Demokrat Promosikan AHY Dengan Bikin Aksi Tagar #2019pemimpinmuda

0
484

Jakarta, namalonews.com- Aksi Tagar #2019pemimpin muda mulai dipromosikan oleh Partai Demokrat yang ini mengaitkannya dengan Ketua Komando Tugas Bersama(Kogasma) Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang sekarang ini usianya menginjak 39 tahun.

Elite Demokrat saat ini makin serius untuk mempromosikan kadernya yaitu Agus Harimurti Yudhoyono untuk bisa maju ke Pemilihan Presiden 2019. Setelah safari politik ala AHY, kini Demokrat buat terobosan untuk menarik perhatian publik dengan memunculkan gerakan #2019PemimpinMuda.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Putu Supadma Rudana menyatakan,”Setelah ada reformasi/revolusi selama 20 tahun, ini sudah saatnya kita ganti nama menjadi era transformasi 30 tahun ke depan menuju Indonesia Emas.”

Aksi gerakan #2019PemimpinMuda dimulai dengan cara salah satunya oleh Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Putu Supadma Rudana. Anggota DPR itu memamerkan kaus #2019PemimpinMuda saat acara diskusi survei Indo Barometer bertajuk ‘Evaluasi 20 Tahun Reformasi’.

Seperti saat ditemui kemarin dalam diskusi survei Indo Barometer bertajuk “Evaluasi 20 Tahun Reformasi” Jakarta Minggu 20 Mei 2018, Putu mengenakan kaus berwarna hitam bertuliskan #2019pemimpinmuda.

Ketika dirinya menjelaskan mengenai generasi milenial, tiba-tiba Putu berdiri dan membuka jaketnya dihadapan wartawan dan narasumber acara. Putu menunjukan tulisan di kaosnya kepada wartawan yaitu #2019pemimpin muda.

Apa alasannya?

Menurut Putu hastag tersebut merupakan cerminan transformasi negara kita di 2019 nanti.

“Untuk transformasi kita harus gunakan istilah baru. Eranya pas dengan era transformasi. Kita harapkan akan membawa Indonesia tinggal landas dengan era digital ekonomi, ekonomi dalam bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif,” ujar Putu seusai menghadiri survei di Hotel Harris, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (20/5/2018).

Putu menyatakan bahwa tagar tersebut adalah sebuah cerminan transformasi negara pada 2019. Dirinya menyebut 2019 sebagai tahun dimulainya era transformasi, Indonesia tinggal landas.

“AHY siap bila dibutuhkan negara. Tapi, ini semua kan dinamis, masih cair. Kondisi sekarang capres dan cawapres harus dapat dukungan 20 persen dari parpol,” kata Putu Supadma dalam keterangannya Minggu, 20 Mei 2018 kemarin.

Menurut Putu, aksi #2019PemimpinMuda akan diramaikan di media sosial dengan pemberian hastag yang sama. Ia berpendapat kemunculan #2019PemimpinMuda sebagai harapan cerminan transformasi pada 2019 mendatang.

“Marilah sama-sama kita menuju ke Indonesia Emas dengan pilar utamanya pembangunan bidang ekonomi, suprastruktur, dan terlebih khusus bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Anggota Komisi X DPR RI Putu Supadma Rudana menjelaskan bahwa pada 2019 adalah momentum generasi milenial, pemimpin muda, karena sekitar 52 persen generasi milenial akan menjadi pemilih.

Dirinya menilai pemimpin terbaik ke depan harus yang masih muda dan berjiwa muda, mengerti konsep membangun bangsa, termasuk salah satunya konsep kepariwisatan yang baik sebagai sumber devisa negara terbesar.

“Selain itu, pemimpin ke depan harus memahami sektor ekonomi kreatif yang potensinya sangat besar dengan menghargai kearifan lokal tanpa terfokus kepada penjualan komoditas,” katanya.

Dia juga menjelaskan bahwa kepemimpinan dunia sudah beralih dari generasi terdahulu ke generasi milenilal. Seperti misalnya Emmanuel Macron menjadi Presiden Prancis saat usia 39 tahun, Sebastian Kurz menjadi PM Austria pada usia 31 tahun.

Putu juga tak lupa mengajak masyarakat memulai tahun bagi generasi muda pada 2019 yang memiliki kecakapan, kerja keras, integritas, kapasitas, intelektualitas, memahami kondisi negara, dan kondisi geopolitik regional maupun internasional.

Putu juga berharap agar pemimpin Indonesia ke depannya berkonsentrasi ke persoalan ekonomi. Demokrat juga ingin pemimpin masa depan fokus ke sumber daya manusia (SDM).

Tagar #2019PemimpinMuda ini dikaitkan dengan Ketua Kogasma Pemenangan Pemilu Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang saat ini berusia 39 tahun. Putu berharap pada pilpres 2019 nanti dapat menghasilkan pemimpin terbaik.

“Yang ada sekarang bakal capres dan bakal cawapres. Saat menyebut capres dan cawapres harus mendapat dukungan 20% dari parpol. Jadi sekarang belum ada termasuk Pak Jokowi dan Pak Prabowo,” kata Putu.

“Kita harap dapat pemimpin yang terbaik dari 2019. Semangat pemimpin muda dimulai dari 2019,” tuturnya.

“Memang banyak suara di internal kader yang mengampanyekan secara sendiri-sendiri terkait hal tersebut (#2019PemimpinMuda). Itu sah, dan tidak dikarang karena merupakan bentuk kekayaan demokrasi,” ujar Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean kepada wartawan, pada hari Senin (21/5/2018).

“Terlebih bahwa saat ini ada AHY yang akan diusung Partai Demokrat untuk bisa bertarung 2019 nanti pada pemilu presiden dan wapres,” tambah Ferdinand.

Menurut Ferdinand, hashtag tersebut memang selaras dengan elektabilitas AHY di sejumlah lembaga survei. Ferdinand mengatakan #2019PemimpinMuda merupakan aspirasi kader Partai Demokrat.

“Wajar jika kader Demokrat juga ingin AHY menjadi menjadi pemimpin ke depan atau setidaknya jadi cawapres sebagaimana hasil lembaga survei,” tambah dia.

Walaupun demikian, hashtag itu disebut Ferdinand bukanlah sikap resmi Partai Demokrat. “Secara organisasi atau lembaga, hal tersebut belum menjadi ketetapan partai,” katanya

AHY sebelumnya memang telah digadang-gadang akan menjadi calon kuat capres atau cawapres yang diusung oleh Demokrat dalam Pilpres 2019. Mantan personel TNI itu saat ini menjabat sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat pemenangan Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

Tagar #2019PemimpinMuda bukanlah satu-satunya tagar yang muncul jelang Pilpres 2019. Sebelumnya, sudah ramai tagar #2019GantiPresiden dan #DiaSibukKerja hingga memicu polemik.

Putu Supadma Rudana selaku Deputi Media dan Humas Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokra telah membenarkan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno, Jumat (18/5) malam. Pertemuan menjajaki peluang kerja sama pada Pilpres 2019.

Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno. Lantas apa yang di bahas dalam pertemuan tersenut?

“Pertemuan kedua tokoh muda tersebut untuk menjajaki kerja sama pada Pemilu Presiden 2019. Dua pemimpin mudayang saling melakukan komunikasi politik ini sangat penting,” kata Putu saat memberikan keterangan tertulisnya Sabtu lalu.

Dia mengatakan bahwa komunikasi yang dijalin diantara kedua tokoh muda itu adalah untuk membuka kemungkinan kedua partai tersebut berkoalisi. Sebab Putu sendiri menilai bahwa AHY punya elektabilitas yang tinggi sebagai capres atau cawapres.

Putu juga menambahkan saat ini di Indonesia lebih dari 50 persen merupakan generasi millenial. AHY merupakan pemimpin muda selalu disambut antusias oleh generasi milinial saat melakukan safari politik di seluruh kota di Indonesia.

“Pertemuan dengan Sandi tentu saja adalah sebuah peluang awal untuk bisa bekerja sama,” ujarnya.

Putu yang juga anggota Komisi X DPR RI itu menilai meskipun AHY berusia muda bukan berarti menjadi penghalang untuk menjadi pemimpin sebuah negara. Di dunia ini sudah banyak pemimpin mudayang memiliki kualitas memimpin dengan baik di tengah masyarakat.

Putu merasa yakin bahwa dengan kecakapan, kerja keras, integritas, kapasitas, intelektualitas serta memahami kondisi negara dan kondisi geopolitik regional maupun international. “Mari kita mulai tahun 2019 bagi generasi muda.”

Kader dari Partai Demokrat ingin mengusung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilpres 2019. Mereka lantas menggelorakan hashtag #2019PemimpinMuda.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here