Closing Statement Bikin Debat Pilgub Jabar Memanas

0
171

Jakarta, namalonews.com- Debat publik putaran kedua Pilgub Jabar 2018 di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Senin (14/5/2018) awalnya biasa-biasa saja. Masing-masing pasangan calon memaparkan programnya sekaligusnya juga menjawab pertanyaan dari paslon lawan.

Debat publik Pilgub Jabar 2018 yang menampilkan paslon nomor urut 1 Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), nomor urut 2, TB Hasanuddin-Anton Charlian (Hasanah), nomor urut 3 Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik), dan paslon nomor 4 Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Duo D) mengalir dengan mulus.

Namun di akhir acara (saat closing statement), debat ini menjadi panas. Pemicunya adalah pidato penutup yang disampaikan oleh pasangan nomor urut tiga, Sudrajat dan Ahmad Syaikhu. Mereka dianggap kontroversial karena membawa pesan kelompok oposisi, yakni tagar #2019GantiPresiden.

Suasana riuh muncul ketika Sudradjat mengucapkan jika Asyik menang maka Indonesia akan ganti presiden pada 2019. “Pilihlah nomor 3, Asyik. Kalau Asyik menang, insya Allah 2019 kita akan mengganti presiden,” ujarnya sambil mengacungkan tiga jari.

Kemudian Syaikhu yang memang berada di sebelah Sudrajat membuka kaus yang juga bertuliskan pernyataan senada “2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden”.

Suasana debat Pilgub Jabar 2018 malam itu menjadi sangat panas. Para pendukung paslon dari kubu TB Hasanuddin-Anton Charliyan yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ternyata tidak terima dengan sikap Syaikhu.

Mereka kemudian naik ke atas panggung untuk menanyakan maksud tersebut. Namun aparat kepolisian yang berjaga berhasil meredam kejadian itu.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here