Jokowi Tambah 4 Staf Khusus , Percepat Pembangunan?

0
224

Jakarta, namalonews.com- Kian menumpuk tugas yang harus diemban seorang Kepala Negara maupun Kepala Pemerintahan di suatu negara. Keadaan yang terus dinamis membuat majemuknya kinerja yang harus segera diselesaikan. Presiden Joko Widodo, belum lama ini menambah empat orang staf khusus kepresidenan untuk menangani pelbagai masalah agar bisa dengan cakap dan kondusif dalam penyelesaian tugas-tugasnya.

Pramono Anung, Sekretaris Kabinet menerangkan, “Tugas yang begitu banyak di lingkaran kepresidenan membutuhkan adanya tambahan staf khusus,” pada media di Jakarta, kemarin.

Dengan latar belakang dan pengalaman di lapangan yang lumayan cakap mereka diangkat menjadi staf kepresidenan. Selain itu mereka juga profesional dan berpengalaman di lapangan agar cepat dalam melaksanakan tugas yang diembannya.

“Yah, dengan harapan mereka, yang diangkat itu dapat membantu presiden karena mereka diseleksi secara operasional untuk membantu di lapangan,” terangnya.

Empat orang staf yang diangkat tersebut yaitu seperti Abdul Ghofar Rozin, sebagai staf khusus presiden di bidang keagamaan dalam negeri, Siti Dhzu Hayatin sebagai staf khusus presiden di bidang keagamaan internasional, Aditia Irawati sebagai staf khusus kepresidenan bidang komunikasi, serta Ahmad Erani sebagai staf khusus kepresidenan bidang ekonomi. Mereka semua diharapkan agar bisa bersinergi dalam membantu presiden sebagai kepala negara ataupun kepala pemerintahan.

Sebagai tokoh yang menekuni di dunia keagamaan, Abdul Ghofar Rozin diharapkan di dalam staf kepresidenan untuk dapat membantu presiden Joko Widodo ketika berkunjung ke pondok pesantren maupun madrasah. Beliau merupakan putra dari Almarhum Kiai Haji Sahal Mahfudh. Yaitu beliau merupakan pemimpin pesantren Maslakul Huda Putra di daerah Pati, Jawa Tengah.

Sedangkan untuk membantu tugas presiden dalam membenahi komunikasi di kementerian dan lembaga, pihak kepresidenan mempercayakannya kepada Aditia Irawadi. Yakni beliau sebagai anggota tim komunikasi presiden. Sebelumnya, Aditia Irawadi ini merupakan Vice President Corporate Communications pada PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel Indonesia).

Sedangkan untuk Ahmad Erani, yang merupakan Profesor Ekonomi ini merupakan Inspektur Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Beliau diembani tugas terkait karena dianggapnya mempunyai latar belakang yang baik.

“Ya, beliau bisa memahami masalah ekonomi dana desa. Sehingga beliu bisa memikirkan bagaimana desa tersebut bisa meningkat lebih baik lagi,” terang Pramono pada media, kemarin.

Lebih lanjut Sekretaris Kabinet, Pramono Anung menjelaskan, perihal pengangkatan mereka itu sudah termaktub di dalam peraturan presiden (keppres) dan malah sudah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo. Malah mereka tidak perlu dilantik. Mereka sudah siap untuk bekerja sebagaimana kewajiban yang diberikannya. Ada pun administrasi manajerial tentang mereka berada berada di bawah langsung oleh sekretaris kabinet.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here