Dari Sayap Golkar Cawapres Airlangga Diminta Segera Deklarasi

0
230

Jakarta, namalonews.com- Airlangga Hartarto Ketua Umum Partai Golkar tak menolak keinginan dari organisasi sayap Partai Golkar, Kosgoro 1957 ketika dirinya didoakan menjadi calon wakil presiden Jokowi dalam pilpres 2019 mendatang.

“Kalau doa-doa ya nanti kita serahkan kepada Allah,” ujarnya di kediaman Ketua Kosgoro 1957, Agung Laksono, Minggu (20/5/2018).

Saat ini Airlangga yang juga menjabat sebagai menteri perindustrian di kabinet kerja tidak mau bicara panjang lebar dulu soal cawapres.

Karena seperti yang dia katakan bahwa partai pendukung Presiden Jokowi sudah sepakat untuk membahas persoalan cawapres setelah gelaran Pilkada 2018 selesai.

Dir5inya kuga mengatakan,”Kalau bicara cawapres nanti akan dibahas pasca-pilkada karena pasca-pilkada kami baru membicarakan hal-hal yang terkait dengan pilpres dan pileg.”

“Tetapi kalau dari kader Partai Golkar dan masukan masyarakat (yang menginginkan Airlangga jadi cawapres), tentu kami berterima kasih,” sambung dia.

Sebelumya, Kosgoro 1957 telah menegaskan dukungan kepada kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk bisa maju sebagai Cawapres 2019 dan mendampingi Presiden Jokowi dalam pilpres 2019.

Menurut Ketua Umum Kosgoro Agung Laksono, Airlangga sendiri tidak menolak ketika dirinya diminta menjadi cawapres. Bahkan Agung menyatakan bahwa menteri perindustrian itu sudah siap.

“Semuanya kami serahkan pada DPP Golkar. Beliau sendiri tidak menolak. Beliau sendiri siap,” ujar Agung di kediamannya, Jakarta.

Walaupun begitu, kata Agung, Airlangga juga belum bersedia menyatakan deklarasi diri sebagai cawapres, sebab ingin menunggu pilihan resmi dari Jokowi.

Agung Laksono selaku Ketua organisasi sayap Partai Golkar Kosgoro 1957 mengatakan, bahwa Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sudah siap menjadi calon wakil presiden, mendampingi Joko Widodo atau Jokowi di Pilpres 2019 nanti.

Dewan Pakar Partai Golkar menegaskan bahwa dukungan kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada 2019 sudah bulat.

Menurut Agung, bentuk dukungan kepada Airlangga untuk segera deklarasi Cawapres bukan hanya dari Dewan Pakar saja. Dukungan kepada Airlagga juga berasal dari Dewan Kehormatan Partai Golkar, bahkan sejumlah Dewan Pimpinan Daerah (DPD).
Meski memang telah menyatakan solid mendukung Airlangga, akan tetapi Agung menyebut deklarasi cawapres untuk mencegah adanya perpecahan di Partai Golkar. “Jadi ini mencegah adanya perpecahan malah membuat lebih solid lagi. Tinggal kami harapkan beliau secepatnya mendeklarasikan,” kata Agung.
Ditemui di tempat yang sama, Airlangga Hartarto juga menyatakan bahwa dirinya tidak menolak keinginan internal partai yang menginginkan dirinya jadi cawapres Jokowi pada Pilpres 2019.

“Semuanya kami serahkan pada DPP Partai Golkar, Beliau (Airlangga) sendiri tidak menolak. Beliau siap, tapi Beliau mengatakan ya saya tidak mau mendahului Bapak Presiden (Jokowi),” kata Agung dalam acara buka puasa bersama keluarga besar Kosgoro 1957 di kediamannya, Jalan Cipinang Cempedak II, Jakarta Timur, Minggu (20/5/2018).

Meskipun Airlangga siap, kata Agung, akan tetapi Airlangga tidak akan mau mendeklarasikan diri sebelum berbicara terlebih dulu dengan Jokowi.

“Artinya tidak ingin mendahului, itu terserah kewenangan Beliau. Kalau menurut saya ya kita sudah siap, diterima syukur, tidak juga enggak apa-apa. Tidak mengubah sikap kami terhadap dukungan pada Jokowi,” jelas Agung.

Menurut Agung, akhir- akhir ini salah satu isu yang mengemuka dikancah perpolitikan nasional, adalah siapa yang bakal mendampingi Jokowi.

Agung juga menambahkan bahwa Partai Golkar telah sepakat untuk mengusung Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto. Akan tetapi, sebelum melangkah lebih jauh, Partai Golkar harus terlebih dahulu memenangkan Pemilu Legislatif 2019.

Tidak ada kata lain, Golkar harus memenangi Pemilu mendatang, namun harus dengan cara terhormat dan bermartabat sesuai aturan yang berlaku.

Agung menjelaskan, bahwa Partai Golkar menyerahkan sepenuhnya kepada Joko Widodo untuk nantinya memilih wakilnya yang dipandang pas dan memenuhi kriteria menurut ukurannya sendiri.
Dengan begitu, bisa nyaman mendampingi dan mensukseskan program-program pemerintahan yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan.

Agung juga menegaskan, sekalipun Airlangga nanti tidak ditetapkan sebagai wakil presiden, Partai Golkar tetap memberikan dukungan penuh kepada Jokowi. Akan tetapi Partai Golkar tentu memiliki harapan, calon wakil presidennnya dari kader Golkar yaitu Airlangga.

“Kalau menurut saya, kami sudah siap. Diterima syukur, jika tidak juga enggak apa-apa. Tidak merubah sikap kami terhadap dukungan pada Jokowi,” kata Agung.

“Jadi, memang enggak ada masalah kalau di-declare beliau, sama sekali enggak jadi masalah. Kami sudah siap dan dalam posisi tadi, kami menerima dengan ikhlas apapun yang diputuskan,” ucap dia.

Agung juga mengungkapkan, Airlangga sendiri telah melakukan konfirmasi ke seluruh kader Partai Golkar untuk maju menjadi cawapres Jokowi di Pilpres 2019.

Oleh sebab itu, Agung menginginkan Airlangga untuk segera mendeklarasikan diri agar maju menjadi cawapres pada Pilpres 2019.

“Bukan hanya kami dari dewan pakar, bukan hanya ormas Kosgoro, Soksi MKGR juga begitu. Daerah-daerah dewan pembina, dewan kehormatan juga punya pandangan yang sama bahwa dari Golkar hanya satu, Pak Airlangga. Tinggal kita harapkan Beliau secepatnya mendeklarasikan,” terang Agung.

“Saya menunggu Beliau. Kami juga harap secepatnya, kami sudah bulat, lebih cepat lebih baik Beliau mendeklarasikan sebagai cawapres,” Agung kembali menegaskan.

Mengenai kemungkinan Jusuf Kalla akan maju lagi untuk menjadi cawapres Jokowi di Pilpres 2019, Agung mengatakan, hal itu tak mungkin terjadi.

“Beliau kan sudah dua periode, dan saya kira by konstitution sudah enggak mungkin lagi,” tandasnya.

Lebih lanjut, pihak Airlangga juga tidak akan menjadikan masalah tentang desakan yang terus dialirkan oleh internal partainya yang menginginkan dirinya mendeklarasikan diri sebagai cawapres. Begitupula elite-elite sayap partai Golkar yang lainnya yang terus mencanangkannya sebagai orang nomor dua tanah air itu.

“Kalau dari kader Golkar dan masukan dari masyarakat itu tentu kami berterima kasih,” pungkasnya.

Minggu kemarin, Ketua umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menghadiri buka puasa bersama dengan 5.000 yatim piatu yang berasal dari kota Depok, Jawa Barat. Turut hadir pula Cawagub Jawa barat Dedi Mulyadi, Bendahara Umum Robert Kardinal, Roem Kono dan Budhy Setiawan.

Hadir dalam acara tersebut, Airlangga mengaku gembira dengan diselenggarakan kegiatan santunan seperti ini oleh Golkar Depok. Terlebih, kata dia, Golkar sebagai partai dengan flatform menyeimbangkan ekonomi di level masyarakat bawah.

“Saya sangat mengapresiasi acara santunan sampai melibatkan 5000 yatim piatu seperti ini, bagus untuk konsolidasi kader Golkar menjelang Pilkada dan Pilpres ke depan,” kata Airlangga.

Ketua Golkar Kota Depok Farabi Arafiq juga menyatakan bahwa acara ini dilakukan karena Golkar Kota Depok ingin berbagi kebahagiaan dalam bulan suci Ramadhan ini.

Airlangga pun berharap santunan seperti ini bisa diteladani dan ditulari kepada pimpinan Partai Golkar di masing-masing tingkatan di daerah lain. Acara santunan dilaksanakan bertujuan menyambut kebahagiaan Partai Golkar Kota Depok kedatangan bulan suci Ramadan.

Dengan Partai Golkar mengadakan acara menyantuni anak yatim piatu Airlangga sendiri sebut hal ini bagus untuk konsolidasi pilkada.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here