Presiden: Palestina Ada Dalam Helaan Nafas Diplomasi Indonesia

0
98

Jakarta, namalonews.com- Presiden Jokowi mengecam keras keputusan Amerika Serikat yang memindahkan kantor kedutaan besar di Israel dari kota Tel Aviv ke Yerusalem.

“Keputusan pemindahan kedubes tersebut melanggar berbagai resolusi yang dikemukakan Dewan Keamanan dan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” ujar Presiden Jokowi saat membuka pertemuan Trilateral Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Jumat (11/5/2018).

Oleh karena itu, Presiden Jokowi mendesak Dewan Keamanan dan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera membahas masalah keputusan Amerika Serikat tersebut dan mengambil langkah selanjutnya.

Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta negara lain untuk tidak mengikuti pemindahan keduataan besarnya ke Yerusalem seperti yang dilakukan Amerika Serikat. Presiden menyebut pemindahan kedubes AS ke Yerusalem mengganggu proses perdamaian dan bahkan mengancam perdamaian itu sendiri.

“Kita bersama rakyat Indonesia akan terus berjuang bersama rakyat Palestina. Palestina akan selalu ada dalam setiap helaan nafas diplomasi Indonesia,” kata Presiden Jokowi.

Pembukaan pertemuan Trilateral Ulama Indonesia, Afganistan, dan Pakistan ini dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here