Fahri Hamzah Dicoret Daftar Ceramah di UGM, Tekanan Siapa?

0
267

Jakarta, namalonews.com- Bagian Rektorat Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta belum lama ini melakukan aksi pencoretan terhadap ketua DPR RI Fahri Hamzah kala sedang melakukan tausiah di kampus tertua kota pelajar tersebut.

Fahri Hamzah lebih lanjut berpendapat aksi yang terjadi pada dirinya tersebut disinyalir terkait dengan adanya tekanan dari pejabat tertentu di negeri tercinta ini.

“Saya dikontak oleh pihak takmir masjid bahwa rektor ditekan oleh para pejabat di atas. Bahwa saya nggak boleh ceramah di masjid UGM,” kata Fahri kepada wartawan, Kamis (24/5/2018).

Lebih jelasnya, sesuai jadwal yang teragenda dalam masjid kampus tersebut menyebutkan bahwa Fahri Hamzah dalam melakukan aksi tersebut dianggap sudah terlambat. Dan akhirnya digantikan dengan orang lain. Namun jadwal diatur ulang. Dan belum sempat hadir, namanya sudah telanjur kecoret.

Pihak Rektotat Unuiversitas Gajah Mada melakukan pencoretan ini bukan karena tanpa alasan. Namun keterangan yang didapat dari Kepala Bagian Humas dan Protokol Universitas Gajah Mada, Iva Aryani ada pro kontra terhadap sejumlah penceramah di kampusnya.  Beliau berharap agar di kampusnya tidak ada penceramah yang kontroversi sehingga tidak menimbulkan apa yang nantinya dipandang kurang enak.

Lebih lanjut, keterangan yang dihimpun, pihak Rekrot Universitas Gajah Mada Yogyakarta sebelumnya juga mengadakan konsulidasi. Yakni dengan semua jajaran takmir masjid kampus. Petemuan tersebut menghasilkan beberapa kesimpulan di antaranya, tiga (3) nama penceramah dicoret. Di antara nama tersebut yaitu: Ismail Yusanto, Novriyadi, dan Fahri Hamzah.

“Jadi memang ada beberapa pro kontra di kalangan masyarakat berkaitan dengan beberapa penceramah (di Masjid Kampus UGM),” kata Iva, Kamis (24/5/2018) pada media.

Dalam keterangannya, keputusan yang diambil pihak rektorat UGM murni atas kemauan pimpinan. Dan menepis kalau ada tekanan dan tudingan dari pihak mana pun. Baik pemerintah maupun dari kampus sendiri.

“Enggak, sama sekali tidak benar. Tidak pernah ada (desakan) dari kementerian, dari istana dari mana pun, tidak,” ungkapnya.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here