BOM Bunuh Diri Meledak di Tiga Gereja Surabaya

0
154

Jakarta, namalonews.com- Setelah sejenak meredamnya kerusuhan di Mako Brimob, Indonesia kembali diguncangkan oleh suatu peristiwa yang terjadi di Surabaya. Kali ini terjadi peristiwa bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya. Ledakan bom bunuh diri ini terjadi di GKI Diponegoro, Gereja Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel utara, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya atau GPPS Sawahan di Jl. Arjuno, Surabaya. Semua ledakan terjadi berurutan sekitar pukul 07.00 WIB dengan masing-masing ledakan kira-kira berjarak 5 menit.
Belum diketahui motif dan dari mana pelaku bom bunuh diri yang terjadi di tiga gereja di Surabaya ini. Sampai saat ini pihak kepolisian telah melakukan penyisiran dan pengamanan di tiga gereja yang menjadi lokasi ledakan bom. Selain itu, Polisi juga telah memasang police line di sekitar ketiga gereja tersebut untuk memudahkan proses penyelidikan.
Ledakan terjadi di depan Geraja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro, Surabaya, pagi hari tadi sekitar pukul 07.00 WIB. Ledakan bom di GKI Diponegoro diduga berasal dari bom bunuh diri yang dilakukan oleh seorang wanita di area parkir depan gereja.
Muhammad Walid, seorang Korespoden CNNIndonesia TV, mengatakan bahwa ledakan bom di gereja tersebut menewaskan seorang perempuan yang diduga pelaku bom bunuh diri, serta menewaskan dua orang anak. Akan tetapi belum diketahui apakah kedua anak tersebut berkaitan dengan terduga pelaku bom bunuh diri atau tidak.
Berdasarkan penjelasan dari Didin, salah seorang jemaah yang pagi tadi beribadah di GKI Diponegoro, awalnya ada seorang perempuan beserta dua orang anak yang ingin menerobos masuk. Tetapi setelah itu langsung terjadi ledakan. Menurut Didin, berdasarkan informasi yang beredar, bom juga dibawa oleh anak-anak yang mengikuti perempuan tersebut. Saat ini, kondisi tubuh ketiganya masih tercerai berai di area parkir di depan GKI Diponegoro.
Menurut Muhammad Walid setelah mendapatkan keterangan dari pihak kepolisisan pada hari Minggu (13/5), ledakan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB ketika jemaat melaksanakan misa. Ledakan itu terjadi di area parkir motor gereja. Sementara, diduga perempuan itu pelaku bom bunuh diri, dan belum diketahui apakah membawa anak, atau korban orang lain.
Korban Ledakan Bom Bunuh Diri: 9 Orang Meninggal, 40 Orang Terluka
Sampai sejauh ini, korban ledakan bom bunuh diri terus bertambah, laporan sebelumnya yang melaporkan terdapat 8 orang meninggal dunia dan 38 orang terluka, kini telah bertambah. Ledakan bom diduga bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya ini menyebabkan sembilan orang meninggal dunia dan 40 orang terluka. Semua korban ledakan, baik korban yang meninggal dunia maupun terluka, saat ini telah dibawa menuju Rumah Sakit Dr. Soetomo dan Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.
Komisaris Besar Frans Barung Mangera, selaku Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur mengatakan bahwa terdapat lima korban meninggal di Gereja Santa Maria Tak Bercela Jl. Ngagel utara, dua orang meninggal di dekat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro, dan dua orang meninggal di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Sawahan di Jl. Arjuno, Surabaya. Hingga saat ini pihak kepolisian terus melakukan identifikasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kronologi Kejadian
Gereja GKI Diponegoro
Menurut Antonius, seorang satpam di GKI Diponegoro, pagi hari sekitar pukul 07.45 WIB terdapat seorang perempuan dengan dua anak datang dengan membawa 2 tas. Seorang perempuan beserta dua anak ini mencoba untuk menerobos masuk meskipun telah dihadang oleh salah seorang petugas yang berjaga. Namun tiba-tiba perempuan itu memeluk petugas dan akhirnya meledak.
Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS)
Ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), terjadi dari bom mobil. Akibat ledakan di GPPS ini, telah dilaporkan sebanyak 5 mobil dan 30 sepeda motor terbakar. Untuk mengatasi hal ini, 2 mobil pemadam kebakaran telah dikerahkan di lokasi kejadian.
Selain itu, di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, ditemukan satu bom yang belum meledak. Bom yang masih belum meledak ini ditemukan tergeletak di dalam sebuah mobil di area parkir GPPS. Bom ini kemudian dijinakkan oleh tim Gegana dengan cara diledakkan. Dari hal ini dapat diketahui bahwa sementara terdapat dua bom yang ditujukan pada GPPPS, namun hanya satu yang telah meledak.
Gereja Santa Maria Tak Tercela
Sedangkan, ledakan bom yang terjadi di Gereja Santa Maria disebabkan oleh bom bunuh diri yang dilakukan oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor. Berdasarkan keterangan saksi, terdapat dua orang yang berboncengan mengendarai sepeda motor dan membawa dua ransel. Kemudian dua orang ini berusaha untuk menerobos masuk gereja namun dihadang oleh satpam. Tidak lama kemudian orang yang mengendarai sepeda motor tersebut meledak.
Menurut Romo Tri, Vikjen Keuskupan Surabaya, orang yang masuk gereja seharusnya mengambil tiket, akan tetapi ada pengendara motor yang langsung menerobos dan tiba-tiba meledak ketika dihadang oleh satpam.
Disampaikan oleh Romo Tri, bahwa terdapat dua polisi yang setiap hari berjaga di Polse ikut menjadi korban ledakan. Satpam dan dan dua orang polisis terluka parah, bahkan satu orang meninggal dunia. Selain itu, terdapat korban seorang anak kecil yang langusng meninggal di tempat. Saat ini, gereja telah diamankan oleh petugas.

Diduga Satu Pelaku Masih Berkeliaran
Ledakan yang terjadi pagi hari tadi masih meninggalkan sedikit kecemasan di masyarakat. Pasalnya, diduga satu orang pelaku bom bunuh diri di gereja Surabaya masih berkeliaran di Surabaya.
Dilansir dari Tribun Jatim, informasi ini berasal dari Surya, yang mengatakan bahwa seorang pelaku masih berkeliaran dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter Z. Berdasarkan sumber yang beredar di lapangan, pelaku yang masih berkeliaran ini juga membawa bom yang siap diledakkan. Oleh karena itu, diminta kepada masyarakat supaya berhati-hati dan mewaspadai pengendara motor tersebut. Akan lebih baik lagi, apabila melihat keberadaan motor tersebut diminta segera melaporkannya ke petugas.
Jangan Takut Melawan Terorisme
Usai terjadinya ledakan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya dini hari tadi, Soekarwo, Gubernur Jawa Timur, meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya warga Jawa Timur untuk tidak takut dalam melawan terorisme.
Soekarwo, dalam kunjungannya di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, menuturkan bahwa pagi ini di Polda Jawa Timur dilaksanakan doa bersama untuk Jawa Timur damai, akan tetapi pagi ini kita juga berduka (atas terjadinya ledakan bom bunuh diri di Surabaya). Beliau mengatakan bahwa limpahan dari kasus kerusuhan di Mako Brimob sangatlah ekstrem.
Beliau juga mengatakan bahwa pihak kepolisian telah memperketat pengamanan di semua lokasi kejadian usai ledakan bom di tiga gereja di Surabaya. Oleh karena itu, beliau berharap kepada seluruh masyarakat Jawa Timur untuk tidak takut dan harus melawan terorisme. Beliau juga mengajak kepada seluruh pihak untuk memperkuat pengamanan di semua tempat.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here