Pilkada Jateng, Polemik Program-Gilas Elektabilitas

0
2677

Jakarta, namalonews.com- Dalam deklarasi pencalonan gubernur untuk Provinsi Jawa Tengah, Sudirman Said (SS), calon Gubernur Jawa Tengah antusias dengan program yang dicanangkan yaitu mendorong adanya pertanian organik. Pencanangan program ini dinilai baik karena selain ramah lingkungan, perolehan dari hasil petani organik tersebut dianggapnya lebih mumpuni jika dibanding dengan bertani seperti biasa atau konvensional. Karena bertani organik lebih efisien dan efektif.

“Bertani dengan cara ini saya kira akan tambah lebih baik. Karena  cara bertani seperti ini ada unsur pemilihan lahan, konservasi lingkungan, maupun dampak aspek kesehatan terhadap masyarakat,” ujar mantan Menteri ESDM di Kantor Serikat Paguyupan Petani Qaryah Thayibah, Salatiga, Kamis 11/05/2018 pada media.

Lebih lanjut, Sudirman menerangkan, para petani yang dalam penggunaan zat pestisida sebagai pengusir hawa akan memberikan imbas kepada lingkungan yang kurang baik. Selain ketergantungan lingkungan terutama pertanian tergannggu, penggunaan zat kimia tersebut juga dipandangnya kurang ramah terhadap lingkungan. Dengan demikian, sebagai gantinya pertanian organik menjadi solusinya. Yang selama ini masalah terkait pupuk yang sering menjadi persoalan yang sering dikeluhkan. Para petani merasa dipermainkan dengan kondisi pupuk yang kadang disinyalir hilang dari peradaran.

Sebagai pupuk alami, juga limbah kotoran dari hewan piaraan. Bukan dari pupuk buatan dan sangat ramah dengan lingkungan. Dan jika ada anggapan pengguanan pupuk organik akan menghasilkan panen yang kurang memuaskan atau hanya sedikit, gara-gara menggunakan pupuk kandang, itu tidak benar, Itu salah kaprah yang perlu diluruskan.

“Pada beberapa kejadian, hasil yang didapat justru lebih tinggi. Pun pula aman, dan lebih bersahabat dengan lingkungan sekitar,” tambah Sudirman.

Lebih lanjut, Sudirman Said mencanangkan program petani organik tersebut memang relevan diterapkan di daerah Jawa Tengah karena dipandang di daerah tersebut memang cocok dan lahan yang tersedia sangat produktif dalam penerapan programnya.

Jika hal tersebut terlaksana diharapkan, kedaulatan pangan di Jawa Tengah khususunya akan segera tercapai. Kebutuhan petani terpenuhi dan dengan mudah kemakmuran rakyat dapat tercapai. Program tersebut sudah termasuk dalam perencanaan 22 janji kinerja bersama Ida Faziyah sebagai calon wakilnya.

Sementara itu, tim pemenangam Ganjar Pranowo menganggap beda, program rencana yang dicanangkan oleh Sudirman Said tersebut. Lebih lanjut, Tim Pemenangan pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maimoen menilai, rancangan yang dicanangkan tim Sudirman Said itu ecek ecek. Hal ini dikaitkan dengan hasil popularitas tim kemenangan lawannya hanya 22,4 persen.

“Tim pemenangan Ganjar-Yasin question mark (tanda tanya) gerakan atau strategi Pak SS, wong pinter masak strateginya kayak gini, mohon maaf ecek-ecek, bukan gerakan orang yang punya kapasitas tempur,” kata Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto di Semarang, beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan tersebut Bambang bersamaan peresmian posko Ganjar-Yasin di Semarang. Juga PDIP merilis hasil survei internal per tanggal 12-15 Maret 2018, popularitas dan elektabilitas Ganjar-Yasin sangat memuaskan.

Kendati demikian, tim pemenangan Ganjar-Yasin tetap mewaspadai semua pergerakan dari pasangan calon Sudirman-Ida, apalagi melihat latar belakang Sudirman Said.

“Lihat saja track record Pak SS, dia lulusan STAN, bekerja pertama di swasta, terus jadi Menteri ESDM. Sebelumnya, sempat di Pindad dan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Itu ilmunya beda semua, pasti ada network yang kuat di belakangnya, termasuk Anies dan Sandiaga (Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta). Atas dasar itu, kami meningkatkan kewaspadaan,” terangnya pada media.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here