Kaitkan Tragedi Bom Dengan Jokowi 2 Periode, Ruhut Sitompul Dikecam

0
4573

Jakarta, namalonews.com – Minggu, 13 Mei 2018, telah terjadi ledakan bom di Surabaya, Jawa Timur. Hal ini kembali diperjelas oleh juru bicara Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera yang menyatakan bahwa benar telah terjadi ledakan di tiga lokasi.
Ledakan terjadi di tiga tempat dalam interval lima menit. Adapun lokasi ledakan tersebut ialah di Gereja Kristen Indonesia Jalan Diponegoro, Gereja Santa Maria Ngagel, serta Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno. Hingga saat ini, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara sekaligus melakukan identifikasi di lokasi kejadian.
Salah satu ledakan bom yang terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya No. 1, Kelurahan Baratajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya, diduga dilakukan menggunakan bom bunuh diri dengan sepeda motor sekitar pukul 07.15 WIB.
Akibat dari ledakan bom di Surabaya tersebut, sedikitnya 3 orang meninggal dunia serta 12 luka-luka. Akan tetapi, informasi mengenai jumlah korban ini masih terus berubah. Di media sosial pun sejumlah akun juga telah mengunggah beberapa foto serta video ihwal ledakan bom Surabaya itu. Dalam foto tersebut, terlihat sepeda motor tergeletak di jalan.
Cuitan Ruhut Sitompul
Masih dalam suasana yang sama. Bom Surabaya yang masih ramai diperbincangkan diwarnai dengan cuitan Ruhut Sitompul. Ruhut Sitompul mencuitkan pernyataan mengenai bom gereja di Surabaya. Akan tetapi, pernyataan Ruhut yang diunggah dalam akun twitter @ruhutsitompul justru menuai banyak kecaman.
Pernyataan Ruhut sangat dikecam karena dinilai memanfaatkan tragedi bom gereja di Surabaya untuk kepentingan politik. Ruhut juga dianggap telah memprovokasi kelompok tertentu dengan memanfaatkan tragedi bom Surabaya dengan mengaitkannya untuk politik. Terlebih lagi, Ruhut terkesan telah menyudutkan kelompok tertentu mengenai Pilpres 2019.
Jika ditarik garis besar, Ruhut Sitompul justru mengkaitkan ledakan bom dengan Jokowi 2 periode. Warganet sangat heran dengan cuitan Ruhut tersebut. Warganet tak habis pikir mengapa Ruhut mengkaitkan dua hal yang tak ada hubungannya tersebut. Adapun cuitan Ruhut tersebut ialah sebagai berikut.
“Walau teror BOM yg kalian lakukan Sangat Biadab di Beberapa Gereja di Surabaya, Mengakibatkan Korban Orang tidak Berdosa Anak Kecilpun menjadi Korban, Ingat Kami Rakyat Indonesia Tidak pernah Takut, Para Pendukung Pelaku Teror terlihat Semakin Takut Pak JOKOWI 2 Priode MERDEKA,” tulis Ruhut.
Dengan cuitannya tersebut, Ruhut dianggap tidak memiliki empati mengenai duka tragedi bom gereja di Surabaya. Ungkapan kecaman pun disampaikan oleh warganet. Warganet menyayangkan sikap Ruhut sebagai pengacara kawakan yang mengkaitkan bom dengan politik. Kedua hal tersebut tentu saja tak ada sangkut pautnya sehingga dinilai tidak tepat.
Ada salah satu warganet yang menyatakan sebagai pendukung Jokowi namun tak setuju jika menghubungkan ledakan bom dengan politik.
@SilVilla26: Saya pendukung jokowi. Tapi saya ngga setuju kalo kejadian teror masih disangkutkan ke arah politik. Tidak semua hal harus dihubungkan dgn politik dan politik. Makasih.
Selain itu, ada juga warganet yang menganggap Ruhut sebagai pengacara kawakan yang suka membuat suasana menjadi panas.
@ayahdiar: Pengacara kawakan kok kayak gini ya ngomongnya, gak ada hubungan dgn politik bang, org kayak gini nih yg demen manas2in rakyat, mudah2an nggak salah langkah partai baru yg rekrut Abang jd kader barunya …..
Warganet pun menyarankan Ruhut untuk merasa empati dengan serangan ledakan bom yang terjadi. Bukan justru mengkaitkannya dengan masalah politik. Warganet juga mengajak untuk bersama-sama mengkondisikan seluruh rakyat Indonesia supaya rukun dan damai. Bahkan diwarnai dengan #damaiituindah.
@BambyBekti: maaf bang Ruhut…kita empati dulu masalah kemanusiaan dg adanya bom di Surabaya..lebih bijak kalau tidak dicampur aduk dg masalah politik..mari kita bersama mengkondisikan seluruh rakyat Indonesia rukun &damai..#damaiituindah
Warganet berharap masalah ledakan bom yang membuat dunia berduka ini tidak didompleng dengan masalah politik dulu.
@acanknur: Rakyat Indonesia Ini lagi berduka bang , baru aja di Mako Brimob sekarang di Surabaya , ini jangan dulu dompleng ke politik mau 2 priode kek mau 2019 ganti jangan dulu lah..
Kaitan Bom Surabaya Dengan Bom Sidoarjo
Masyarakat yang masih geram dengan aksi bom bunuh diri di Surabaya kembali dikagetkan dengan ledakan bom di Sidoarjo. Terlebih waktunya yang masih berdekatan. Polisi pun menduga pelaku bom di Sidoarjo dengan bom di Surabaya masih bersahabat. Dugaan ini muncul setelah melakukan pencocokan identitas pelaku dua ledakan bom tersebut.
Dugaan tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal M. Iqbal, Senin dini hari, 14 Mei 2018. M. Iqbal menyampaikan bahwa setelah pihaknya melakukan periksa identitas pelaku di Sidoarjo, pelaku peledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo masih bersahabat.
Sebelumnya, telah terjadi dua rangkaian ledakan bom di wilayah Jawa Timur, pada Minggu, 13 Mei 2018. Pada pagi hari, ledakan bom bunuh diri terjadi di tiga gereja di Surabaya. Serangan bom yang ternyata dilakukan oleh satu keluarga tersebut menewaskan 13 orang, tak terkecuali enam orang pelaku.
Lalu di malam harinya, beberapa serangan ledakan bom juga terjadi di sebuah kamar yang berlokasi di blok b Rumah Susun Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur sekitar pukul 20.30 WIB. Iqbal beserta tim kepolisian telah menduga ledakan bom di Sidoarjo itu tidak disengaja.
Iqbal mengatakan bahwa sebenarnya bom ingin diledakan untuk sasaran yang belum diketahui, akan tetapi ternyata meledak di tempat tinggal pelaku. Akibat dari ledakan itu, seseorang yang diketahui bernama Anton serta empat anggota keluarganya menjadi korban.
Iqbal pun mengatakan dua korban di antaranya, yaitu istri Anton dan seorang anaknya yang masih kecil tewas di tempat. Anton sendiri yang masih dalam kondisi terluka terpaksa ditembak sebab masih menggenggam pemicu bom rakitan. “Tangannya masih gerak-gerak, makanya kami lumpuhkan,” katanya. Sementara dua anak Anton yang terluka tengah dirawat di rumah sakit.
Warga Rusun Sidoarjo Dievakuasi
Serangan bom yang meledak di salah satu unit di Rusun Wonocolo, Jalan Sepanjang, Sidoarjo membuat pihak kepolisian menambahkan police line. Saat ini lokasi di area rusun tersebut memang sudah digaris polisi. Minggu, pukul 22.00 WIB, pihak kepolisian, tim inafis, sampai TNI masih melakukan identifikasi lokasi ledakan.
Disamping itu, tampak pula seluruh penghuni rusun telah dievakuasi dari gedung. Para penghuni rusun pun menunggu di area parkiran dengan warga sekitar. Saat ini petugas dari Polda Jawa Timur sudah ada di lokasi. Akses jalan menuju ke rusun pun mulai ditutup oleh polisi.
Meski telah diberi police line, petugas kepolisian masih berjaga di sekitarnya. Para petugas pun melarang warga masuk ke area Rusun. Hal ini dilakukan demi keselamatan warga itu sendiri tentunya. Ambulans pun sudah berada di lokasi kejadian.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here