Pemuda Ditantang Berwirausaha

0
193

Jakarta, namalonews.com- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri terus mendorong pemuda untuk menjadi wirausaha. Hanif menyebut skill dan keterampilan mampu memikat pemuda untuk menjadi wirausaha. Oleh karena itu, Hanif menegaskan akan mendorong pemuda mendalami skill dan kemampuan.

“Jika ingin bersaing, potensi anak muda harus dibangun, diperkuat khususnya skill agar mereka bisa bersaing secara sehat,” kata Hanif.

Lebih lanjut, Hanif menyebut keterampilan merupakan upaya perlindungan terbaik bagi warga negara. Keterampilan dibutuhkan oleh anak muda di masa depan karena melalui itu, anak muda bisa melindungi dirinya dari dunia yang penuh persaingan.

Sementara itu, Hanif mengharapkan setiap daerah membangun ekosistem tersendiri untuk mengembangkan wirausaha. Misalnya, anak muda diberi kemudahan dalam mengakses tempat pelatihan, dan harus diberi skema pembinaan yang jelas.

“Butuh pembina yang berpengalaman. Jangan sampai, pembinanya tidak memiliki rekam jejak wirausaha. Salah satu caranya adalah menggandeng industri tertentu yang juga menekuni wirausaha,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Hanif, akses permodalan harus dikembangkan lebih lanjut untuk memastikan usaha. Selain itu, inkubasi bisnis juga perlu dihidupkan.

“Harus ada akses modal, inkubasi bisnis, skema modal dan pembinaannya juga harus ada. Kalau semuanya ada, maka kekuatan wirausaha di Indonesia akan berkembang di masa mendatang,” katanya.

Hanif menambahkan bahwa wirausaha di Indonesia tertinggal dari negara lain. Wirausaha Indonesia tercatat hanya mencapai 3,1 persen. Jumlah ini masih kalah dari Malaysia yang mencapai 5 persen, Singapura 7 persen, serta Jepang yang melonjak mencapai 9 persen. Jika mengacu pada standar internasional, suata negara akan diakui maju dan sejahtera jika 4 persen dari jumlah penduduknya adalah wirausahawan.

“Artinya ada pekerjaan rumah besar ini yakni bagaimana anak-anak muda didorong bukan sekedar skil untuk kerja. Tetapi juga adalah bagaimana punya skill untuk menciptakan lapangan kerja sehingga anak-anak tidak bergantung pada lapangan kerja,” kata Hanif.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here