Rentetan Ledakan Bom dalam 25 Jam Di Jawa Timur

0
135

Jakarta, namalonews.com- Tercatat 5 kali terjadi ledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo Jawa Timur. Peristiwa ledakan bom tersebut terjadi dalam kurun waktu 25 jam.

Peristiwa tersebut terjadi milai Minggu (13/5/2018) di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya. Kemudian, terjadi juga di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jemaat Sawahan di Jalan Arjuno dan Gereja Kristen Indonesia Diponegoro 146 di Jalan Raya Diponegoro. Ketiga lokasi ini berada di Surabaya.

Polri menyebut peristiwa ledakan bom tersebut dilakukan oleh pimpinan Jamaah Ansarut Daulah (JAD) Surabaya bernama Dita Oepriarto dan keluarganya.

Dita menggunakan bom mobil di Gereja Pantekosta. Sedangkan, Puji dan 2 putrinya meledakkan diri di Gereja Kristen Indonesia, dan 2 putra Dita dan Puji menggunakan bom motor di Gereja Katolik Santa Maria.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung menyebut korban tewas berjumlah 14 orang, 6 di antaranya pengembom tersebut.

Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada Polri untuk benar-benar memerangi terorisme.

Malam harinya, ledakan bom lain terjadi di Rusunawa, Sidoarjo. Dalam peristiwa itu, 3 terduga pelaku tewas (Ayah, Ibu, dan Anak).

Istri dan anaknya tewas dalam ledakan tersebut. Sementara, Anton tewas ditembak polisi karena melawan dan mengancam akan meledakkan bom lagi. Sedangkan, 2 anaknya  mengalami luka-luka. Satu di antara 2 anaknya selamat.

Kemudian, ledakan terjadi lagi pada Senin (14/5/2018) pukul 08.50 WIB di Polrestabes Surabaya. Bom tersebut meledak di pos pemeriksaan depan Polrestabes.

Terlihat dari pantuan namalonews.com, satu mobil berwarna hitam masuk dan diikuti oleh 2 motor ke pos Polrestabes tersebut. Beberapa detik kemudian, motor tersebut meledak.

Saat ini, Polisi belum memberikan konfirmasi akan kepastian jumlah korban dalam peristiwa tersebut.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here