harapan meraih kemenangan.

Berita kemenangan Mahathir Mohamad yang kini berusia 92 tahun tersebut mendapat tanggapan dari sejumlah tokoh oposisi Indonesia.

“Keberhasilan Mahathir Mohamad memenangkan pemilihan umum di Malaysia tidak terlepas dari sikap konsisten melawan ketidakadilan di negeri jiran tersebut,” ungkap Waketum Gerindra, Ferry Juliantono.

Tanggapan berbeda disampaikan Amien Rais. Amien Rais, menyebut bahwa kemenangan Mahathir Mohamad akan berdampak di Indonesia. Dia yakin kemenangan yang sama akan diraih partai oposisi di Indonesia di pemilu 2019.

“(Mahathir) menghadapi Najib (petahana) yang sangat kuat, menguasai polisi, menguasai ini dan lain-lain. Kalah Najib,” kata Amien belum lama ini.

“Insyaallah ini (pemilu Indonesia 2019) juga akan seperti itu,” lanjut Amien.

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, pun memberikan komentar. Fahri memprediksi bahwa koalisi pemerintahan Jokowi juga akan tumbang dan dikalahkan oleh oposisi pada 2019.

“Ya, ini tentang kemenangan Mahathir dan hikmahnya untuk Indonesia. Ini adalah fenomena yang sangat mengejutkan karena seorang yang berusia hampir 92 tahun tiba-tiba akan dilantik kembali menjadi pemimpin negara. Pada saat orang lain sudah pensiun dan berhenti. Beliau malah menang,” ujar Fahri kepada wartawan, Kamis (10/5/2018).

“Karena itu kemudian, kalaupun incumbent gagal membaca dinamika dan keinginan masyarakat secara tepat, dia tersingkir begitu mudah. Kekuasaan Barisan Nasional yang begitu lama, begitu kuat, tampak menguasai dan mengontrol Malaysia, tiba-tiba dalam waktu yang singkat itu hilang, jadi kalah,” imbuhnya.

Fahri Hamzah yakin, kabinet Presiden Jokowi tidak akan berlanjut pada periode kedua. Dia yakin akan ada pemimpin baru pengganti Jokowi.

“Sepertinya kekuasaan yang ada sekarang ini dan kekuasaan pemerintah sekarang ini akan berakhir, cukup sampai di sini,” kata Fahri.

Fahri menyebut peristiwa politik di Malaysia perlu menjadi pelajaran bagi incumbent pimpinan pemerintah, termasuk Indonesia. Dia menyebut prediksi dari lembaga survei sekalipun belum tentu akurat kebenarannya.

“Hati-hati dengan perasaan publik, dengan pikiran publik yang kadang-kadang tidak bisa ditebak oleh lembaga-lembaga survei karena zaman ini lebih dinamis. Perasaan publik  kadang penuh misteri,” sebut Fahri.

Dari hasil pemilu Malaysia ini, dia pun memprediksi akan ada pemimpin baru di Indonesia. Fahri meyakini akan ada pihak oposisi yang akan membawa Indonesia menjadi lebih baik.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here