Eksklusif — Akademisi Mahathir Kunci Menang Pemilu Malaysia

0
413

Jakarta, namalonews.com- Bashawir Abdul Ghani selaku pengamat hubungan internasional dari Universiti Utara Malaysia, mengungkapkan jika ketokohan Perdana Menteri Mahathir Mohamad telah menjadi faktor penentu dari kemenangan koalisi oposisi Pakatan Harapan pada pemilu Malaysia tanggal 9 Mei 2018 kemarin.

Pada tanggal 12 Mei 2018 kemarin melalui aplikasi WhatsApp, Bashawir Abdul Ghani pengamat hubungan internasional dari Universiti Utara Malaysia juga mengungkapkan bahwa pemilihan Mahathir sebagai kandidat Perdana Menteri ini telah diterima baik oleh seluruh rakyat di Malaysia.

Bashawir Abdul Ghani pengamat hubungan internasional dari Universiti Utara Malaysia, yang bergelar sebagai profesor dan juga menjabat sebagai assistant vice chancello di UUM, mengatakan jika Mahathir telah diterima dan disukai berbagai kalangan lintas ekonomi, suku dan juga agama di Malaysia. Bahkan dia juga dianggap sebagai Bapak Pembangunan Malaysia.

Kemudian untuk Barisan Nasional, yang telah dipimpin bekas PM Najib Razak, mengalami masalah dengan naiknya harga-harga dari berbagai bahan pokok, dan juga skandal 1 Malaysia Development Berhad.

Kasus dugaan skandal korupsi dana yayasan pemerintah 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang menimpa pemerintahan Perdana Menteri Najib Razak itu ternyata telah melekat dalam benak masyarakat Malaysia.

Rakyat negeri jiran itu bahkan sudah melekatkan sebutan ‘1MDB’ pada Najib. Hal itu juga diungkapkan oleh mahasiswa doktoral Universiti Sains Malaysia yang bernama Zaki Mubarrak.

Zaki bahkan juga menilai isu ini telah menjadi faktor besar kekalahan partai yang dirilis oleh Najib, UMNO dalam Pemilu Malaysia. Kekalahan ini juga lah yang menjadikan posisi perdana menteri yang sebelumnya diisi oleh Najib ini menjadi digantikan oleh pimpinan oposisi, yaitu Mahathir Mohamad.

Seperti yang telah diketahui, bahwa Najib ini telah tersangkut kasus dugaan korupsi 1 MDB. Kasus ini pun juga ada kaitannya dengan penyalahgunaan dana sebesar 4,5 miliar Dolar AS dari badan yang telah dibentuk oleh Najib. Dan sekarang ini kasus tersebut sedang diselidiki oleh otoritas hukum Amerika Serikat dan juga negara lain seperti halnya negara Swiss dan juga Singapura.

Bashawir juga mengungkapkan jika Najib juga terkesan ceroboh dalam menangani isu-isu besar ini. Selain itu bashawir juga mengungkapkan jika isu kenaikan pajak, 1MDB, dan kebebasan berekspresi tersebut termasuk isu yang besar, dan isu yang besar tersebut harus ditangani dengan sangat hati-hati dan tidak boleh ceroboh.

Dan inilah yang menjadikan Najib bertanggung jawab atas kekalahan Barisan Nasional. Bashawir juga mengungkapkan bahwa Najib layak untuk disalahkan, karena dia yang membuat perintah.

Seperti yang telah diberitakan, bahwa Najib Razak sudah mengundurkan diri dari posisi sebagai Presiden Umno dan ketua Barisan Nasional. Pengunduran diri ini terjadi setelah Umno mengadakan rapat biro politik pada hari Sabtu, tanggal 12 Mei 2018 kemarin. Bagaimana tidak, sebab hanya selang beberapa hari saja sesudah Pemilu, nama Najib justru terlibat kasus dugaan korupsi, yang mana jumlahnya telah mencapai triliun rupiah. Dan berita ini membuat suhu politik di Malaysia menjadi semakin memanas.

Najib telah menyatakan dia memiliki tanggung jawab moral untuk mengundurkan diri setelah kekalahan partai dalam pemilihan umum (pemilu) Malaysia yang ke-14. Deputi Presiden UMNO yang bernama Ahmad Zahid Hamidi akan mengambil alih sebagai presiden UMNO menggantikan Najib.

Pada pemilu Malaysia, Barisan Nasional mengalami kegagalan untuk mendapatkan suara mayoritas dalam pemilu yang ada di Malaysia dan kalah dari koalisi oposisi pimpinan mantan perdana menteri Mahathir Mohamad. Mahathir Mohamas juga sengaja turun ke dunia politik untuk mengalahkan Najib yang dirinya telah dihantui berbagai macam kasus atau skandal korupsi.

Namun, Najib tidak secara eksplisit mengatakan bahwa Ahmad akan melaksanakan tugas-tugas ketua Barisan, namun menjelaskan jika Hishammuddin yang akan melaksanakan tugas-tugas wakil ketua, entah itu untuk Umno ataupun untuk Barisan Nasional. Najib pun juga menambahkan jika konstitusi Umno tidak mempunyai ketentuan untuk seorang presiden di dalam bertindak.

Najib te;ah menjadi PM Malaysia sejak tanggal 3 April 2009, menggantikan Abdullah Ahmad Badawi. Akan ytetapi pada saat pemilu Malaysia 2018, partainya telah kalah dari Pakatan Harapan, dengan demikian posisinya sebagai PM telah digantikan oleh Mahathir Muhammad.

Menenai adanya pembelotan dari sejumlah anggota parlemen BN ke PH yang ada di beberapa negara bagian Malaysia, Bashawir juga menjelaskan,”Saya tidak terkejut. Dia juga mengatakan bahwa mereka tidak ingin terasosiasi lagi dengan Najib. Najib bahkan sudah menjadi beban bagi mereka semua.

Secara terpisah, Datuk M. Razlan Rafii, yang menjabat sebagai ketua Federal Territories Umno Youth, juga mengungkapkan PH banyak menjanjikan perbaikan ekonomi kepada rakyat supaya terpilih pada pemilu/pemilihan umum 2018.

Dia juga menilai sebagian janji-janji tersebut akan sulit ditepati seperti halnya janji untuk menurunkan harga kebutuhan pokok. Ketua Federal Territories Umno Youth itu pun juga memprediksi rakyat akhirnya akan kecewa karena memilih Pakatan Harapan.

Mahathir termasuk pimpinan Pakatan Harapan, yang telah diusung oleh empat partai oposisi Malaysia, diantaranya yaitu PKR, DAP, PPPM, dan juga PAN.
Batas kursi yang sebaiknya dimenangkan supaya dapat membentuk pemerintahan Malaysia yaitu sebanyak 112 kursi. Mahathir pun juga menilai sudah memenangkan enam negara yaitu di Kedah, Selangor, Penang, Melaka, Negeri Sembilan dan juga di Johor.

Komisi Pemilihan Malaysia juga telah mengatakan jika Pakatan Harapan yang menjagokan Mahathir Mohamad untuk dijadikan kandidat perdana menteri sudah memperoleh mayoritas kursi, 112 kursi kursi parlemen dari sejumlah 222 kursi.

Kemenangan itu juga membuka jalan untuk pemimpinnya, mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad yang telah berumur 92 tahun, untuk menjadi seorang pemimpin terpilih dengan usia tertua di dunia.

Bahkan saat itu Barisan Nasional, koalisi pimpinan Perdana Menteri Najib Razak hanya memperoleh 79 kursi. Kekalahan tersebut juga sekaligus mengakhiri kekuasaan partai ini yang selama 61 tahun sejak saat kemerdekaan Malaysia dari Inggris yang telah menguasai pemerintahan.

Dengan kemenangan Mahatir, para investor surat utang di pasar keuangan global mengamati ada kemungkinan Mahathir akan membongkar pajak barang serta jasa yang kurang populer di Negari Jiran tersebut. Dan hal tersebut berarti mengurangi pendapatan pemerintah, seperti yang dijelaskan para analis.

Pasar juga memperkirakan kurs ringgit pada dollar AS akan jatuh kurang lebih sekitar 2% dari 3,948 ringgit per dolar AS pada hari Rabu, minggu yang lalu

Sedangkan untuk pasar keuangan Malaysia sendiri justru bereaksi negatif terhadap hasil pemilihan tersebut, walaupun beberapa analis telah mengatakan mungkin akan ada dampak positif dalam jangka panjang untuk Malaysia yang ada di bawah koalisi Mahathir.

Dalam sebuah catatan penelitian Gareth Leather dan Alex Holmes mengungkapkan jika kemenangannya akan membuka kemungkinan Malaysia akhirnya akan mulai mengatasi beberapa masalah institusional yang telah menghambat prospek jangka panjang yang ada di negara itu.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here