Rekomendasikan 200 Dai yang Jadi Kontroversi

0
175

Jakarta, namalonews.com- Kementerian Agama (Kemenag) merilis daftar rekomendasi 200 penceramah (da’i). Daftar tersebut pun kemudian menuai kontroversi dari berbagai pihak. Komentar dari para tokoh-tokoh pun muncul mempertanyakan rekomendasi da’i tersebut.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pun turut mengomentari daftar 200 nama da’i yang dirilis Kemenag. Daftar 200 nama penceramah yang dikeluarkan Kemenag, katanya, sifatnya hanya rekomendasi. bukan untuk membatasi mubalig yang dipandang berbeda langkah dengan pemerintah.

“Itu semua rekomendasi, bukan berarti kalau bukan 200 itu (misalnya) salat Jumat anda tidak sah, bukan. Hanya merekomendasikan bahwa ini katakanlah wasathiyah moderat,” ujar JK di sela kunjungannya ke Istanbul, Turki, Sabtu (19/5) kemarin.

Sementara itu, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj mengaku tidak sependapat dengan 200 nama dai atau penceramah yang direkomendasikan Kemenag.

“Terus terang saja saya kurang sependapat soal itu, dengan membatasi 200 itu sesungguhnya masih ada ratusan pendakwah lagi yang ceramahnya bagus-bagus, malah sebenarnya yang radikal itu sedikit,” katanya.

Lain lagi dengan pendapat Wakil Sekjen PBNU Masduki Baidlowi yang juga mengomentari soal 200 nama dai ini. Menurutnya PBNU belum dilibatkan dengan jelas saat penyusunan 200 daftar mubalig ini. Ia meminta Kemenag kembali menyusun dengan menampung saran nama-nama dari tiap ormas Islam.

“Kemarin Kemenag memang sudah mengundang sejumlah masjid dan ormas-ormas termasuk NU untuk minta masukan. Cuma ketika itu NU belum serius masukin semua nama karena tidak tahu mau dibuat seperti apa,” ujar Masduki. Minggu (20/5/2018) malam.

“Nggak apa-apa, bagus, tapi harus terbuka artinya nama-namanya mesti ditambah. Jadi jangan ditutup hanya 200 nama saja,” imbuh Masduki.
Senada dengan Ketum dan Wasekjen PBNU, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan juga sangat mendukung apa yang dilakukan Kemenag dengan merilis rekomendasi 200 nama penceramah. Namun Ace meminta Kemenag dapat menjelaskan pemilihan nama-nama tersebut.

“Kementerian Agama harus dapat menjelaskan kepada masyarakat apa yang menjadi parameter dan indikator dari nama-nama tersebut sehingga tidak menimbulkan kontroversi baru,” ujar Ace.

Komentar pun dilontarkan oleh Wakil Sekjend Dewan Pengurus Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay, ia menilai Kementerian agama tidak semestinya mengeluarkan rekomendasi 200 nama penceramah yang dinilai layak untuk berceramah di Indonesia.

Karena banyak keganjilan dalam rekomendasi tersebut. Selain jumlah yang sangat sedikit dibanding jumlah penduduk muslim Indonesia, tiga indikator penentunya pun masih potensial dipertanyakan.

Terkait keputusan Kementerian Agama (Kemenag) yang merilis 200 penceramah ini pun ditanggapi oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Habiburokhman.

Habiburokhman menilai daftar yang dirilis Kemenag kurang hati-hati dan berpotensi menimbulkan perpecahan di kalangan umat. Hal tersebut kontraproduktif terhadap gerakan dakwah Islam.

“Rilis tersebut kontraproduktif karena menyebut nama. Akibatnya seolah masyarakat seolah dipaksa menyimpulkan ustad yang di luar rekomendasi Kemenag bermasalah,” ujar Habiburokhman.

Sebelumnya, Kemenag merilis daftar rekomendasi 200 nama dai karena sering mendapat pertanyaan dari masyarakat mengenai rekomendasi dai tersebut. Menurut Menteri Agama, Lukman Hakim, kian lama kian banyak jumlah orang yang mempertanyakannya.

Menurut Lukman, pada tahap awal, Kemenag baru merilis 200 daftar nama mubalig. Hanya yang memenuhi tiga kriteria, yaitu mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi.

Daftar nama tersebut dihimpun dari masukan tokoh agama, ormas keagamaan, dan tokoh masyarakat. Jumlah daftar ini nantinya akan terus bertambah seiring dengan masukan dari berbagai pihak.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here