Terjadi Ledakan Bom di Tiga Gereja di Surabaya

0
157

Jakarta, namalonews.com- Rentetan ledakan bom bunuh diri kembali terjadi di tiga titik di kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/05/2018) pagi. Gereja yang menjadi sasaran ledakan bom pertama terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel, Kecamatan Gubeng. Kemudian lokasi kedua terjadi ledakan di sebuah gereja di Jalan Diponegoro, dan lokasi ketiga sebuah gereja di Jalan Arjuna.

Pelaku bom bunuh diri di salah-satu gereja di Surabaya tersebut diduga seorang ibu rumah tangga yang membawa serta dua anaknya. “Ibu dan dua anaknya yang berupaya masuk ruang kebaktian ini sempat dihalau oleh seorang sekuriti di pintu masuk GKI Jalan Diponegoro, sebelum kemudian mereka meledakkan diri di halaman gereja,” kata Wakapolrestabes Surabaya, Ajun Komisaris Besar Benny Pramono.

Menurut keterangan polisi, bom pertama meledak sekitar pukul 07.30 wib di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya. Selang sekitar lima menit kemudian bom kedua meledak di Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno, dan tak lama kemudian disusul ledakan di Gereja GKI di Jalan Diponegoro.

Proses identifikasi terhadap korban bom di 3 gereja Surabaya hingga berita ini diturunkan masih terus berlangsung. Polda Jatim menyebutkan saat ini korban tewas berjumlah 13 orang.

“Update korban bom gereja Surabaya, korban tewas 13. Tujuh dari masyarakat, dan 6 orang pelaku,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, Senin (14/5/2018) dini hari.

“43 luka,”  imbuh Barung.

Pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya diduga satu keluarga. Hal tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, berdasarkan hasil investigasi Polri, Minggu (13/5/2018). “Pelaku diduga masih satu keluarga,” ungkap Kapolri saat konferensi pers di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018) petang.

Menurut Kapolri, pelaku yang menyerang di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya yang menggendarai Mobil Avanza adalah bapaknya, bernama Dita. Dia melakuakan serangan bom bunuh diri dengan cara menabrakkan mobil yang dikemudikannya ke Gereja Pantekosta.

Namun sebelum melakukan aksinya, Dita terlebih dahulu mengantar isteri dan dua anak perempuannya di Gereja GKI Jalan Diponegoro. “Isterinya yang diduga meninggal bernama Puji Kuswati. Kemudian anaknya yang perempuan berumur 12 tahun dan PR (9 tahun),” ujar Kapolri.

Sementara di lokasi ledakan ketiga di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela pelakunya adalah dua laki-laki yang juga merupakan putera dari Dita. “Putera dari Pak Dita, yang satu namanya YD usianya 18 tahun dan F, usianya 16 tahun,” jelas Tito.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga menyampakan bahwa pelaku adalah anggota Jemaah JAD. Kelompok ini tidak lain adalah sel jaringan ISIS. “Dita adalah Ketua JAD (jaringan Ansarut Daulah) Surabaya. Jaringan ini kaitannya dengan JAT (Jaringan Ansarut Tauhid), keduanya terkait dengan ISIS, pimpinannya adalah Aman Abdurahman yang saat ini ditahan di Mako Brimob,” kata Tito.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here