Habibie : Sasaran Reformasi Masih Jauh

0
170

Jakarta-namalonews.com- Presiden ke-3 RI BJ Habibie mengatakan, meski sudah 20 tahun reformasi, Indonesia malah dijajah politik identitas. Politik identitas tersebut diketahui menguat setelah Pilkada DKI Jakarta pada 2017 lalu. Hal ini diucapkannya saat menghadiri acara Refleksi 20 Tahun Reformasi di Grand Sahid Jakarta, Senin (21/5) yang digagas oleh Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI).

“Itu yang menjajah kita. Kita sedang diadu domba,” ujar mantan Presiden RI ke-3 ini.

Korban politik identitas itu adalah rakyat Indonesia sendiri.  Kita korbannya. Untuk menghilangkannya butuh waktu,” imbuh Habibie.

Habibie kemudian memberikan masukan, agar Indonesia bisa mencapai tujuan reformasi seperti yang dulu dicita-citakan. “Kita harus konsolidasi dan lebih transparan,” ujar Habibie.

Dalam kesempatan itu, Habibie juga mengungkapkan tentang makna semangat reformasi, yaitu perubahan kualitas sumber daya manusia. “Reformasi kita sudah jalan sesuai rencana tapi  sasaranya masih jauh,” ujar mantan Menteri Riset dan Teknologi ini.

“Yang kita sasar ini adalah peradaban Indonesia dimana sumber daya manusia di Indonesia benar-benar bisa kita andalkan, berkualitas tinggi, serta perilaku yang sesuai dengan kebudayaan,” imbuh Habibie

Selain BJ Habibie, acara tersebut dihadiri pula oleh empat putra-putri presiden RI. Mereka mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpidato tentang kebangsaan dan 20 tahun reformasi.

Mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Komando Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Direktur Wahid Institut Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau akrab disapa Yenni Wahid, dan Ilham Akbar Habibie (putra Habibie).

Penulis : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here