SBY dan Prabowo Segera Bertemu, Goncang Dinamika Politik Tanah Air?

0
1517

Jakarta, namalonews.com- Akan ada pertemuan antara  Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  dengan Prabowo Subianto. Rencana pertemua SBY dan Prabowo tersebut diawali dari pertemuan  Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno, dengan Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di kawasan Kuningan, Jakarta, belum lama ini.

Atas pertemuan antara Sandiaga dan AHY, kedua partai sama-sama menyebut bahwa ada peluang kedua partai tersebut  berkoalisi dalam gelaran pilpres 2019. Namun belum ada kepastian mengenai koalisi tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Andre Rosiade. Menurut Andre, pertemuan Sandi dan AHY, hanya merupakan awal kerja sama kedua partai menuju pilres 2019.

“Ujungnya, memang akan ada pertemuan antara Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dan Pak Prabowo,” kata Andre Senin malam, 21 Mei 2018.

Menurut Andre, pertemuan kedua tokoh nasional tersebut bakal membahas soal harapan dan tantangan Indonesia pada masa mendatang.  Mengenai koalisi, partainya masih membuka komunikasi dengan pelbagai elemen masyarakat, elite politik, dan partai.

Andre menambahkan, pada pertemuan selanjutnya, kedua pimpinan partai itu hendak mencocokkan frekuensi antara Partai Gerindra dan Partai Demokrat. Maksudnya adalah membahas seperti apa kerja sama kedua partai ke depannya.

Kendati begitu, kata Andre, Partai Gerindra belum memastikan waktu pertemuan. Pihaknya sedang menunggu tim Sandiaga Uno mematangkan kerangka kerja sama.

“Pertemuannya mungkin bukan di Hambalang, tapi di Kertanegara. Tunggu saja nanti,” ujarnya.

Apabila pertemuan antara mantan presiden keenam Indonesia dengan bakal calon presiden untuk pemilu 2019 itu terwujud bakal menimbulkan dinamika politik yang seru. Duet antara Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono,  dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019 akan menjadi tantangan serius bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam memenangkan suara.

“Kalau Prabowo dan SBY yang mau dijadikan paket, 2019 nanti akan menjadi menarik. Akan menjadi tantangan yang cukup berat bagi Jokowi,”  kata pengamat politik dari UI, Boni Hargens, beberapa waktu yang lalu.

Namun demikian, sampai sejauh ini ini, Partai Gerindra baru menyatakan koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan akan mengusung ketua umumnya, Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Walau begitu, belum ada keputusan siapa pendamping Prabowo. Partai Demokrat pun belum menentukan arah koalisinya, tetapi mendorong AHY sebagai salah satu kandidat di pilpres 2019.

Kita tunggu saja kapan pertemuan SBY dan Prabowo Subianto dan apa hasil dari pertemuan tersebut.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here