Densus 88 Baku Tembak Dengan Teroris di Tanjung Balai Sumatera Utara

0
397

Jakarta, namalonews.com- Setelah beberapa kejadian aksi teror bom yang ada di Surabaya dan juga Sidoarjo, saat ini Petugas Densus 88 terus melakukan penangkapan terhadap orang yang terduga teroris dan aktivitas yang dirasa mencurigakan dan meresahkan masyarakat.

Bahkan juga disebutkan, berdasarkan informasi di lapangan bahwa petugas Densus 88 dan juga petugas Brimob telah menggrebek sebuah rumah yang ada di lingkungan IV Kelurahan Beting Kuala Kapias (BKK), Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Provinsi Sumatera Utara. Penggerebekan yang dilakukan oleh petugas itu dilakukan sebab rumah tersebut  telah dihuni oleh sejumlah pria yang dirasa mencurigakan pada hari Selasa 15 Mei sore hari kemarin.

Warga dan media dilarang mendekat saat penggerebekan dan baku tembak terjadi. Bahkan ponsel warga juga diamankan saat tepergok hendak mengambil gambar. Tidak hanya petugas kepolisian saja, akan tetapi aparat yang berjaga juga dari Pomad, Pomal, dan juga dari Marinir TNI AL. Mereka semua melarang siapapun mendekat di tempat kejadian tersebut.

Menurut Camat Teluk Nibung Amiruddin, pada saat petugas dan kepala lingkungan mendatangi rumah yang dihuni sekelompok orang yang mencurigakan tersebut, secara mendadak seorang pria yang membuka pintu langsung melakukan penyerangan pada Syafii alias Atan selaku Kepala Lingkungan IV dengan menggunakan sebilah golok.

Akibat sabetan golok tersebut Syafii alias Atan selaku Kepala Lingkungan IV  mengalami luka luka yang cukup serius dan dibawa ke rumah sakit. Untuk perawatan, kepala lingkungan yang terkena korban luka bacok dilarikan ke Rumah Sakit Umum DR Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai Sumatera Utara.

Petugas Densus Antiteror 88 saat itu tampak terlibat baku tembak dengan sekelompok orang yang terduga teroris. Dalam baku tembak kala itu, dua pria terduga teroris akhirnya berhasil dilumpuhkan. Dalam penggerebekan dan penangkapan yang dilakukan ini, sempat terdengar suara tembakan.

Ternyata dalam baku tembak yang terjadi antara petugas Densus 88 dengan terduga teroris tersebut mengakibatkan satu terduga teroris tewas ditembak petugas, sebab dirinya melawan petugas pada waktu akan ditangkap.

Kemudian untuk satu orang lagi juga mengalami luka tembak di bagian kakinya. Sedangkan untuk salah satu terduga teroris yang bernama Saiful dilaporkan tewas di tempat kejadian baku tembak tersebut.

Terduga teroris yang terlibat baku tembak atau kontak senjata dengan tim Datasemen Khusus 88 di Kota Tanjungbalai, Provinsi Sumatera Utara, telah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, pada hari Selasa, 15 Mei 2018, sekitar pukul 23.00 WIB. Mobil ambulans yang tiba di rumah sakit tersebut dengan pengawalan yang cukup ketat.

Bahkan  di depan ruang IGD Rumah Sakit Bhayangkara Medan sejumlah personel kepolisian yang bersenjata lengkap juga tampak berjaga-jaga. Polisi tidak memperkenankan wartawan mendekat ke ruang IGD Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Terduga teroris yang mengalami luka tersebut langsung ditangani oleh tim medis. Akan tetapi belum ada keterangan pasti berapa orang terduga teroris yang dibawa dan bagaimana kondisinya saat ini. Sedangkan, di depan ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Medan, petugas medis juga telah stand by menunggu.

Suasana pasca penangkapan terduga teroris ini sempat terekam video amatir. Di dalam video amatir tersebut tampak dua orang terduga teroris telah terkapar di tepi Jalan Besar Teluk Nibung, Kotamadya Tanjung Balai, Sumatera Utara. Peristiwa ini juga sempat membuat warga sekitar dan para pengguna jalan merasa panik, bahkan mereka juga heboh.

Bahkan, kepanikan warga sekitar kejadian baku tembak terlihat pada saat melihat banyaknya petugas keamanan yang bersenjata lengkap berada di lokasi kejadian. Baku tembak pun terus terjadi antara petugas dengan terduga teroris. Akibat kejadian ini, arus lalu lintas di wilayah tersebut menjadi terhambat sebab lalu lintasnya macet total.

Akan tetapi belum ada laporan yang resmi dari pihak kepolisian berkaitan dengan kejadian baku tembak antara pasukan antiteror dengan sekelompok terduga teroris tersebut.  Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto yang dihubungi belum menjawab panggilan telepon. Begitu juga dengan Karo Penmas Brigjen Pol M Iqbal.

Selain menangkap pria tertembak, lima pria, ada juga seorang wanita yang diamankan dari tempat berbeda diboyong petugas Densus 88 dan akhirnya dibawa keluar Kota Tanjungbalai.

Pascateror yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur, kemarin, polisi juga berhasil menangkap dua terduga teroris di Palembang, Sumatra Selatan. Kedua teroris tersebut diduga ada hubungannya dengan upaya penyerangan Markas Korps Brigade Mobil.

Di Jakarta, Selasa 15 Mei 2018  Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto di Markas Besar Polri  mengungkapkan “Yang di Sumatra Selatan kaitannya pada saat kejadian di Mako Brimob maka mereka merencanakan untuk menyerang Mako Polda Sumsel.

Memang belum ada laporan resmi dari pihak kepolisian terkait baku tembak antara pasukan antiteror dengan teroris yang terjadi tersebut.

Akan tetapi saat ini, pihak kepolisian sudah memasang garis polisi di salah satu rumah tempat terjadinya baku tembak petugas densus dengan terduga teroris tersebut. Polisi juga akan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Polisi juga belum memberi keterangan yang resmi terkait dengan berapa orang terduga teroris yang telah ditangkap. Puluhan wartawan masih menunggu kepastian dari petugas kepolisian.

Menurut informasi, dalam operasi ini petugas juga menangkap tiga pelaku lainnya yang masih dalam kondisi hidup, diantaranya yaitu D, ASS dan juga H.

Pelaku D ditangkap di Sungaiapung, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan pada waktu dirinya sedang mempersiapkan gerobak untuk berdagang kurang lebih sekitar pukul 06.30 WIB.

Berdasarkan keterangan dari H. Aidir, pada saat itu terduga teroris yang bernama Dodi sedang mempersiapkan gerobak dagangan yang digunakan untuk berjualan pada saat bulan puasa. Tiba tiba Haji Aidir melihat Dodi bersama dengan  sekolompok orang yang diduga sebagai petugas Densus 88, telah membungkus kepala Dodi dengan menggunakan Kain Hitam dan selanjutnya memasukkan dodi ke dalam mobil anggota Densus 88 tersebut.

Sementara untuk ASS diringkus di Kapiaspulau, Kecamatan Teluknibung, Kota Tanjungbalai Sumatera Utara kurang lebih sekitar pukul 12.00 WIB, sedangkan untuk H berhasil dibekuk di seputaran RSUD Tanjungbali, Jalan Tengku Mansyur, Kecamatan Tanjungbalai Selatan Sumatera Utara.

Lalu pukul 13.30 WIB petugas juga meringkus Hendra di depan Rumah Makan Depan RSUD Tanjungbalai Jl. Dr. Tengku Mansyur Kel. Perwira Kec. Tanjungbalai Selatan. Kedua terduga teroris sedang datang ke rumah sakit itu dengan tujuan membawa saudaranya berobat sekira pukul 13.30 WIB.

Beredar kabar juga, bahwa terduga teroris yang telah ditangkap serta tewas ditembak petugas itu memiliki hubungan dengan jaringan teroris yang telah melakukan serangan teror bom di Surabaya, yang terjadi akhir akhir ini. Terduga teroris yang telah ditangkap petugas itu pun juga dikabarkan mau melakukan serangkaian teror yang ada di Kota Medan. Maka dari itu petugas Densus 88 terus melakukan pengamanan di berbagai wilayah.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here