Amien Rais ‘Beleguk’, UU Pro Asing

0
168

Jakarta, namalonews.com- Polemik terus bergulir. Gonjang ganjir informasi maupun sindiran pedas terus saling lontar. Tokoh-tokoh politik pun saling adu argumen. Politikus senior dari Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, kian santer dalam sindirannya yang dinilai netizen terlalu panas. Dalam keterangannya, beliau menyebut Indonesia bangsa ‘pekok’ lantaran Undang-Undang Migas yang dinilainya terlalu pro terhadap asing.

Terkait hal tersebut, pihak Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menanggapi bahwa Amien Rais ‘beleguk’ lantaran undang-undang tersebut disahkan di saat Amien Rais menjabat sebagai Ketua MPR RI.

“Ketika Undang-Undang Migas No.22/2001 disusun dan disahkan dia ada di Senayan bukan? Kenapa diam? Jangan-jangan dia juga beleguk,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Hanura, Inas Nasrullah, pada media, Jumat 11/05/2018 di Jakarta.

Lebih lanjut, Inas Nasrullah menyayangkan ucapan yang dilontarkan oleh senior politikus Partai PAN itu. Kenapa harus kepada bangsa sendiri. Malah Inas menuding Amien Rais merupakan orang asing yang hanya menumpang tinggal di Indonesia.

“Semakin jelaskan kecomberannya Amien Rais! Bangsanya sendiri dihina! Dicaci maki! Karena memang dasarnya dia bukan pribumi Indonesia, melainkan orang Pakistan yang numpang hidup di Indonesia,” kata anggota DPR yang duduk di Komisi VI itu.

Terkait pernyataannya, Amien Rais menghubungkan perihal undang-undang di Indonesia yang dianggap pro kepada asing yang sekaligus merugikan bangsa dan rakyat Indonesia. Sebagai contoh yakni, Undang-Undang Migas. Sehingga ia menyebut Indonesia adalah bangsa yang pekok atau bodoh.

“Ini ada UU yang aneh dan ajaib. Bahwa gas alam di perut bumi Indonesia, itu boleh digunakan oleh bangsa sendiri setelah bangsa lain dicukupi kebutuhannya,” kata Amien saat mengisi ceramah di Masjid Muthohirin Yogyakarta, Kamis (10/5).

Lebih lanjut, Amien Rais menerangkan, tehadap kebijakan tersebut adalah sesuatu yang aneh. Karena kebutuhan dalam negeri dikalahkan atau dikorbankan untuk memenuhi kebutuhan negara lain seperti Tiongkok, Taiwan maupun Singapura. Ini dianggapnya meninggalkan Indonesia.

Terkait dengan pernyataan Amien Rais tentang undang-undang yang pro asing, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengingatkan peran PAN justru sering terlibat dalam pembahasan undang-undang yang bersifat liberal. Contohnya Undang-Undang Penanaman Modal No.25/2007.

“Hanya saja, yang pantas kita sesali, sejumlah UU yang paling liberal, ketua Pansus atau Panja-nya malahan teman-teman dari PAN, yang notebene anak buah Pak Amien. Contohnya UU Penanaman Modal,” kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno kepada media, Jumat (11/5/2018), di Jakarta.

Lebih lanjut Hendrawan  juga mengungkit peran Amien Rais dalam amandemen UUD 1945. “Bahkan amandemen Pasal 33 UUD NRI 1945, juga terjadi saat Pak Amien jadi Ketua MPR. Desakan liberalisasi sedemikian kuat, sehingga secara kolektif pun kita tak sanggup membendungnya,” ujarnya.

Seyogianya para elite di negara Indonesia ini bisa bekerja sama guna mencerdaskan kehidupan bangsa. Sikap saling tuding tak akan menyelesaikan permasalahan. Lebih baik mari membangun kebersamaan nasional, membentuk sinergi nasional agar pembangunan nasional cepat tercapai. Seperti Trisakti Bung Karno. Berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian secara kebudayaan, itulah oreintasi dan langkah awal yang harus diterapkan secara nyata dalam kehidupn berbangsa dan bernegara.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here