Aman Abdurrahman Dituntut Hukuman Mati

0
184

Jakarta, namalonews.com- Jaksa Penuntut Umum (JPU) akhirnya menuntut hukuman mati kepada terdakwa kasus terorisme Aman Abdurarrahman. Sidang pembacaan tuntutan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/05/2018) pagi tadi.

Jaksa Anita Dewayani dalam pembacaan tuntutannya mengatakan, “Menuntut supaya majelis hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa Oman Rochman alias Aman Abdurrahman alias Abu Sulaiman dengan pidana mati.”

Jaksa menilai, perbuatan terdakwa telah melanggar dakwaan kesatu primer dan dakwaan kedua primer. Dakwaan kesatu primer yakni terdakwa Aman dinilai melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6 Perppu Nomor 1 Tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sebagaimana dakwaan kesatu primer.

Kemudian dakwaan kedua primer, terdakwa Aman dinilai melanggar Pasal 14 juncto Pasal 7 Perppu Nomor 1 Tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Selain itu, Aman juga terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana merencanakan dan/atau menggerakkan orang lain melakukan tindak pidana terorisme di beberapa tempat.

Teror yang digerakan Aman adalah dengan menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal.

Caranya adalah dengan merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional.

Aman lewat Jamaah Ansharut Daulah (JAD) melakukan aksi teror bom di gereja Samarinda pada 13 November 2016. Seperti teror bom di Kampung Melayu pada 24 Mei 2017 yang dilakukan Muhammad Iqbal alias Kiki.

Kemudian pada 25 Juni 2017, menggerakkan teror penyerangan polisi di Polda Sumatera Utara yang dilakukan oleh Syawaluddin Pakpahan. Dalam teror ini, satu orang polisi gugur karena diserang menggunakan senjata tajam

Setelah itu, Senin 11 September 2017, Aman melakukan teror penembakan anggota polisi di Bima NTB dengan pelaku Muhammad Iqbal Tanjung alias Iqbal alias Usamah bersama temannya. Aman juga diyakini jaksa menjadi otak sejumlah rencana teror di Indonesia, termasuk bom Thamrin 2016.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here