Pernah Jadi Capres PKB, Kini Rhoma Irama Gabung PAN

0
216

Jakarta, namalonews.com- Sang ‘Ksatria Bergitar’ Rhoma Irama memiliki perjalanan karir yang panjang di bidang politik. Sang Raja Dangdut yang sebelumnya pernah disebut-sebut sebagai capres yang diusung oleh PKB tersebut kini bergabung dengan Partai Amanat Nasional atau PAN.
Dikutip dari tanggapan Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional Viva Yoga Mauladi pada wartawan pada Jum’at (11/5), Rhoma Irama disebut memiliki kesamaan pandangan dalam bidang politik dengan Zulkifli.
“Bang Haji Rhoma dan Bang Zulkifli mempunyai kesamaan pandangan politik dalam hal membangun kemajuan bangsa dan umat,” terang Viva kala itu.
Rhoma Irama sendiri sebelumnya merupakan seorang Ketua Umum dari Partai Idaman atau Partai Islam, Damai, Aman. Setelah partai tersebut dinyatakan tidak lolos menjadi peserta Pemilihan Umum 2019, Rhoma kini membawa kendaraan politiknya tersebut untuk diakuisisi oleh PAN.
Bergabungnya Partai Idaman ke Partai Amanat Nasional ditandai dengan adanya pertemuan antara Rhoma Irama dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan.
Deklarasi bergabungnya Partai Idaman dengan PAN tersebut berlangsung pada Sabtu (12/5) di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan. Deklarasi tersebut bukan hanya dihadiri oleh Ketum PAN dan Idaman saja, tetapi juga para kader.
Dalam acara deklarasi tersebut pun, para kader menyambut meriah akan bergabungnya PAN dan Partai Idaman. Bahkan ada kader yang berteriak menyerukan dukungan pencalonan keduanya pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang.
“PAN-Idaman, menang. Zulkifli capres, Rhoma Irama cawapres,” lontar para pendukung.
Bergabungnya Rhoma Irama, menurut Zulkifli, merupakan suatu kekuatan yang besar dan berpengaruh untuk Pemilu 2019. Menurutnya, dengan bergabungnya Idaman dengan PAN, partainya bisa menyentuk seluruh lapisan yang lebih luas lagi.
Saat ditanya soal Pemilihan Presiden, Zulkifli pun mendukung jika dirinya menjadi calon presiden dan calon presidennya adalah Rhoma.
“PAN kan putuskan capresnya PAN, dan calon wapresnya Bang Haji,” ujar Zulkifli.
Sedangkan terkait dengan bergabungnya Partai Idaman ke PAN, Rhoma menjelaskan bahwa hal tersebut tidak dilakukannya tanpa alasan. Ia mengatakan ada alasan mengapa partainya memilih PAN setelah tidak dapat lolos menjadi peserta Pemilihan Umum di periode mendatang.
Sebelumnya, Rhoma menjelaskan bahwa ada beberapa parpol yang mendatanginya seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dan diantara ketiga partai tersebut, Rhoma menjatuhkan pilihan pada PAN karena adanya kesamaan visi dan paham.
“Bertemulah titik kesepakatan antara keduanya, sehingga pilihan jatuh ke PAN,” jelas Rhoma saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Sabtu (12/5).
Kesepakatan yang dibicarakan disini adalah terkait dengan perkara penegakan etika politik. Disini keduanya bersepakat untuk menghapuskan politik uang yang menurutnya telah menjadi sumber munculnya korupsi dimana-mana.
Selain itu, politikus yang sering dipanggil Bang Haji ini juga mengatakan visi Partai Idaman selaras dengan PAN yaitu untuk menciptakan Indonesia berdaulat dalam politik, budaya, ekonomi dan bidang lainnya.
“Itulah yang disebut Indonesia merdeka,” jelasnya.
Rhoma juga menyebutkan bahwa partainya akan mendorong implementasi Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila dalam hidup berbangsa dan bernegara. Terutama, ia menekankan pada poin sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Menurutnya, terlaksananya sila pertama Pancasila tersebut akan mendukung terwujudnya empat sila lain dalam Pancasila.
“Jadi ini yang kami mau, bukan hanya slogan saja,” tambahnya.
Karena hal tersebutlah, Rhoma Irama kemudian menyatakan bergabung secara resmi dengan PAN. Karena adanya kesamaan dalam visi, misi dan tata cara mengelola bangsa ini akan membuat suatu hal yang kuat. Selain itu, ia juga menilai PAN sangat menghargai keberadaan partai yang dibesutnya tersebut.
“Sehingga nantinya kita ini bukan fusi, tapi seperti koalisi yang bekerja sama,”
Terkait dengan bergabungnya Partai Idaman yang merupakan besutan Rhoma Irama tersebut, Zulkifli Hasan selaku Ketua Umum PAN menyatakan harapannya semoga bergabungnya partai tersebut dapat memberi dampak yang besar karena jaringannya yang luas di seluruh tanah air.
“Jaringannya luas dan besar, tentu akan sangat memperkuat penggalangan kita,” tukasnya.
Zulkifli yang saat ini menjadi Ketua Majelas Permusyawaratan Rakyat tersebut juga menambahkan jika adanya cita-cita yang sama dengan partainya tentu akan memperkuat keduanya. Kesamaan cita-cita tersebut antara lain adalah kepercayaan untuk membela rakyat dan umat, memperjuangkan keadilan dan kesetaraan serta Indonesia yang berdaulat.
“Cita-cita idaman ke masa depan sama, bagaimana ada kesetaraan, keadilan, harmoni, serta saling menghormati dan menghargai,” jelasnya.
Terkait dengan bergabungnya kedua partai tersebut, disebutkan juga bahwa tidak ada diskusi yang panjang antara kedua belah pihak.
“Tidak ada diskusi-diskusi, saling komunikasi saja. Saya penggemar Bang Rhoma dari SD,” ujar Zulkifli kala ditemui di Hotel Royal Kuningan.
Sedangkan saat ditanya mengenai Pemilu 2019, Zulkifli sendiri menjelaskan bahwa hal tersebut akan didiskusikan bersama-sama antara Partai Idaman dan PAN baik di tingkat nasional maupun provinsi, kabupaten dan kota.
Pada saat itu, jelas Zulkifli, belum ada mekanisme terkait dengan bagaimana kedepannya yang akan dilakukan oleh partainya setelah rombongan partai dari Rhoma Irama ikut bergabung. Yang pasti saat ini ia telah menganggap bahwa semua keluarga Idaman juga merupakan keluarga besar dari PAN.
Terkait dengan posisi sang Raja Dangdut tersebut di PAN juga masih belum ada kejelasan.
“Bang Haji kan tetap sebagai Ketua Umum dari Partai Idaman, tetapi sekarang sudah sama-sama di PAN, nanti dimana saja juga siap,” kata Zulkifli terkait hal tersebut.
Sebelumnya, Zulkifli pun menyatakan bahwa bergabungnya Partai Idaman merupakan suatu kehormatan bagi partainya.
“Bang Haji kan legenda seniman musik Indonesia yang menjadikannya kuat di akar rumput,” terang Zulkifli saat ditemui sebelum acara deklarasi bergabungnya Partai Idaman dengan PAN tersebut.
Sedangkan terkiat dengan partainya yang masih berkeyakinan untuk mengusung dirinya sebagai calon presiden, Zulkifli menjelaskan bahwa dirinya masih realistis jika dengan kekuatan saat ini yaitu dengan adanya PAN dan Partai Idaman saja belum cukup untuk menjadi kendaraan politik menuju Pilpres 2019.
Hal tersebut karena adanya peraturan bahwa harus ada minimal 20 persen suara dari hasil Pemilihan Umum 2014 lalu.
Namun, menurut Ketua MPR RI tersebut, tak ada salahnya jika saat ini keduanya mendeklarasikan diri untuk menjadi calon presiden dan juga wakil presiden karena bagaimana pun peta politik ke depannya juga masih belum ada kepastian.
Zulkifli menjelaskan bahwa hingga kini belum ada satu partai pun yang sudah resmi mengusung calon presiden lengkap dengan sebuah surat rekomendasi.
“Parpol ada yang menyatakan dan ada yang belum. Secara resmi malah belum ada. Kalau mendukung itu kan calon presiden dan calon presiden. Namun, rekomendasi parpol masih belum ada,” jelas Zulkifli.
Tentunya untuk langkah ke depan, PAN yang dipimpin oleh Zulkifli dan Partai Idaman yang dipimpin Rhoma Irama ini akan membicarakan lagi terkait dengan langkah mereka kedepannya.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here