Daftar Penceramah, Ketua MPR: Kemenag Blunder Besar

0
116

Jakarta, namalonews.com- Secara resmi Kementerian Agama (Kemenag), Jumat (18/5/2018) merilis 200 daftar nama penceramah Islam di Indonesia.  Para penceramah itu dinyatakan layak menyampaikan materi keagamaan kepada publik .

“Selama ini, Kementerian Agama sering dimintai rekomendasi muballig oleh masyarakat. Belakangan, permintaan itu semakin meningkat, sehingga kami merasa perlu  merilis daftar nama muballig,” ujar Lukman  seperti dikutip situs Kemenag.

Menurut Lukman, ada tiga kriteria dalam penentuan 200 mubalig yakni, mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi.

Rilis Kemenag tersebut mendapat tanggapan dari berbagai kalangan.

Ketua MPR, Zulkifli Hasan,  menyebut Kemenag telah melakukan blunder. Sebab, ternyata apa yang dilakukan Kemenag malah menimbulkan kegaduhan baru di masyarakat.

“Kementerian Agama blunder, blunder besar,” ujar Zulkifli Hasan belum lama ini.

“Seharusnya mempersatukan bukan memecah-belah. Jadi, di sini separuh diambil, separuh lagi dipijak. Tidak boleh begitu. Itu belah bambu namanya,” tegasnya.

Zulkifli menyarankan agar Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, menganulir atau menarik daftar 200 mubalig itu. Hal itu dilakukan supaya tidak ada polemik di masyarakat.

“Segera tarik karena ini adalah blunder,” tutupnya

Sementara itu,  Muhammadiyah, sebagai salah satu ormas  Islam terbesar  di Indonesia  meminta menteri agama menjelaskan kepada publik ikhwal rilis penceramah tersebut.

Ketua PP Muhammadiyah bidang hukum dan HAM, M Busyro Muqoddas, mengatakan menteri agama  harus menjelaskan secara terbuka mengenai langkah mengeluarkan daftar 200 penceramah Islam yang direkomendasikan itu. Penjelasan itu harus dilakukan dalam sebuah konferensi pers yang ditujukan kepada publik.

‘’Saya berharap menteri agama harus menjelaskan ke publik dalam bentuk konferensi pers mengenai langkah itu. Apakah langkah itu sudah melalui kajian metodologi yang bertanggung jawab, baik dari aspek kejujuran, obyektivitas, serta terhindar dari kepentingan politik sesaat,’’ kata Busyo,  belum lama ini.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama), Yusuf Muhammad Martak, menanggapi santai jika beberapa ulama yang tergabung dalam GNPF Ulama, misalnya Ustadz Bachtiar Nasir tak masuk ke dalam daftar itu.

“Kalau Menteri Agama ngomong ya udah biarin ajalah,” katanya belum lama ini di kawasan Jalan Juanda, Jakarta Pusat,

Sementara itu, penceramah Yusuf Mansur menilai bahwa  rilis 200 nama mubalig oleh Kementerian Agama dapat menimbulkan kegaduhan.

“Saya berdoa dan berharap enggak ada kegaduhan sebab daftar nama itu,” tulis Yusuf Mansur seperti dikutif dari akun media sosial instagram pribadinya.

“Gak kepingin juga saya, dan kayaknya kawan-kawan semua yang di daftar itu, kemudian menjadi terbelah, berseberangan, dengan beliau-beliau yang lebih arif, bijak, saleh,” lanjutnya.

Tanggapan berbeda disampaikan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

“Itu selera Menteri Agama. Saya sendiri bisa akan mengeluarkan 600 mubalig yang recommended, itu versi saya,” katanya.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here