Prabowo Umumkan Cawapres Setelah Jokowi, Politisi PDIP Merasa Aneh

0
149

Jakarta, namalonews.com- Kurang dari setahun lagi Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019 akan segera dilaksanakan. Berbagai macam dukungan partai-partai politik terhadap calon presiden dan calon wakil presiden menghadapi Pemilu 2019 yang akan datang juga makin ramai dibicarakan. Salah satunya adalah mengenai wakil calon presiden dari Joko Widodo dan Prabowo Subianto di Pilpres tahun 2019 yang akan datang.

Prabowo Subianto menunggu langkah Joko Widodo (Jokowi) sebelum dirinya menentukan nama calon wakil presidennya pada tahun 2019 mendatang. Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno merasa heran atas sikap tersebut.

Ketua DPP PDI-P Hendrawan Supratikno bahkan juga menganggap aneh pernyataan Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa mengenai calon presiden Prabowo Subianto yang baru akan mengumumkan calon wakil presidennya sesudah Presiden Joko Widodo mendeklarasikan siapakan pendampingnya nanti. Menurut dia, sebagai petahana, seharusnya Jokowi lah yang menunggu Prabowo untuk mendeklarasikan cawapres terlebih dulu.

Hendrawan pun juga mengatakan bahwa sikap Prabowo itu dinilai terbalik, Hendrawan Supratikno juga memberikan perumpamaan untuk Jokowi dan juga Prabowo dalam permainan catur dan voli.

Di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (18/5/2018) Hendrawan juga mengatakan bahwa menurutnya itu terbalik. Jika dalam permainan catur, juara bertahan dapat memilih bidak putih atau bidak hitamnya. Sedangkan di pertandingan tenis internasional, atau sepakbola, juara bertahan memperoleh tempat kehormatan, tidak bertanding dalam kualifikasi.

Hendrawan pun juga mengatakan bahwa seharusnya yang menjadi penantang, dalam ini Prabowo, yang menentukan pasangannya terlebih dahulu. “Jadi artinya mestinya challanger ini yang menentukan pasangan calonnya lebih dulu,” ujar dia.

Akan tetapi sebelum mengajukan diri dalam Pilpres tahun 2019 mendatang, Hendrawan menegaskan supaya Gerindra lebih dulu mendeklarasikan cawapres Prabowo dan menantang supaya Gerindra memenuhi syarat koalisiPresidential Threshold 20 persen terlebih dahulu saja.

Karena untuk sekarang ini, koalisi yang mengusung Jokowi yang terdiri dari lima partai politik di DPR dinyatakan telah memenuhi persyaratan Presidential Threshold.

Hendrawan juga menegaskan “Silakan itu sebabnya pidato ketum Megawati di apel siaga Solo jelas sekali. Silakan kalau ada yang deklarasikan,”.

Hendrawan juga menegaskan jika Gerindra melakukan itu hanya untuk strategi di dalam menggaet partai koalisi yang mengundurkan diri dari koalisi Jokowi, dan itu tidak akan terjadi. Dia pun juga mengingatkan pada Gerindra supaya bisa lebih fokus dalam mencari tambahan koalisi untuk dapat melenggang ke Pilpres 2019 yang akan datang.

Hal ini terjadi setelah didesak Partai Keadilan Sosial (PKS) untuk segera mendeklarasikan nama calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto pada pemilihan presiden (pilpres)yang akan datang. Tapi hingga sekarang ini Gerindra maupun Prabowo belum juga menetapkan pilihan. Menurut Ketua DPP Gerindra Desmond J. Mahesa, Prabowo menunggu Jokowi untuk mendeklarasikan cawapresnya.

Jumat 18 Mei 2018 kemarin, Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta mengungkapkan”Kan jelas dari statement Pak Prabowo bahwa Pak Prabowo akan mendeklarasikan setelah Pak Jokowi mendeklarasikan wapresnya. Kalau saya sih acuannya kata Pak Prabowo”.

Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa juga menambahkan, berkaitan dengan pilihan cawapres dan juga waktu deklarasi sesuai dengan keputusan Sohibul Iman sebagai Presiden PKS, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, dan juga Prabowo. Untuk pengerucutan nama-nama yang telah diajukan sebagai calon wakil presiden dari Prabowo, menurutnya hal tersebut hanya keinginan dari beberapa individu guna mempercepat proses pemilihan.

Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa pun juga menilai, deklarasi calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo Subianto ini semestinya tak perlu untuk dipermasalahkan. Menurut dia, yang terpenting yaitu saat ini, Gerindra dan juga PKS telah bersepakat untuk berkoalisi bersama dalam Pilpres tahun 2019. Jumlah kursi dari dua partai politik itu di DPR cukup untuk mengusung pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden ( Capres — Cawapres) pada tahun 2019 yang akan datang.

Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa juga menegaskan bahwa, hari ini apa saja, yang penting itu kalian harus lihat bahwa dua partai ini sudah satu pemikiran yang sama. Hanya menunggu kesepakatan pimpinan partai untuk mendeklarasikan.

Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa menambahkan jika mau pihaknya jujur melihat ini siapa yang didorong pastinya ada kesepakatan tiga orang. Ustad Salim (Segaf Al Jufri), Sohibul Iman, Pak Prabowo. Mengenai kapan deklarasinya dirinya sudah serahkan kepada tiga orang itu.

PKS pun juga menawarkan sembilan kadernya untuk dijadikan sebagai cawapres bagi Prabowo Subianto. Dan 9 kader PKS yang ditawarkan menjadi calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto itu adalah Mantan Presiden PKS Anis Matta, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Ahmad Heryawan selaku Gubernur Jawa Barat dan juga Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid.

Selanjutnya , Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al’Jufrie, mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf, dan juga Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Sedangkan untuk koalisi pendukung Jokowi masih membahas mengenai cawapres. Dan sejumlah nama juga telah muncul.

Sedangkan mengenai kemungkinan nama cawapres Prabowo, menurutnya keputusan ini ada di wilayah Presiden PKS yaitu Sohibul Iman, Majelis Syuro PKS Salim Segaf, dan Prabowo saja.

Walaupun begitu, Desmon juga menegaskan Gerindra dan juga PKS sudah dalam satu pikiran. Menanggapi mengenai usulan Sohibul Iman yang meminta deklarasi cawapres pada bulan Agustus mendatang pun ditanggapi oleh Desmon sebagai pendapat pribadi Presiden PKS saja. Ia pun telah menyerahkan sepenuhnya waktu pendeklarasian tersebut kepada kesepakatan mereka bertiga.

Tentang adanya kemungkinan untuk Prabowo Subianto menyerahkan mandatnya kepada orang lain, Desmon juga masih yakin jika Gerindra telah setuju mendukung Prabowo tetap maju. Akan tetapi ia juga tidak menampik, Prabowo akan tetap melihat seperti apa situasi politik yang ada.

Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa mengungkapkan “Yang penting itu kalian harus lihat bahwa dua partai ini sudah satu pemikiran yang sama. Tinggal kapan disepakati oleh pimpinan partai untuk mendeklarasikan,”.

Mengenai kapan waktu untuk deklarasi pun ia telah menyerahkannya pada ketiga orang tersebut di atas. Sedangkan untuk wacana Prabowo Subianto hanya menjadi king maker, ia pun juga menegaskan tak mengharapkan hal yang seperti itu terjadi. Sebab ia juga ingin Prabowo Subianto yang menjadi capres di Pilpres 2019 yang akan datang.

Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa juga menegaskan “Tapi situasi politik kan tergantung Pak Prabowo membacanya. Semua keputusan partai diserahkan ke Pak Prabowo. Tentunya ini ya kalau di bilang ruang itu ada ya bisa ada, bisa enggak ada. Saya sebagai pimpinan Partai Gerindra di Banten tentunya tidak mengharapkan ini (Prabowo Subianto menjadi king maker).”

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here