Balap Unta di Dubai Menggunakan Joki Robot

0
378

Jakarta, namalonews.com- Balapan unta sudah menjadi tradisi di Dubai, Uni Emirat Arab. Hewan berpunuk ini tak bisa dipisahkan dari kehidupan dan budaya masyarakat gurun. Sejak puluhan abad lalu, unta menjadi alat transportasi warga asli Timur Tengah untuk melewati gurun pasir.

Karena zaman sudah modern, kini unta mengalami pergeseran fungsi, namun masih menjadi bagian dari kehidupan mereka. Warga Emirat Arab menjadikan unta sebagai ajang balap, dengan hadiah yang sangat menarik.

Hadiah tersebut disiapkan oleh Pemerintah Dubai, dengan tujuan mempertahankan budaya turun temurun. Meski hadiahnya sangat besar, namun tidak ada taruhan atau judi, karena dilarang dalam Islam.

Sang pemilik cukup mengejar untanya dengan mobil berkecepatan sama, dan mengendalikan untanya melalui remote. Balap unta Dubai berhadiah multijuta dollar. Pemilik unta tercepat berhak atas hadiah USD 3 juta serta mobil mewah.

Di jaman modern sekarang ini penggunaan manusia tergantikan oleh joki robot yang ditaruh di atas punggung unta. Tampak sosok-sosok mungil memegang semacam tongkat kurus yang bergerak-gerak.

Foto: tribunnews.com

Saat unta-unta mulai berlari dari garis start, sosok-sosok mungil itu terlihat memecutkan tongkat mereka. Naik-turun agar unta berlari lebih kencang. Namun, jangan heran jika gerakan mereka tampak begitu kaku Keberadaan joki robot ini merupakan perubahan dari perbudakan anak yang menjadi bagian kelam dari budaya balap unta masa lalu.

Olahraga balap unta meluas di negara-negara jazirah Arab sejak ratusan tahun lalu. Namun, ambisi menjadi yang tercepat membuat anak-anak dipergunakan sebagai joki karena mereka memiliki bobot tubuh yang ringan.

Hal ini kemudian memicu timbulnya perbudakan anak, bahkan penculikan anak untuk dijadikan joki. Biasanya, para joki tesebut adalah anak-anak dari Sudan atau Pakistan yang baru berusia 2-3 tahun. Jumlah mereka mencapai ribuan dan tinggal dalam kamp. Banyak pula di antara mereka yang menderita cedera parah akibat terjatuh dari unta.

Penghentian kondisi menyedihkan itu dimulai saat Uni Emirat Arab pada 2002 melarang penggunaan joki di usia di bawah 15 tahun. Pemerintah Qatar juga telah mengembangkan penggunaan robot sebagai joki sejak 2001.

Kemudian pada 2007, Qatar mengharuskan seluruh joki yang dipergunakan dalam perlombaan balap unta adalah robot. Maka kini robot sudah menjadi pemandangan umum di olahraga tersebut

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here