Tunggu Pilkada, Cawapres Pendamping Jokowi Belum Ditetapkan

0
154

Jakarta, namalonews.com-Setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendeklarasikan akan mengusung Presiden Joko Widodo kembali dalam Pemilihan Presiden 2019, sampai saat ini calon wakil presiden yang mendampingi Jokowi, panggilan akrab Joko Widodo, masih belum ditetapkan.
Kendati demikian, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyebutkan jika pembahasan terkait siapa yang akan menjadi pendamping calon presiden Jokowi di Pilpres 2019 mendatang akan dilakukan setelah Pemilihan Daerah serentak 2018.
“Saat ini kami (PDIP) belum memutuskan siapa yang mendampingi Pak Jokowi dalam Pilpres 2019. Tunggu setelah Pilkada serentak,” terang Hasto saat ditemu setelah menghadiri Rakerda III DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara pada Minggu (20/5).
Ia menambahkan jika penentuan cawapres yang mendampingi Jokowi ini akan dibahas bersama dengan partai koalisi maupun partai yang turut mengusung Jokowi untuk kembali menjadi calon presiden untuk periode 2019-2024.
“Dalam menentukan cawapres Jokowi wajib melalui proses pencermatan yang mendalam. Sebab yang dicari adalah seseorang yang mau bekerja demi rakyat,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Hasto juga mengimbau seluruh kader yang datang untuk memenangkan seluruh Pilkada serentak yang dilaksanakan di daerah tersebut.
“Semua kader harus bekerja dan memenangkan semua pasangan calon Gubernur Sulawesi Utara Asrun-Hugua. Begitu juga dengan Pilkada Konawe, Pilkada Baubau dan Pilkada Kolaka. Wajib hukumnya memenangkan paslon yang diusung PDIP,” tegasnya.
Pada Rakerda yang digelar di Kendari tersebut, hadir juga Bupati Buton Tengah Samahudin dan Bupati Buton Utara Abu Hasan yang juga merupakan kader PDIP di Sulawesi Utara.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto disebut-sebut siap untuk menjadi pendamping Jokowi Dodo dalam perhelatan Pilpres 2019 mendatang. Hal tersebut diungkapkan oleh Agung Laksono, ketua organisasi Partai Golkar Kosgoro 1957.
“Semuanya akan diserahkan pada DPP Partai Golkar, Pak Airlangga sendiri tak menolak. Beliau siap, tetapi Beliau mengatakan tidak ingin mendahului Pak Presiden Jokowi,” terang Agung dalam kegiatan buka bersama keluarga besar Kosgoro 1957 di Jakarta Timur pada Minggu (20/5).
Meskipun siap, Agung juga menjelaskan jika Airlangga tidak akan mendeklarasikan kesiapan dirinya sebelum ia berbicara mengenai hal tersebut terlebih dahulu dengan dengan Jokowi.
“Tidak ingin mendahului, itu kan terserah kewenangan beliau. Menurut saya kita sudah siap. Jika diterima ya syukur, kalau tidak juga tak apa-apa. Hal in tidak mengubah sikap terhadap dukungan kami ke Jokowi,” terang Jokowi.
Agung menambahkan jika Airlangga sendiri telah mengkonfirmasi terkait dengan dirinya yang akan maju menjadi calon wakil presiden pendamping Jokowi di Pilpres mendatang pada seluruh kader Partai Golkar.
Karena hal tersebut lah, Agung berharap Airlangga untuk segera mendeklarasikan dirinya maju menjadi cawapres untuk Pilpres 2019.
“Bukan cuma kali di dewan pakar, bukan cuma ormas Kosgoro, daerah-daerah dewan kehormatan, dewan Pembina bahkan saksi MKGR juga begitu. Kami punya pandangan yang sama yaitu hanya satu nama dari Golkar, Airlangga Hartarto. Tinggal harapannya beliau mendeklarasikan secepatnya,” jelas Agung.
Agung kemudian menambahkan jika dirinya menunggu Airlangga dan pihaknya ingin deklarasi tersebut dilakukan secepatnya karena sudah bulat dan menurutnya lebih cepat akan lebih baik untuk Airlangga mendeklarasikan dirinya sebagai calon wakil presiden.
Saat ditanya perihal kemungkinan Jusuf Kalla untuk maju kembali menjadi calon wakil presiden Jokowi pada Pilpres 2019, Agung menyebutkan jika hal tersebut sudah tidak mungkin lagi terjadi.
“Beliau sudah dua periode, dan saya pikir menurut konstitusi sudah tidak mungkin lagi,” pungkasnya.
Dalam kegiatan buka bersama di kediaman Agung tersebut, Ketua Umum Partai Golkar yang juga menteri perindustrian tersebut juga menghadiri acara tersebut. Seperti yang diketahui, dalam acara tersebut, Agung mendesak dirinya dan berdoa semoga Airlangga bisa menjadi cawapres Jokowi.
Terkait dengan hal tersebut, Airlangga sendiri menanggapinya dengan respons positif seraya tersenyum. “Ya kalau doa-doa kan tentu namanya doa, kita serahkan pada Allah,” terang Airlangga pada Minggu (20/5).
Meskipun demikian, ia menjelaskan jika dirinya belum melakukan pertemuan khusus terkait Pilpres 2019 dengan PDI Perjuangan. Menurutnya, pertemuan tersebut baru bisa dilakukan setelah gelaran Pemilihan Kepala Daerah 2018 usai.
“Ya kalau bicara mengenai cawapres akan dilakukan pasca Pilkada. Setelah Pilkada itu baru kita bisa bicarakan hal-hal menyangkut Pileg dan Pilpres,” katanya.
Yang pasti, Airlangga memastikan jika ia akan menindaklanjuti dukungan yang diberikan Partai Golkar terkait pencalonan dirinya sebagai cawapres setelah Pilkada serentak 2018 selesai.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golongan Karya Ace Hasa Syadzily juga sudah mengatakan bahwa pencalonan Airlangga sebagai cawapres Jokowi oleh para kader sangat kuat. Dan hal tersebut pun sudah dibahas pada rapat internal DPP Golkar pada awal April silam.
Kendati demikian, Ace mengatakan jika DPP Golkar masih belum berencana untuk memastikan kemungkikan untuk mengusung Airlangga sebagai Cawapres Jokowi.
“Hingga kini, DPP Partai Golkar belum secara resmi membahas mengenai cawapres ini,” ujarnya.
Sementara itu, Bambang Soesatyo selaku Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar menegaskan jika pihaknya tetap akan menyerahkan keputusan perihal cawapres tersebut ke Jokowi. Partainya tentu tidak mau memaksakan jika kadernya lah yang harus jadi cawapres.
“Seperti arahan ketua umum bahwa kami menyerahkan sepenuhnya pada Jokowi apakah akan memilih Partai Golkar sebagai pasangan atau partai dan tokoh lain,” tegas Bambang.
Selain nama Airlangga Hartarto, nama lain yang disebut-sebut akan menjadi calon wakil presiden Jokowi adalah M Romahurmuziy. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan tersebut sebelumnya juga diisyaratkan mendapat sinyal positif menjadi cawapres pendamping Jokowi.
Sebelumnya, diketahui jika Presiden Jokowi menyebut jika M Romahurmuziy cocok menjadi calon wakil presiden. Terkait dengan ungkapan Jokowi tersebut, pihak PPP sendiri mengaku enggan untuk menduga ucapan tersebut sebagai sinyal politik bahwa pihaknya akan digandeng untuk menjajaki Pilpres 2019 mendatang.
Hal tersebut disampaikan oleh Ahmad Baidowi, Wakil Sekjen Partai Persatuan Pembangunan. Ia juga mengatakan jika pihaknya saat ini sedang fokus untuk mensosialisasikan Joko Widodo ke para ulama. Awiek, sapaan akrab Ahmad Baidowi, mengungkap jika pihakna juga telah membuat relawan BeJO (PPP Bersama Jokowi).
“Sejauh ini kami fokus mensosialisasikan pak Jokowi sampai ke akar rumput khususnya kalangan ulama dan juga pondok pesantren,” terang Awiek.
Saat melakukan sosialisai ke akar rumpu tersebut lah kemudian, kata Awiek, ada aspirasi muncul dari ulama supaya Romy panggilan akrab M Romahurmuziy untuk menjadi cawapres mendampingi Jokowi.
“Ulama yang sampaikan ke kami. Aspirasi mereka soal cawapres dari PPP,” kata Awiek.
Meskipun demikian PPP Awiek tegaskan tidak akan terburu-buru untuk memutuskan jika pihaknya akan menawarkan Romy menjadi cawapres kepada Presiden Jokowi. Sebab sekarang ini, PPP masih fokus untuk memenangkan Pilkada.
Jokowi sendiri mengatakan jika dirinya mengungkapkan hal tersebut secara spontan saat ditanya oleh Najwa dalam sebuah wawancara. “Ya cocok jadi Cawapres, iya kan? Bener kan?” ucap Jokowi kala itu.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here