Surabaya Mulai Antisipasi Hadapi Terorisme

0
190

Jakarta, namalonews.com- Terkait aksi teror bom yang terjadi, Kota Surabaya kini mulai berbenah diri dengan mengantisipasi berbagai ancaman baru yang bisa jadi akan menyusul. Salah satu antisipasi tersebut adalah dengan mengumpulkan seluruh pilar atau elemen masyarakat seperti pengurus RT-RW dan juga tokoh masyarakat oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Risma mengumpulkan jajarannya, camat, lurah beserta staf se Kecamatan Rungkut Surabaya, para penggurus RT dan RW, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama, di Kantor Kecamatan Rungkut Surabaya, Selasa (16/5/2018).  Kegiatan yang dilakukannya adalah mengadakan monitoring perkembangan situasi.

Dalam kesempatan tersebut Risma menekankan agar mewaspadai orang-orang di sekitar yang dicurigakan. Selain itu warga juga diminta agar tidak mudah terpancing provokasi. Juga dihimbau agar aktif membantu pemerintah dalam upaya menekan ruang gerak para pelaku teror.

“Termasuk siskamling dan PAM swakarsa, kalau bisa mohon untuk diaktifkan kembali,” ujar Risma.

Selain memberikan himbauan, Risma juga menyampaikan kepada para pengurus RT dan RW mengenai ciri-ciri para pelaku teror yang biasa tinggal di tengah-tengah masyarakat. Menurutnya, biasanya tersebut akan lebih sopan dan ramah terhadap tetangga. Namun untuk kehidupannya sehari-hari atau pekerjaan, mereka lebih memilih tertutup.

Selain mengumpulkan jajarannya, Walikota Tri Rismaharini juga mengumpulkan para kepala sekolah. “Kita harus sejak dini mencegah terorisme. Ada sekolah yang sebenarnya sudah tahu siswanya mengalami perubahan. Tapi mereka diam saja,” ujar Risma.

Menurut Risma, anak-anak yang ikut dalam aksi bom bunuh diri di gereja sebelumnya sempat mengalami perubahan sikap di sekolah mereka. Ada yang tak mau ikut pelajaran pendidikan dan kewarnanegaraan (PKn).

“Ada juga yang bercita-cita mengikuti jalan jihad. Sebelum terjadi ini bisa dicegah oleh pihak sekolah,” tuturnya.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here