Berkibar Bendera Israel Di Papua, Aparat Janji Akan Selidiki

0
1397

Jakarta, namalonews.com- Indonesia yang merdeka pada tahun 1945 hingga kini tidak pernah mengakui keberadaan negara Israel yang berdiri sejak 1948. Indonesia menilai bahwa Israel telah melakukan pencaplokan wilayah dan penindasan terhadap warga Palestina.

Posisi Indonesia sudah sangat jelas. Indonesia bukan hanya tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel, melainkan juga tidak mengakui Israel sebagai negara.

Ketika bangsa Indonesia sedang dilanda serangan bom bunuh diri teroris secara bertubi-tubi, bendera Israel justru berkibar bebas di tanah Papua. Kejadian tersebut terangkum dalam sejumlah foto-foto dan video yang beredar di media sosial. Beredar video konvoi massa yang mengibas-kibaskan bendera Zionis-Israel di Jayapura.

Polisi menyatakan mereka tidak mendapatkan pemberitahuan mengenai aksi konvoi itu. Video berdurasi 1 menit 1 detik tersebut tersebar di media sosial dan aplikasi percakapan Whatsapp. Ada sejumlah kendaraan yang melintas.

Tidak hanya itu saja.  Para warga yang kemudian berkumpul di sebuah lapangan, juga kembali mengibarkan bendara Bintang Daud itu. Mereka berlarian, menari, dan bernyanyi dengan terus mengangkat tinggi-tinggi bendera tersebut.

Terlebih, di saat bersamaan, terjadi pembunuhan terhadap puluhan warga Palestina saat pembukaan kantor kedubes AS di Yerusalem.

Hal tersebut tentu saja cukup menyakitkan hati warga muslim Indonesia yang selama ini dikenal sangat dekat dengan muslim Palestina. Bahkan, Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid pun mengecam keras berkibarnya bendera Israel di Papua itu.

“Dunia Internasional mengecam Israel yang meneror warga Palestina. Eh di Papua, sebagian WNI malah berkonvoi mengibarkan bendera teroris Israel,” ucap Hidayat Nur Wahid.

“Polisi kita sedang jadi target teroris, mestinya mengibarkan bendera teroris Israel  tidak dibiarkan,” cuitnya, Kamis 17/5/2018.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Mustifa Kamal segera memberi tanggapan.  Kombes Ahmad Mustifa Kamal  menyatakan bahwa konvoi massa dalam video itu terjadi pada Senin (14/5). Menurut Ahmad, polisi tidak mendapatkan pemberitahuan mengenai aksi konvoi tersebut.

“Konvoi dilakukan oleh peserta yang pulang dari kegiatan komunitas menuju rumah masing-masing. Tidak ada pemberitahuan ke polisi mengenai konvoi tersebut,” tutur Ahmad.

Polda Papua, lanjut Ahmad, kini tengah mempelajari lebih lanjut video tersebut.

“Kami masih melakukan kajian dengan kegiatan keagamaan yang membawa bendera Israel itu,” tutur Ahmad.

Video tersebut mendapatkan tanggapan beragam. Sebagaimana diketahui, banyak pihak di Indonesia melontarkan kecaman terhadap Amerika Serikat yang memindahkan kedutaannya ke Yerusalem. Pemindahan itu dianggap bentuk dukungan politik AS kepada Israel atas pendudukan tanah Palestina.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here