Ganjar Targetkan 70% Kemenangan di Pilkada Jateng

0
167

Jakarta, namalonews.com- Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018 tinggal menghitung hari saja. Sebagai salah satu calon Gubernur yang akan bertarung dalam Pilkada 2018 mendatang, Ganjar Pranowo mengaku bahwa dirinya optimis dapat memenangkan Pilkada Jawa Tengah pada Juni mendatang.

Calon Gubernur bertahan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini mengungkapkan jika bersama dengan para partai pengusung, pasangan Ganjar-Yasin optimis untuk menargetkan kemenangan sebesar 70 persen.

“Angka (70 persen) tersebut sesuai dengan harapan partai pengusung dan para relawan. Mereka kalau ditanya jawab 70 persen,” terang Ganjar pada Rabu (23/5).

Ganjar menjelaskan jika ia dan timnya sangat yakin untuk dapat meraup suara tersebut. Oleh sebab itu, pihaknya sedang fokus untuk memelihara perolehan suara agar tetap tinggi sampai dengan waktu pencoblosan nanti.

“Saya tanya kan yakin tidak angka segitu? Bagaimana mempertahankan, bagaimana dapat menjaga? Mudah-mudahan bisa,” katanya.

Seperti yang banyak diketahui, sejumlah hasil survei untuk Pilkada Jawa Tengah ini menunjukan jika pasangan calon Ganjar-Yasin mendapatkan perolehan yang lebih tinggi dari pasangan calon lainnya.

Angka popularitas serta elektabilitas pasangan calon nomor urut satu ini jauh berbeda dengan pasangan calon nomor urut dua yaitu Sudirman Said dan Ida Fauziyah. Selain itu, hasil survei yang ditunjukan satu lembaga survei dengan yang lainnya juga tidak menunjukan hasil yang berbeda.

“Hasilnya (survei) memang tidak jauh berbeda. Makanya partai pengusung, relawan dan pendukung supaya mengawal suara tersebut sampai tanggal 27 Juni nanti,” tambahnya.

Ia juga menambahkan jika tugas mereka saat ini adalah untuk merawat suara setidaknya sama dengan yang ditunjukan oleh indikator. Menurutnya, yang ada di indikator tersebut adalah angka minimumnya.

Untuk memperkuat barisan agar dapat memenangkan Pilkada 2018 tersebut, pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin ini mengaku akan fokus di wilayah-wilayah dimana perolehan suara mereka disaingi oleh Sudirman dan Ida.

Menurutnya, ada lima wilayah di Jawa Tengah dimana pasangannya bersaing ketat dengan Sudirman yaitu di Kabupaten Cilacap, Banjarnegara, Tegal, Demak dan Purworejo.

“Ada beberapa wilayah perlu mendapat perhatian khusus meski pun kita masih menang secara keseluruhan, tetapi dekat dengan pihak lawan saya,” tuturnya.

Lima daerah yang menjadi fokus tersebut bisa dibilang hampir sama dengan situasi yang terjadi pada Pemilihan Gubernur 2013 kala itu. Saat itu, Ganjar Pranowo yang berpasangan dengan Heru Sudjatmoko harus mengaku kalah di lima kabupaten tersebut.

“Kita pantau terus kelima daerah tersebut agar tidak menjadi seperti 2013,” katanya.

Ia sangat ingin fokus pada kelima daerah tersebut karena menurutnya jika dilihat dari ciri kontestasi yang ada, penantang atau pasangan Sudirman-Ida memang memiliki kesempatan untuk naik perolehan suaranya di daerah tersebut.

Arya Fernandes, salah satu peneliti dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) sebelumnya memprediksi jika pasangan Ganjar dan Yasin dapat meraup suara lebih dari 50 persen. Menurutnya, suara tersebut disumbang dari wilayah-wilayah dimana Ganjar menang pada Pilkada 2013 lalu yang dibarengi dengan pengoptimalan basis massa PDIP.

“Petahana (Ganjar) kemungkinan menang di atas 50 persen jika memaksimalkan suara di daerah serta mengoptimalkan basis massa PDI Perjuangan serta kepala daerah yang diusung oleh partai tersebut,” kata Arya.

Lembaga survei yang menunjukan jika pasangan Ganjar-Yasin mengungguli pasangan Sudirman-Ida dalam survei elektabilitas adalah Lembaga Survei Indikator Indonesia.

“Elektabilitas Ganjar-Yasin sebesar 72,4 persen sedangkan Sudirman-Ida hanya 21 persen saja,” terang Kuskridho Ambardi selaku Penelti Indikator saat ditemui awak media di kantornya di Cikini, Jakarta Pusat pada Senin (21/5) lalu.

Sedangkan 6,6 persen lebihnya mengungkapkan bahwa mereka belum menentukan pilihan terkait pasangan calon mana yang akan mereka pilih untuk memimpin Jawa Tengah untuk lima tahun mendatang.

Survei Indikator Politik Indonesia ini diselenggarakan pada 12-21 Maret 2018 tentunya di Provinsi Jawa Tengah. Survei tersebut diketahui mengambil 820 orang penduduk Jateng yang mempunyai hak untuk memilih sebagai sampel.

Metode yang digunakan dalam survei tersebut adalah metode multistage random sampling. Sedangkan untuk margin of error atau toleransi kesalahannya adalah sekitar 3,5 persen saja dengan tingkat kepercayaan hingga 95 persen.

Dalam Pemilihan Kepada Daerah Jawa Tengah ini sendiri, pasangan petahana Ganjar- Yasin didukung oleh tiga partai selain PDIP sebagai partai dari Ganjar itu sendiri. Tiga partai tersebut termasuk Partai Demokrat, Nasdem dan PPP.

Sedangkan untuk pasangan Sudirman-Ida, mereka diusung oleh beberapa partai seperti Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan juga Partai Keadilan Sosial (PKS).

Selain terkait dengan elektabilitias, hasi survei tersebut menjukan jika responden yang sudah menjatuhkan pilihannya yaitu sejumlah 67 persen kecil kesempatannya untuk mengubah pilihan. Detailnya, 23 persen menyatakan sangat kecil atau bahkan tidak mungkin berubah dan 44 persen kecil kemungkinan untuk berubah.

Sedangkan untuk responden yang menyatakan bahwa dirinya memiliki kemungkinan untuk berubah pikiran ialah hanya 28 persen saja. Dengan rincian, 23 persen kemungkinannya cukup besar untuk berubah pikiran dan 5 persen sangat besar kemungkinannya.

Kemudian, ada juga survei popularitas. Dalam hal popularitas, Ganjar ternyata juga lebih unggul dibandingkan dengan Sudirman. Hasil survei tersebut menunjukan jika popularitas politikus PDI Perjuangan tersebut adalah sebanyak 87,7 persen. Sedangkan untuk popularitas Sudirman ternyata hanya 44 persen saja.

Terkait dengan hal tersebut, Kuskridho menyatakan jika alasan paslon Ganjar dan Yasin ini unggul jauh dibanding dengan Sudirman-Ida karena keuntungannya sebagai pasangan inkumben. Hal tersebut karena dibagian indikator kepuasan pada kinerja Ganjar, sebanyak 81 persen responden mengungkapkan jika mereka puas dengan Ganjar.

Rincian survei kinerja tersebut adalah 71 persen cukup puas dengan kinerja Ganjar sedangkan 10 persen sangat puas. Dan untuk responden yang menyatakan bahwa mereka tidak puas hanya lah 14 persen saja. Dengan rincian, satu persen sama sekali tidak puas dan 13 persen kurang puas.

“Proses pasangan calon Ganjar-Yasin cukup besar sekarang ini. Tetapi, masih ada waktu untuk pasangan Sudirman-Ida mengejar,” ungkap Kuskridho kala itu.

Terkait dengan hasil survei yang menunjukan jika pasangan Ganjar dan Yasin yang memimpin perolehan suara, Abdul Kadir Karding selaku Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa mempertanyakan soal keabsahan hasil survei tersebut.

Menurut Abdul, pertanyaan oleh Indikator Politik Indonesia dalam survei tersebut menguntungkan pihak Ganjar-Yasin. Menurutnya, pernyataan yang ada juga kurang spesifik. Misalnya, soal responden yang puas dengan kinerja dari gubernur petahana tersebut.

Abdul mengatakan, jika seharusnya pada survei tersebut disinggung juga soal infrastruktur di Jateng apa saja yang memuaskan.

“Coba survei apa hasil infrastruktur yang paling signifikan di Jateng. Tidak ada,” terang Abdul saat ditemui di Cikini, Jakarta pada Senin (21/5) lalu.

Meskipun demikian, hal tersebut tidak menutup hasil survei yang menyatakan bahwa pasangan Ganjar-Yasin lebih unggul dibanding Sudirman-Ida.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here