#SBY Jelaskan: Viralnya Cuitan SBY Jawab Pernyataan Jokowi

0
457

Jakarta, namalonews.com- Sekarang ini dijagat Twitter, tagar #SBY Jelaskan bak virus yang menyebar luas. Fenomena politik ini bermula dari paparan Presiden RI Joko Widodo soal perkembangan kondisi di Papua yang kini sudah lebih baik.

Selanjutnya SBY yang merupakan Presiden Ke-6 RI menanggapi lewat Twitter. Dengan pernyataan tersebut dirinya merasa Jokowi telah mengkritik dan menyalahkan kebijakan subsidi BBM pada masa pemerintahannya dulu.

Lewat Twitternya SBY mengaku bahwa dirinya bisa menjawab kritik Jokowi itu dengan jelas, akan tetapi dia tak memilih untuk menjawabnya sekarang.

Wakil Sekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik menyampaikan,”Ada waktunya untuk menjelaskan. Kata SBY, kita harus fokus dulu untuk mengatasi terorisme.”

SBY menyarankan supaya semua pihak dengan serius berkonsentrasi kepada isu terorisme. Agar tak terjadi aksi teror di manapun di wilayah Indonesia. Sebagaimana yang diketahui, rentetan aksi teror dan juga penindakannya telah terjadi di Jawa Timur dan Riau. Maka sungguh tak tepat bila SBY menyampaikan jawaban atas kritik Jokowi dalam situasi seperti ini.

Adapun penilaian tentang keberhasilan dalam pemerintahan SBY dengan masa pemerintahan Jokowi seharusnya itu dikembalikan kepada rakyat saja. Bagaimana nanti rakyat yang menilainya.

Soalnya bila sebuah pemerintah menilai diri sendiri, dan membaguskan diri sendiri, maka hal itu hanya bentuk dari narsisme saja. SBY juga merasa tak berkenan bila capaian pemerintahannya harus dibanding-bandingkan secara narsistik.

“Saya kira memang Pak SBY nggak suka dibanding-bandingkan. Artinya penilaian ini sebenarnya datang dari rakyat. Sekarang ditanya saja kepada rakyat, apakah keadaan sekarang lebih baik ketimbang zamannya Pak SBY?” lanjut Rachland.

Meski cuitan SBY tersebut dinilai sebagai reaksi terhadap pernyataan Presiden ke-7 RI Jokowi yang dinilai SBY telah melancarkan kritik. Namun apa yang diutarakan Presiden Jokowi dalam pernyataan tersebut dinilai PPP tak bermaksud mengkritik SBY.

“Itu bukan berarti pak Jokowi menuduh bahwa pemerintahan yang sebelumnya nggak kerja. Jangan selalu dimaknai seperti itu,” kata Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi.

Adapun penyampaian Jokowi yang telah dianggap sebagai kritikan oleh SBY adalah yang diutarakan Jokowi dalam forum forum Workshop Nasional Anggota DPRD PPP di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (15/5) kemarin. Jokowi berbicara tentang BBM satu harga di Papua. Ia membandingkan dengan harga BBM yang sangat tinggi 3,5 tahun lalu di daerah timur Indonesia itu.

Arwani melanjutkan bahwa capaian pak SBY juga banyak dulu. “Pak Jokowi itu menjawab pertanyaan publik. Misalnya ada yang bertanya Pak Jokowi itu ngapain aja nih,” kata dia.

Dalam hal ini Jokowi dinilainya harus dapat menyampaikan mengenai perkembangan mengenai hasil pemerintahannya di depan publik. Soalnya saat ini banyak publik yang menilai Jokowi tak bekerja dengan efektif. Jokowi juga sama sekali tak menyebut secara spesifik nama SBY saat di forum PPP itu.

Ketika itu Jokowi mengaku telah memerintahkan menteri terkait supaya harga BBM disamakan dengan yang ada di daerah-daerah lain. Singkat cerita, itu berhasil.

Ia menceritakan kebijakan BBM satu harga perlu diterapkan untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebab, harga BBM terutama di Indonesia bagian Timur sangat mahal dibandingkan dengan harga BBM di Jawa.

“Kita sering di Jawa, bensin naik Rp 500 perak saja demo tiga bulan. Bensin naik Rp 1.000 demonya enam bulan, tujuh bulan. Coba saudara kita di Papua, bensin Rp 60 ribu. Rp 60 ribu sudah berpuluh-puluh tahun nggak pernah demo mereka,” kata Jokowi saat menghadiri penutupan Workshop Nasional Anggota DPRD PPP se-Indonesia 2018 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Selasa (15/5).

Jokowi mengungkapkan “Dulu subsidi itu sebesar Rp 340 triliun, lalu kenapa harganya nggak bisa sama? Ini Ada apa? Kenapa nggak ditanyakan? Sekarang ini subsidi sudah nggak ada untuk di BBM, namun harga dapat disamakan dengan di sini. Inilah yang harus ditanyakan. Tanyanya saja ke saya, saya jawab nanti. Ini harus  disampaikan juga ke masyarakat.”

Dengan adanya hal itu, lantas SBY bereaksi dengan mengunggah tweet. Dilansir ada sejumlah lima tweet. Dan dalam tweet itu SBY menyinggung soal BBM.

Cuitan SBY via Twitter @SBYudhoyono menyatakan,”Pak Jokowi intinya mengkritik & menyalahkan kebijakan subsidi utk rakyat & kebijakan harga BBM, yg berlaku di era pemerintahan saya. *SBY*.”

“Tentu saya bisa jelaskan. Tapi tak perlu & tak baik di mata rakyat. Apalagi saat ini kita tengah menghadapi masalah keamanan, politik, & ekonomi. *SBY*,” sambungnya.

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sepertinya geram mendengar sindiran Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengenai masalah subsidi BBM.

Saling kritik sebenarnya sudah pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. dan seperti saat ini SBY pun kemudian melontarkan 4 pembelaan terkait sindiran Jokowi. Berikut pembelaan SBY:

SBY tak terima dengan apa yang telah dilontarkan sebagai kritikan dari Presiden Jokowi. Dalam akun twitternya, SBY mengatakan kritikan Presiden Jokowi itu menyalahkan pemerintah yang dia pimpin waktu itu.

“Pak Jokowi intinya mengkritik & menyalahkan kebijakan subsidi utk rakyat & kebijakan harga BBM, yg berlaku di era pemerintahan saya. *SBY*” cuit SBY.

Selain itu SBY juga meminta para menteri pada eranya untuk bersabar. Ketua Partai Demokrat ini juga telah meminta para Menteri dan pejabatnya untuk tetap sabar dengan kritikan yang dilontarkan Presiden Jokowi yang membandingkan harga BBM di era dia dengan Presiden Jokowi yang berhasil dengan BBM 1 harga.

Masih berlanjut Cuitan SBY, “Saya minta para mantan Menteri & pejabat pemerintah di era SBY, semua kader Demokrat & konstituen saya, TETAP SABAR. *SBY*.”

Masih berlanjut, SBY mengatakan bahwa dirinya bisa saja menjelaskan semua yang dipertanyakan Presiden Jokowi. Akan tetapi dia memilih untuk menahan diri karena dia menyadari saat ini keamanan Indonesia sedang diuji dengan adanya sarangan bom dan sudah memasuki tahun politik.

“Tentu saya bisa jelaskan. Tapi tak perlu & tak baik di mata rakyat. Apalagi saat ini kita tengah menghadapi masalah keamanan, politik, & ekonomi. *SBY*”

Cuitan lainnya yang diunggahnya adalah bahwa dia berharap agar semua warga negara Indonesia semakin rukun dan dia berharap tidak akan ada perang kata antar pimpinan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kerukunan.

“Justru kita harus bersatu padu. Juga makin rukun. Jangan malah cekcok & beri contoh yg tak baik kepada rakyat. Malu kita. *SBY*”

Nah, tweet yang terakhir inilah yang kemudian sekarang jadi viral. Tweet itu viral karena SBY, yang merasa dikritik, kemudian merespons lewat Twitter. Namun SBY memilih menekankan kata ‘tetap sabar’ dan tak menjelaskan secara detail argumennya. Alhasil, sekarang ada banyak orang yang meng-caption tweet SBY kemudian disandingkan dengan sejumlah pertanyaan, mulai dari yang bernada serius sampai yang santai.

Bahkan untuk tagar #SBY Jelaskan ini juga banyak yang menjadikannya sebagai hal lucu seperti Meme, atau gurauan yang menyebar luas di banyak media sosial yang ada.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here