Bawaslu: Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu Langgar Aturan

0
303

Jakarta, namalonews.com- Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Sudrajat – Ahmad Syaikhu direkomendasi oleh Bawaslu melakukan pelanggaran. Pasangan tersebut melakukan pelanggaran aturan dalam berkampanye saat melakukan debat.

“Iya. Pelanggaran sudah terbukti. Pasangan calon melakukan pelanggaran karena dalam debat itu tidak boleh membawa atribut di luar dari atribut kampanye,” kata Ketua Bawaslu, J.abar Harminus, Rabu 16/05/2018.

Lebih lanjut, Bawaslu mengambil kesimpulan tersebut setelah ada keterangan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas kejadian terhadap kericuhan setelah pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu memamerken kaos #2019GantiPresiden dalam debat Pemilihan Gubernur Wilayah Jawa Barat 2019 mendatang.

Lebih lanjut KPU menjelaskan bahwa pasangan yang disinyalir melakukan pelanggaran tersebut tidak sesuai dengan aturan yang ada dalam Peraturan KPU Nomor 4 tahun 2017 tentang Kampanye dan Tata Tertib Debat Pemilihan Gubernur Jawa Barat.

Pelanggaran tersebut yaitu tentang kampanye yang mengatur tentang materi dalam debat publik maupun debat terbuka, “Di situ debat itu menyampaikan visi, misi, dan program kampanye. Di situ aturannya. Closing, kesimpulan yang disampaikan tadi sudah di luar visi, misi, dan program kampanye,” kata dia.

Pelanggaran terjadi ketika setelah pasangan Sudrajar- Ahmad memamerkan kaos yang bertuliskan tagar 2019GantiPresiden. Seketika pendukung pasangan calon tersebut langsung berteriak-teriak menuntut pasangan meminta maaf. Sebagaimana pasangan tersebut mendapat dukungan dari Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS),  Partai Amanat Nasional (PAN), maupun Partai Bulan Bintang (PBB).

Lebih lanjut, Badan Pengawas Pemilu sudah mengirimkan rekomendasi terkait terjadinya pelanggaran. Dalam keterangannya, “Nanti KPU yang menentukan jenis pelanggarannya. Apakah peringatan tertulis apakah peringatan untuk tidak mengikuti debat berikutnya. KPU yang menentukan,” tambahnya.

Di lain sisi, Haru Suandharu, Ketua Tim Pemenangan Asyik (Ahmad Syaiku-Sudrajat) menerangkan belum bisa menanggapi terkait surat rekomendasi dari KPU tersebut. Karena beliau belum menerima. Setelah diterima dan dipelajari rencananya baru akan segera direspon.

Disinggung perihal program yang didukung oleh Prabowo Subianto yang dikenal dengan Revolusi Putih, pasangan calon Sudrajat-Ahmad Syaiku juga akan menerapkannya sesuai dengan perintah dari mantan Kopassus tersebut.

Revolusi Putih yaitu suatu program tentang pemberian susu kepada seluruh masyarakat. Hal ini juga akan dilakukan pihak Pasangan Calon Sudrajat–Ahmad Syaikaru dalam kontestasi pilkadanya.

Program Revolusi Putih ini pertama kali dicetuskan Prabowo untuk pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Program ini adalah menyediakan makanan tambahan untuk pelajar sekolah berupa susu, kacang hijau, dan telur rebus.

“Mengentaskan kemiskinan dan kelaparan merupakan tugas negara sesuai dengan amanat UUD 1945,” kata Prabowo dalam pidato politiknya di, Jawa Barat, Ahad 1 April 2018.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here