Tepat! Jokowi Hidupkan Koopassusgab TNI

0
3756

Jakarta, namalonews.com- Susaningtyas Kertopati, Pengamat Militer dan Intelijen Nasional dalam keterangannya, setuju dan merupakan ketepatan terkait keinginan Presiden Joko Widodo untuk menghidupkan kembali Satuan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopassusgab) TNI untuk menangggulangi masalah terorisme. Hal ini muncul dari Presiden Joko Widodo untuk memberi keterangan kepada masyarakat terkait adanya rentetan tindak kriminal terorisme yang akhir-akhir ini mengancam kesatuan.

“Keinginan Presiden untuk menghidupkan kembali Koopassusgab TNI sudah tepat sesuai amanat Undang-undang Pertahanan Negara dan UU TNI,” kata Susaningtyas saat dihubungi media, Senin, 14 Mei 2018.

Lebih lanjut Susaningtyas menerangkan bahwa yang tak kalah pentingnya yaitu perlu dibuatnya Peraturan Presiden yang mengatur tentang tugas badan tersebut agar diharapkan bisa bekerja sama dan saling terkait dengan Datasemen 88  Polri yng memang sebagai koridornya.

Hingga saat ini Komando Pasukan Khusus maupun Komando Satuan Khusus masih di bawah pengawasan dan pembinaan oleh masing-masing angkatan. Dikarenakan tugas pokok maupun fungsi dari pasukannya masih menjadi penyempurna pasukan regulernya.

Dalam hal ini pasukan khusus sebagai ujung tombak bagi pasukan reguler masing-masing dalam angkatan. Dan dalam setiap pasukan khusus harus mempunyai keahlian yang sesuai dengan ciri maupun karakter setiap operasi tempur.

Untuk penanganan dan penanggulangan teroris seperti yang terjadi akhir-akhir ini, Susaningtyas menjelaskan sudah tepat pembahasan ini dilakukan. Sebagimana hal yang dibahas oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko kepada Joko Widodo.

“Sudah saya sampaikan ke Presiden dan beliau sangat tertarik untuk dapat dihidupkan kembali,” kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, beberapa waktu lalu.

Hal tersebut disapaikan mengingat karena satuan yang terdiri dari pasukan elite TNI tersebut amat dibutuhkan dalam menghadapi situasi global saat ini sehingga akan bisa cepat kondusif dan terkendali.

“Saat saya jadi Panglima, itu bukan wacana karena itu sudah saya bentuk Komando Operasi Khusus Gabungan, itu sudah dibentuk. Pembentukan organisasi itu dalam situasi global saat ini memang diperlukan,” ujarnya.

Lebih lanjut Moeldoko menjelaskan bahwa pasukan tersebut  disusun dari Komando Pasukan Khusus dari TNI AD, Datasenem Jalamangkara (Denjaka)dari TNI AL, maupun Detasemen Bravo 90 dari TNI AU. Yakni dengan tanggung jawab dan pekerjaan rutin sebagai pemeta situasi di suatau kamp atau daerah selanjutnya rehearsal atau latihan yang reguler.

Terkait masalah dengan terorisme, Moeldoko menilai bukan lagi merupakan masalah yang potensial. Namun lebh yakni menjadi masalah yang faktual. Bahkan hal ini di pelbagai negara teroris dianggap sebagai high intensity.

“Jadi bagian negara adalah penting masyarakat nyaman, aman, tenteram. Siapa aktornya harus kita bijak, jangan karena berdebat di aktor, penanganan itu menjadi tidak optimum,” kata dia.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here