Pasar Indonesia Kebanjiran Keramik asal Cina

0
355

Jakarta, namalonews.com- Terkait maraknya keramik impor asal Cina di pasar Indonesia, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai hal tersebut pada dasarnya telah terjadi sejak lama ketika ada perjanjian perdagangan bebas dengan Negara Panda tersebut.

“Sejak perjanjian free trade antara Indonesia dengan Cina, makanya impor jadi naik,” kata Airlangga di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Airlangga juga menerangkan bila kondisi impor tersebut membahayakan industri keramik dalam negeri maka pihaknya akan memberikan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD)

Hal tersebut untuk menjawab keberatan Ketua Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (ASAKI), Elisa Sinaga, yang meminta perlindungan safeguard kepada Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI), lembaga di bawah Kementerian Perdagangan.

Safeguard adalah kebijakan pemerintah negara pengimpor untuk memulihkan kerugian atau mencegah kerugian akibat banjirnya impor produk sejenis yang juga diproduksi di dalam negeri. Salah satu caranya dengan menaikkan bea masuk impor.

Elisa Sinaga menyebutkan, saat ini produksi keramik di dalam negeri sulit bersaing dengan produk impor dari Cina. Hal ini dikarenakan tarif bea masuk diturunkan dari 20% menjadi 5%.

“Tarif bea masuk diturunkan dari 20% jadi 5% karena ada Asean-China Free Trade Area,” tutur Elisa.

Elisa juga memaparkan, safeguard disiapkan karena kondisi industri keramik dalam negeri yang tidak kondusif akibat impor produk Cina. Data dari BPS tahun 2013 hingga 2017 setiap tahunnya ada peningkatan impor rata-rata sebesar 20%.

“Kemudian ditambah per 1 Januari 2018 tarif bea masuk dari Cina dikurangi dari sebelumnya 20% menjadi 5%. Hal itu menyebabkan meningkatnya lagi impor keramik dari Cina,” tegas Elisa.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here