Laporan Menkeu Di Rapat Paripurna DPR

0
338

Jakarta, namalonews.com- Laporan Kerangka Ekonomi Makro dan pokok kebijakan Fiskal pada 2019 dari Menteri Keuangan Sri Mulyani dilakukan pada Paripurna DPR pembukaan masa sidang V tahun 2018. Berdasarkan laporan tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2019 mencapai 5,4-5,8 persen.

“Sasaran pertumbuhan ini untuk mendukung pemerataan pertumbuhan di wilayah Indonesia dengan percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia, wilayah perbatasan, kawasan terluar dan daerah tertinggal,” kata Sri Mulyani pada Jumat (18/05/2019).

Selain itu, Mulyani juga melaporkan akan mendukung pertumbuhan ekonomi dengan mengedapkan sektor yang bernilai tambah.

Selain itu, momentum pertumbuhan investasi dan ekspor tetap terus dijaga dengan mempermudah proses regulasi dan mereformasi bidang perpajakan serta ketenagakerjaa.

“Pemerintah juga sedang merancang berbagai kebijakan insentif fiskal yang atraktif dan kompetitif guna meningkatkan investasi dan mendorong ekspor,” katanya.

Sementara, nilai rata-rata tukar rupiah pada 2019 berkisar Rp 13.700-Rp 14.000 per dolar AS. Menkeu menyebut pergerakan nilai tukar rupiah tidak selalu negatif terhadap pertumbuhan ekonomi domestik karena bisa bermanfaat kepada perbaikan daya saing ekspor Indonesia dan pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, asumsi dasar makro lainnya yang menjadi basi penghitungan RAPBN 2019 adalah suku bunga SPN 3 bulan rata-rata berkisar 4,6-5,2 persen, harga ICP minyak berkisar pada 60-70 dolar AS per barel, lifting minyak bumi mencapai 722-805 ribu barel per hari dan lifting gas bumi 1.210-1.300 ribu barel setara minyak per hari.

Sebelumnya, ketua DPR Bambang Soesatyo mengingatkan pemerintah untuk menjaga stabilitas rupiah. Ini menjadi pekerjaan rumah untuk pemerintah dalam waktu dekat dan panjang.

“DPR mengingatkan kepada pemerintah untuk mengantisipasi dampak depresiasi nilai tukar rupiah khususnya Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan,” kata Bambang Soesatyo.

Lebih lanjut, ia menegaskan pengedalian depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar sangat penting karena berpengaruh pada stabilitas ekonomi domestik. Sehingga, ini harus menjadi perhatian pemerintah.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here