Satu Keluarga Menjadi Pelaku Pengeboman Gereja di Surabaya

0
159

Jakarta, namalonews.com- Peristiwa ledakkan bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur mengakibatkan 13 orang tewas dan 43 orang luka-luka. Satu keluarga yang terdiri Dita (ayah), Puji Kuswati (ibu), dan empat anak yakni YF, FH, FS, dan P, diyakini merupakan pelaku di balik kejadian ini. Mereka tinggal di Perumahan Wisma Indah, Wonorejo Asri, Rungkut, Surabaya.

Hal tersebut diungkapkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Surabaya pada Minggu 13 Mei 2018. “Mereka dari kelompok JAD JAT yang merupakan pendukung utama ISIS di Indonesia. Di Indonesia JAD dipimpin Aman Abdurahman yang ditahan di Mako Brimob. Kemudian kelompok pelaku satu keluarga terkait sel JAD yang ada di Surabaya dan ketuanya adalah Dita ini,” ungkap Kapolri.

Tempat tinggal Dita dan keluarganya termasuk kompleks yang penghuninya berada di posisi kelas menengah. Rumah tersebut ditempati sejak 2010 dengan statusnya milik pribadi.

Tito mengatakan, keluarga ini baru saja pulang dari Suriah setelah belajar strategi teror dan bergabung dengan ISIS. Mereka adalah termasuk 500 orang yang kembali dari Suriah,” ujarnyz.

Dalam peristiwa pengeboman ini, Dita mengemudikan sendiri mobil Toyota Avanza yang berisi bom. Mobil ini juga ditumpangi istrinya, Puji Kuswati dan dua anaknya.

Dita kemudian menurunkan istri dan dua anak perempuannya FS (12) dan VR di gereja di GKI Jalan Diponegoro. Kemudian D membawa mobil diduga berisi bom menuju Gereja Pantekosta. Setelah semua keluarga di drop, Dita kemudian meledakan mobil tersebut di Gereja Pantekosta.

Sedangkan dua anak laki-laki Dita dan Puji Kuswati berinisial Y dan Ir, berangkat sendiri menggunakan motor ke Gereja Santa Maria dan melakukan bom bunuh diri di gereja tersebut.

Sementara itu, Densus 88 saat melakukan penggeledahan di rumah keluarga pengebom 3 gereja itu menemukan sejumlah barang-barang untuk membuat bom. Selain styrofoam ditemukan juga belerang, aseton, HCL, Aquades, H2O, black powder dan korek api kayu.

Juga ditemukan tiga plastik berisi tiga bom yang dimasukkan ke dalam pipa. Bom berdaya ledak tinggi itu ditemukan di dalam rumah dan kemudian berhasil diledakkan oleh tim penjinak bom.

Tim juga menemukan anak panah, busur panah dan lesan panah (target panah). Selain itu tim juga menemukan sejumlah dokumen yang sedang diteliti.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here