Cak Imin Khawatir, Jokowi Kalah di Pilpres 2019

0
575

Jakarta, namalonews.com- Tahun  depan akan diadakan pemilihan presiden untuk periode 2019-2024. Itulah sebabnya, sejak saat ini sudah bermunculan bakal calon presiden dan wakil presiden. Berbagai survei memunculkan sejumlah nama calon untuk maju menjadi presiden dan wakil presiden pada pemilu presiden yang menurut rencana akan digelar pada tanggal 8 April 2019.

Dua nama calon presiden yang sampai saat ini menurut berbagai survei berada di urutan paling atas adalah Joko Widodo (Jokowi) sebagai petahana dan Prabowo Subianto sebagai penantang. Hingga saat ini kedua bakal calon presiden tersebut belum menetapkan siapa bakal calon presiden yang akan mendampinginya.

Berbagai lembaga survei menempatkan Jokowi berada pada urutan paling atas. Itu artinya Jokowi diprediksi bisa menjadi presiden untuk yang kedua kalinya jika ia memenangi pilpres. Meski demikian, ada juga lembaga survei yang memenangkan Prabowo Subianto, yakni Voxpol.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Chaniago, memprediksi Joko Widodo atau Jokowi bakal kalah, apabila Pemilihan Presiden 2019 berlangsung dua putaran. Dia memperkirakan skema yang terjadi pada Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta pada 2017 akan kembali terjadi.

“Jadi poros yang enggak masuk putaran kedua bergabung dengan lawan Jokowi. Jadi intinya, asal bukan Jokowi,” ujar Pangi.

Kemungkinan Jokowi kalah dalam pilpres juga dikemukakan oleh Muhaimin Iskandar, ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa. Cak Imin, sapaan akrabnya, meyakini bahwa Jokowi kalah dalam pilpres jika mantan gubernur DKI Jakarta itu tidak menggandengnya sebagai wakil presiden.

“Saya ini cinta Pak Jokowi. Pak Jokowi harus terpilih lagi. Kalau Pak Jokowi tidak dengan saya, saya sangat khawatir Pak Jokowi tidak terpilih lagi,” kata Muhaimin seusai pertemuan dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, belum lama ini.

“PKB hanya mau menjadi wapres,” ujarnya.

Berdasarkan hitung-hitungan di internal partai, menurut dia, tidak mungkin memenangi pemilu jika tidak mendapat dukungan partainya. Ia pun enggan menanggapi kemungkinannya batal dilirik Jokowi.

“Enggak usah dipikir, yang penting wapres. Jangan bicara plan b, plan a harus sukses,” tambahnya.

Muhaimin getol menjadi pendamping Jokowi dalam pilpres 2019. Alasannya, para kiai Nahdlatul Ulama telah memintanya maju dalam pemilihan. Dia pun mengklaim telah mendapat dukungan dari Jokowi untuk memilihnya sebagai calon wakil presiden.

Untuk mewujudkan keinginannya itu Cak Imin tidak main-main. Bahkan, ia telah  bekerja secara konkret dengan membuat sejumlah posko.

“Pak Jokowi merestui saya bikin posko Join di mana-mana, Bang Airlangga (Ketua Partai Golkar) memberikan penghormatan kepada langkah-langkah saya, Pak Hasto (Sekretaris Jenderal PDIP) juga support. Insyaallah aman,” tuturnya.

Meski begitu, Muhaimin tak mau menutup kemungkinan bergabung dengan koalisi pendukung Prabowo Subianto dalam pilpres 2019. Ia percaya diri akan dipilih sebagai cawapres jika bergabung.

“Prabowo menang kalau hanya sama saya, tapi saya sudah putuskan Join (dengan Jokowi),” katanya.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here