Dari Senayan Hingga Terorisme

0
199

Jakarta, namalonews.com- 12 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia pengganti antarwaktu (PAW) dilantik pada Rapat Paripurna pada Jumat (18/5/2018) di Ruang Paripurna II-Gedung Nusantara II, Senayan-Jakarta.

Mereka dilantik untuk menggantikan koleganya sebagai wakil rakyat masa periode 2014-2019. Ke-12 anggota dewan PAW tersebut menyampaikan sumpah jabatan yang dipandu oleh ketua DPR Bambang Soesatyo.

Pelantikan tersebut dilakukan pada lintas fraksi. Fraksi PKB yang terdiri atas Abu Bakar Wasahua, Muhammad Unais Ali Hisyam. Adi Putra Darmawan Tahir adalah anggota dewan dari Golkar.

Sedangkan fraksi PAN di antaranya John Sifnir dan Bambang Budi Susanto, dan PPP-nya adalah Ratieh Sanggarwati.

Fraksi PDIP di antaranya Muhammad Nurdin dan IG Agung Putri Astrid. Demokratnya Lusi Kurniasari, Jhonny Allen Marbun, dan Yus Sudarso. Sementara, Nasdemnya Titik Prasetyowati Ferdi.

Selain pelantikan ini, agenda rapat paripurna lainnya adalah mendengarkan keterangan pemerintah terkait kerangka ekonomi makro dan pokok kebijakan fiskal Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara untuk 2019.

Pada kesempatan berbeda, ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta semua elemen bangsa aktif menjaga keluarga dan lingkungan dari ancaman dan ajaran radikalisme dan terorisme. Soesatyo meminta warga tidak memberikan ruang gerak bagi orang berpaham radikal untuk mempengaruhi orang lain melakukan tindakan radikal atau teror mengatasnamakan agama.

“SOKSI sebagai organisasi pekerja seluruh Indonesia harus mampu melawan aliran radikal di masyarakat. SOKSI diharapkan bisa menjadi lentera kehidupan bermasyarakat,” kata Soesatyo.

Ia juga menegaskan tidak ada agama apa pun yang mengajarkan radikalisme ataupun terorisme. Aksi terorisme di Indonesia bukan karena pengaruh ajaran agama tertentu melainkan olah manusia entah individu maupun kelompok yang radikal dan tidak menginginkan adanya kedamaian.

“Tidak ada agama yang mengajarkan radikalisme, kebencian, dan permusuhan. Yang ada adalah orang berpaham radikal yang memeluk agama tertentu. Jadi, bukan agamanya yang disalahkan melainkan orangnya,” lanjutnya.

Mantan ketua komisi III itu juga kembali mengingatkan semua pihak untuk selalu waspada. Ia meminta warga untuk jangan ragu melaporkan kepada aparat penegak hukum maupun lingkungan setempat jika melihat orang yang mencurigakan dan mengganggu ketenangan masyarakat.

“Kita perkuat solidaritas sampai lingkup terkecil di RT dan RW. Siskamling harus digalakkan lagi. Masyarakat harus berani melaporkan ke aparat penegak hukum jika ada indikasi terorisme. Ini merupakan langkah kecil untuk membatasi ruang gerak orang yang berpaham radikal,” katanya.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here