Sekolah Diminta Deteksi Dini Radikalisme Pada Siswa

0
220

Jakarta, namalonews.com- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan keterlibatan anak-anak dalam aksi pengeboman di Jawa Timur. KPAI menyebut tidak ada agama apa pun yang mengajarkan tentang terorisme.

“Kami menginginkan dan meminta kepada pihak sekolah untuk tidak melakukan kejahatan berupa teror, termasuk di antaranya melibatkan anak. Ajaran agapam apa pun selalu melibatkan dan menekankan kasih dan sayang, dan kedamaian, bukan mengarahkan terorisme. Aksi teror melanggar ajaran” kata Susanto Ketua KPAI pada Senin (15/5/2018).

Susanto meminta sekolah berperan aktif dalam mendeteksi perkembangan radikalisme terhadap murid-murid. Susanto minta sekolah ikut meluruskan pemahaman terkait agama.

“Sekolah diharapkan berperan aktif dalam mendeteksi dini potensi aliran radikalisme yang terjadi pada anak. Jika ada indikasi anak usia sekolah terdapat gejala berpikir dan berperan dengan gen ekstrem, perlu segera dilakukan penanganan terbaik,” katanya.

Susanto juga menambahkan masyarakat diharapkan bersatu dan bergandengan tangan serta proaktif melakukan deteksi dini terkait potensi tindak terorisme di tiap lingkungan.

“Masyarakat harus saling mengingatkan, menguatkan, dan mencegah agar tidak ada potensi pelaku terorisme di tiap lingkungan,” katanya.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here