Jika Dollar Mencapai Rp 14.500 Tidak Ada Pilpres 2019

0
265

Jakarta, namalonews.com- Dollar Amerika Serikat (AS) terus memberikan tekanan terhadap rupiah. Pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa bulan terakhir berdampak pada berbagai sektor. Seperti saat ini nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) menembus level Rp 14.200. Angka ini naik tiga poin dari posisi sebelumnya di level Rp 14.197. Sejak kemarin dollar AS terus bergerak naik terhadap rupiah.

Sebelumnya, nilai tukar dollar AS terhadap rupiah naik dari level Rp 14,150, Rp 14.175, Rp 14.185. Akan tetapi, pada akhirnya menembus Rp 14.200. Pelemahan rupiah bisa menimbulkan kekhawatiran.

Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan, mengkhawatirkan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) semakin melemah. Menurutnya, pemerintah dan Bank Indonesia harus segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi hal ini.

Pasalnya, akibat semakin melemahnya rupiah, berdampak cukup signifikan dan berpotensi ke arah politis. Apalagi sekarang merupakan tahun politik, yaitu menjelang pilpres 2019 dengan dua capres terkuat, yakni Jokowi dan Prabowo Subianto.

“Partai-partai yang awalnya mengusung Pak Jokowi kalau sekarang rupiahnya Rp 14.500, enggak usah disuruh, kabur semua. Enggak ada yang dukung Pak Jokowi pasti,” ujar Wakil Ketua Umum Gerindra, Ferry Juliantono di Jakarta Selatan, belum lama ini.

Ferry mengungkapkan, ada beberapa indikator yang menyebabkan elektabilitas Jokowi terus menurun.

Sebagaimana diketahui bahwa hampir semua lembaga survei menempatkan Jokowi di peringkat atas. Peringkat atas Jokowi itu bisa kian menurun seiring dengan menurunnya perekonomian Indonesia, yang salah satunya adalah terus meroketnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.

“Kalau rupiah (dollar terhadap rupiah) 14.500, nggak jadi pilpres kali. Udah berontak rakyat,” ujarnya.

Memang, bagi Jokowi, agaknya  kondisi pilpres 2019 ini berbeda dengan pilpres 2014. Kalau pada pilpres 2014 pasar merespons positif, bahkan cenderung berlebihan, menyusul penetapan Jokowi sebagai calon presiden.

Pada akhirnya,  pencapresan Jokowi benar-benar mampu mendorong masuknya modal asing sehingga menimbulkan sedikit pelonggaran likuiditas di pasar domestik. Sementara itu, pencapresan Jokowi pada pilpres 2019 ini justru sedikit banyak akan dipengaruhi atau dibayang-bayangi oleh perkemambangan kurs rupiah terhadap dollar AS.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here