Babak Baru: Saling kritik, Jokowi dan SBY

0
525

Jakarta, namalonews.com- Sebelumnya, Presiden Jokowi dalam ‘Workshop Nasional Anggota DPRD PPP’ di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (15/5/2018) berbicara tentang BBM satu harga. Jokowi menyinggung harga BBM di wilayah timur Indonesia beberapa tahun lalu.

“Saya minta BBM satu  harga, terutama di Indonesia bagian timur. Tiga setengah tahun yang lalu saya ke Wamena. Saya ke kampung, desa, saya tanya, ‘Pak, di sini harga bensin berapa?’ Di Wamena saat itu Rp 60 ribu per liter. Itu pas normal. Kalau cuaca nggak baik, bisa Rp 100 ribu per liter,” kata Jokowi.

Saat itu Jokowi mengaku memerintahkan menteri terkait agar harga BBM disamakan dengan daerah-daerah lain. Singkat cerita, itu berhasil.

“Dulu subsidi Rp 340 triliun, kenapa harga nggak bisa sama? Ada apa? Kenapa nggak ditanyakan? Sekarang subsidi sudah nggak ada untuk di BBM, tapi harga bisa disamakan dengan di sini. Ini yang harus ditanyakan. Tanyanya ke saya, saya jawab nanti. Ini yang harus juga disampaikan ke masyarakat,” sambung Jokowi.

Jokowi mengatakan bahwa di periode itu, pemerintah tidak bisa meratakan harga BBM di seluruh wilayah Indonesia. Dirinya memberikan contoh di Wamena harga bensin saat keadaan biasa seharga Rp 60 ribu per liter, sedangkan jika cuaca buruk menjadi Rp 100 ribu per liter.

Hingga saat itu Jokowi lantas memerintahkan menteri terkait agar harga BBM disamakan dengan daerah-daerah lain, dan singkat cerita itu berhasil.

Atas pernyataan Jokowi tersebut, SBY, presiden keenam RI, yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, memberi tanggapan.

SBY angkat bicara perihal pernyataan Presiden Jokowi yang menyinggung soal kebijakan subsidi harga BBM yang diterapkan di periodenya tidak bisa meratakan harga BBM di seluruh wilayah Indonesia.

Hal ini ia sampaikan dalam kultwitnya di akun resmi Twitter miliknya, @SBYudhoyono, Selasa (15/5/2018).

“Saya mengikuti percakapan publik, termasuk di media sosial, menyusul pernyataan Presiden Jokowi yang salahkan kebijakan SBY lima tahun lalu. *SBY*,” cuit SBY.

Selanjutnya, Ketua Umum Partai Demokrat itu menyatakan bahwa Jokowi mengkritik dan menyalahkannya mengenai kebijakan subsidi dan harga BBM. SBY menanggapinya, lalu memberi seruan kepada pendukung dan mantan partnernya di pemerintahan.

“Saya minta para mantan Menteri dan pejabat pemerintah di era SBY, para kader Demokrat, dan konstituen saya, TETAP SABAR. *SBY*,” cuitnya.

Walaupun begitu, yang penting bagi SBY  adalah, bersatu padu dan rukun.

“Justru kita harus bersatu padu. Juga makin rukun. Jangan malah cekcok dan memberi contoh yang tidak baik kepada rakyat. Malu kita. *SBY*. Tentu saya bisa jelaskan. Tapi tak perlu dan tak baik di mata rakyat. Apalagi saat ini kita tengah menghadapi masalah keamanan, politik, dan ekonomi. *SBY*,” sambungnya.

Itu merupakan hal yang terpenting. Presiden keenam RI  itu meminta untuk menghindari cekcok dan memberi contoh yang tak baik kepada rakyat.

“Malu kita. *SBY*,” tulis SBY.

Salah satu sindiran Jokowi tentang kebijakan BBM di pemerintahan sebelumnya disampaikan pada Desember 2016. Jokowi mengatakan kebijakan subsidi BBM sebesar Rp 300 triliun pemerintahan sebelumnya didiamkan. Sementara dia yang mengalokasikan Rp 800 miliar di’ramaikan’.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here