Jokowi, Banyak Perda Bebani Masyarakat

0
158

Jakarta, namalonews.com- Setiap tahun ada beberapa peraturan daerah (perda) yang dikeluarkan guna mengatur regulasi agar tercipta kondisi yang diinginkan. Terkait hal ini, presiden Joko Widodo menitipkan pesan kepada anggota DPRD yang berasal dari fraksi PPP terkait regulasi. Presiden Joko Widodo meminta agar tidak banyak peraturan daerah yang dibuat.

“Saya menitip berkaitan dengan regulasi, jangan banyak-banyak buat Perda,” ujar Jokowi dalam acara workshop nasional anggota DPRD dari Fraksi PPP di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (15/5/2018) pada media.

Lebih lanjut lagi dalam keterangannya, “Saya tahu kenapa Perda dibuat banyak, saya tahu. Arahnya ke mana saya tahu. UU dibuat banyak arahnya ke mana saya juga tahu, saya ini orang lapangan, ngerti. Marilah kita ubah.”

Beliau mengharapkan agar dalam setahunnya tidak banyak tentang peraturan daerah yang dibuatnya. Mungkin hanya cukup satu atau tiga saja. Asalkan Peraturan Daerah yang dibuat tersebut bagus dan juga berkualitas.

Dengan demikian peraturan daerah yang berkualitas tersebut nantinya bisa untuk kepentingan jangka panjang dan juga masyarakat bebas berinovasi. Jangan sebaliknya malah membebani. Justru jangan membebani masyarakat dengan kehadiran perda tersebut.

“Nggak usah banyak-banyak, culup 1 sampai 3 dalam setahun dengan kualitas yang baik,”tambahnya.

Dalam acara tersebut, Presiden Joko Widodo juga menerangkan tentang kesanggupannya untuk memenuhi undangan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Selain hal tersebut, Presiden Joko Widodo juga sedikit menerangkan perihal yang pernah diwawancarakannya dengan Najwa Shihab berhubungan dengan calon wakil presidennya.

“Saat ditanya di Mata Najwa, saya ditunjukkan mengenai, ‘Pak, gimana urusan wapres?’ Kemudian ditunjuk gambar Pak Rommy,” ujar Jokowi pada media kemarin.

Lebih lanjut Presiden Joko Widodo kemudian menjawab apa yang menjadi pertanyaan dari Najwa Shihab terkait dengan Rommy. Presiden Joko Widodo memuji Rommy sebagai sosok saeorang santri yang intelek.

“Saya jawab spontan, saya jawab artinya keluar dari hati saat itu ya muda, santri, intelektual, terus gimana? Ya cocok jadi cawapres. Kan bener kan? Bener,” kata Jokowi.

Sebagaimana kita ketahui Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merupakan partai politik pendukung Joko Widodo di tahun Pilpres 2019. Dengan demikian Joko Widodo sependapat dengan materi yang disampaikan oleh Rommy.

“Tapi saya tambahin, setelah mendengar apa yang disampaikan Pak Ketum PPP lebih dari 1 jam, betul-betul menunjukkan intelektual yang sangat prima,” terangnya.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here