Radikalisme Anak-anak Akibat Cuci Otak

0
135

Jakarta, namalonews.com- Keterlibatan anak-anak dan wanita dalam satu keluarga pada aksi teror bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo belum lama ini barangkali merupakan yang pertama kali terjadi di Indonesia atau bahkan di dunia.

Namun di Jerman jauh sebelum serangan bom di Surabaya tersebut ternyata sudah mendeteksi adanya gerakan cuci otak pada anak dan wanita lewat dunia maya (internet).

Kepala badan intelijen domestik Jerman Hans-Georg Maassen, pernah memperingatkan tentang adanya “bahaya besar” yang ditimbulkan “mencuci otak” wanita dan anak-anak oleh pelaku terror bom.

Menurut Hans-Georg Maassen seperti dilansir dari Express.uk.,saat ini di negara-negara yang sudah terjamah oleh kelompok teror ISIS ada beberapa anak yang sudah mengalami pencucian otak dan sebagian besar mereka akan melakukan serangan brutal.

Dia memperingatkan untuk segera melakukan langkah-langkah serius untuk mengembalikan ingatan perempuan dan anak-anak yang terkena doktrin terorisme, kembali ke kondisi semula.

Radikalisasi anak di bawah umur sempat menjadi topik besar di Jerman mengingat bahwa tiga dari lima serangan di Jerman pada tahun 2016 lalu dilakukan oleh anak di bawah umur. Diantaranya seorang bocah 12 tahun yang ditahan karena mencoba mengebom Pasar Natal di Ludwigshafen.

Herr Maassen mengatakan bahwa kelompok teror juga memanfaatkan media sosial dan juga dunia maya (internet) sering memberikan pesan atau propaganda yang sesuai dengan pemahaman usia untuk merekrut mereka dan bergabung dengan kelompok teroris.

Kelompok teroris menjelajahi internet untuk mencari mangsa anak-anak yang dapat didekati dan dapat diradikalisasi, atau merekrut mereka untuk menjadi pelaku serangan teroris,” demikian pungkasnya.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here