Fadli Zon: Tambahan Staf Khusus Presiden Kepentingan Pilpres?

0
254

Jakarta, namalonews.com- Beberapa waktu lalu Staf Kepresidenan mengangkat 4 (empat) staf khusus. Pengangkatan staf khusus tersebut menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon disinyalir bersifat politis. Beliau menilai pengangkatan staf  khusus tersebut hanya untuk kepentingan dalam tahun pilpres 2019 mendatang.

Lebih lanjut Fadli Zon menilai hal ini dilakukan karena bertepatran dengan tahun pilpres 2019. Sehingga timbul pertanyaan, pengangkatan tersebut benar-benar merupakan kerja untuk negara atau kerja untuk calon presiden.

“O iya. Ini kan saya kira urusannya untuk tahun politik kali ini. Jadi kerja buat negara atau kerja yang diperuntukkan calon presiden?” ujar Fadli Zon, di kompleks Senayan Jakarta, Rabu 1l/05/2018 pada media. Dalam penjelasan selanjutnya, Fadli Zon menambahkan bahwa Presiden Joko Widodo sering juga membentuk badan di luar nomenklatur lembaga kenegaraan.

Sebagai contoh misal, KSP. Kantor Staf Presiden (KSP) ini menurut Fadli Zon, keberadaannya jelas bertentangan dengan nomenklatur kelembagaan Negara di Indonesia. Tidak semestinya begitu, malah kalau perlu segera dibubarkan keberadaan badan tersebut. Sehingga dengan demikian muncul apriori bahwa pembentukan tentang badan dan pengangkatan terhadap staf khususnya hanyalah untuk  mengakomodasi relawannya  di kala tahun pemilihan presiden 2019 mendatang. Terus apa hubungannya dengan tugas kepemerintahannya.

“Apa lagi ditambah ini, urusan kepentingan menampung orang-orang yang menjadi relawan dan sebagainya. Jadi itu bisa dikategorinya abuse of power juga ya, menggunakan anggaran negara tapi bisa dipakai untuk kepentingan pribadi presiden, bukan lembaga kepresidenan,” kata Fadli apriori.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengangkat empat orang sebagai staf khusus presiden, Selasa (15/5/2018). Keempat staf khusus tersebut yakni:

  1. Adita Irawati Adita (mantan Vice President Corporate Communications PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel)).

Tugasnya adalah melaksanakan pembenahan pola komunikasi pada kementerian dan lembaga. Kehumasan pada kementerian dan lembaga harus direvitalisasi sesuai dengan perkembangan zaman. Kehumasan kementerian dan lembaga kita masih memakai pola lama. Padahal ini eranya media sosial. Sehingga membutuhkan mereka untuk memahami itu, membuat framing, membangun konten dan sebagainya.

  1. Abdul Ghofarrozin Abdul (Putra dari ulama KH Muhammad Achmad Sahal). Dia bertugas mendampingi Presiden Jokowi dalam acara keagamaan dalam negeri. Seperti saat Presiden Jokowi bersilaturahmi dengan pimpinan pondok pesantren.
  2. Siti Ruhaini Dzuhayatin (Tokoh Islam/ aktivis Hak Asasi Manusia). Tugasnya membantu Presiden Jokowi merespons isu keagamaan tingkat internasional.
  3. Ahmad Erani Yustika (Mantan Dirjen di Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi).

Ketrangan, Sekretaris Kabinet,  Pramono Anung, pengangkatan empat orang itu berdasarkan keputusan presiden dan Presiden sudah menandatangani di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (15/5/2018). Dengan pengangkatan keempat staf khusus baru ini, maka jumlah staf khusus presiden menjadi sembilan orang.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here