Mentan: Beras Surplus, Kok Impor Lagi?

0
3392

Jakarta, namalonews.com- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno telah  mengangkat Komisaris Jenderal (Purn) Budi Waseso menjadi Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog. Pria yang akrab disapa Buwas itu dipilih untuk menggantikan Djarot Kusumayakti berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-115/MBU/04/2018. Pelantikannya dilakukan  oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, pada 1 Maret 2018.

Buwas merupakan sosok yang ceplas-ceplos. Terkait pernyataan-pernyataannya yang kerap menimbulkan kontroversi, Buwas mengatakan, apa yang disampaikannya adalah hal yang biasa.

“Ya saya memang gitu, ceplas-ceplos,” ujarnya. Namun, ia memastikan, bahwa pernyataan yang dilontarkannya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Menanggapi rencana pemerintah yang akan mengimpor 500.000 ton beras, Buwas tidak langsung menyambutnya. Ia menyatakan bahwa pihaknya tidak akan secara langsung menjalankan penugasan tersebut. Buwas masih akan menghitung produksi dan kebutuhan beras dalam negeri.

“Sekarang Pak Mentan bilang di beberapa daerah surplus. Makanya, sedang saya hitung yang surplus daerah mana saja. Perlukah kita impor sebanyak itu. Kalau impor 500 ribu ton, tetapi ternyata riilnya kita hanya butuh 100 ribu ton, ya, kenapa harus 500 ribu ton,” ungkap Buwas di Gedung Bulog, Jakarta, Kamis (17/5/2018) pada media.

Artinya, penugasan tersebut menurut Buwas tidak perlu langsung direalisasikan. Sebab, pihaknya masih akan menghitung kembali data produksi dan kebutuhan. Menurutnya,  impor akan dilakukan jika memang diperlukan dan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kebutuhannya kayak apa, hitungannya kayak apa. Ada izin impor, terus harus impor hari ini kan tidak. Impor itu gunanya untuk stok bilamana ada kekurangan. Kita penuhi secara hitungan,” ujarnya.

Menurutnya, izin impor yang diterbitkan Kemendag belum tentu akan direalisasikan seluruhnya. Sebab, jika ternyata tidak sesuai kebutuhan, maka Bulog yang akan terbebani.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan memutuskan untuk menambah impor beras sebanyak 500.000 ton. Asal tambahan beras impor itu nantinya ditentukan oleh Perum Bulog.

Hal itu disampaikan oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Pedagangan, Kementerian Perekonomian,di  Jakarta,  belum lama ini.

“Jumlahnya 500.000 ton. Terserah Bulog (asal berasnya) tapi intinya kita itu memberikan negara asal ke mereka (Bulog) ada Vietnam, Myanmar, Thailand, Kamboja, Pakistan, India,”  kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, kemarin.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here